Potensi Perikanan Kampar Dilirik Domestik dan Internasional

BERBAGI

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kampar, Usman Amin melalui Kepala Bidang (Kabid) Perbenihan dan Perikanan, Joko Suroso mengatakan bahwa, potensi perikanan Kabupaten Kampar sangat besar dan menjanjikan. Dengan kekayaan sumber daya alam dan sumber daya manusia, diharapkan mampu berkolaborasi secara padu untuk pengembangan perikanan yang berada di wilayah Kampar, baik pengembangan produksi hulu maupun produksi hilir. “Nantinya hasil perikanan Kampar mampu bersaing di pasar domestik maupun Internasional,” ujar Joko Suroso, Senin (13/5/2019) di Bangkinang.

Menurut Joko Suroso, data produksi Perairan Umum Darat (PUD) untuk kabupaten kampar saja pada tahun 2018 mencapai 2 juta Ton. Artinya tangkapan tersebut belum ditambahkan dengan hasil budidaya yang dikembangkan oleh masyarakat. Untuk hasil dari budi daya pada tahun 2018,  sektorbudi daya perikanan mencapai lebih dari 63 juta ton. Data produksi tersebut tertinggi dibandingkan dengan kabupaten/kota di Provinsi Riau.

Dengan potensi sebesar itu pada tahun 2018, apabila diratakan hasil produksi perikanan PUD dan hasil Budidaya diperoleh sebesar 178 ton per hari. Nantinya, diharapkan Kabupaten Kampar mampu mengolah hasil tersebut. “Apabila produksi pengolahan tersebut berjalan, tentunya mampu mendongkrak ekonomi petani ikan maupun lapangan pekerjaan baru,” ujar Joko.

Gayung bersambut, dalam paparan rekomendasi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kampar, melalu juru bicara Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun anggaran 2018, Agus Chandra mengatakan bahwa Kabupaten Kampar sudah memiliki Unit Pengolahan Ikan (UPI). Politisi Golkar tersebut juga mendorong percepatan pabrik pengolahan ikan, Integrated Cold Storage atau fasilitas pendinginan terintegrasi yang membutuhkan bahan baku 100 ton per hari.

Pembangunan tersebut dilakukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia di Koto Perambahan, Kecamatan Kampa, Kabupaten Kampar. Fasilitas pengolahan ikan tersebut kemudian dilimpahkan ke pemerintah daerah untuk membantu pengolahan perikanan, serta meningkatkan mutu olahan ikan berstandar yang bisa menampung hasil budi daya petani.

Dalam laporannya, Pansus merekomendasikan kepada kepala daerah, agar segera melakukan pengajian dalam pemanfaatan hibah pabrik tersebut, sebagai pengolahan ikan, agar petani semakin sejahtera dan perikanan Kampar dapat dikenal di Indonesia.

Tidak Sampai disitu saja, Kabuapten Kampar juga memiliki waduk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kota Panjang. Lokasi yang terletak di Kecamatan XIII Koto Kampar tersebut tidak hanya memiliki potensi di bidang energi. Menurut Joko Suroso,  untuk potensi perikanan, Waduk PLTA tersebut bisa dimanfaatkan seluas 124 kilometer per segi untuk PUD maupun Budidaya.

Gaung potensi tersebut rupanya sampai juga ke telinga organisasi nonpemerintah internasional. Organisasi nirlaba tersebut adalah World Wide Fund (WWF), yang menangani masalah tentang konservasi, penelitian dan restorasi lingkungan. WWF bersama dengan KKP berkerjasama untuk menyusun konsep aquaculture dengan pendekatan ekosistem di waduk PLTA. Menurut Joko nantinya akan diberlakukan zonasi atau pembagian bidang seperti budaya perikanan, daerah konservasi, maupun daerah pertanian. “Pihak organisasi tersebut sudah datang serta melakukan pre assessment,” ujar Joko. hy

Print Berita Print Berita
BERBAGI