Tali Bapilin Tigo Menuju Masyarakat Kampar yang Sejahtera

BERBAGI

BANGKINANG- RCO. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kampar menggelar rapat paripurna istimewa, kamis (6/2/2020) di gedung parlemen, Bangkinang. Agenda pada rapat tersebut adalah memperingati hari jadi Kabupaten Kampar ke- 70.

Muhammad Faisal selaku ketua DPRD di daulat sebagai pimpinan sidang pada gelaran peringatan hari jadi Kabupaten Kampar tahun 2020 ini. Politisi partai gerinda tersebut memimpin sidang edisi pertama Paripurna istimewa hari jadi Kabupaten Kampar masa jabatan 2019- 2024 sejak dilantik secara defenitif sebagai ketua beberapa bulan silam.

Pada sambutannya, Faisal mengatakan bahwa dengan peringatan hari jadi Kabupaten Kampar pada tahun 2020 ini, harus dimaknai sebagai sarana peningkatan pentingnya menjaga keseimbangan manusia dengan lingkungannya dengan memanfaatkan daya fikir yang lebih maju. Disamping itu Kabupaten Kampar dikenal sebagai negeri yang beradat, dengan julukan negeri serambi mekkah Riau, “ kita dituntut agar terus bersatu padu memegang adat istiadat, selalu bersinergi antara ulama, pemuka adat dan pemerintah, sesuai dengan tema hari jadi Kabupaten Kampar, Tali bapilin tigo menuju masyarakat Kampar yang sejahtera”, ujar nya.

Lebih lanjut Faisal mengatakan untuk mewujudkan Kampar yang sejahtera, tentu harus senentiasa mengedepankan tangan dengan bekerja lebih keras, ringan sama dijinjing, berat sama dipikul serta peran legislatif dan eksekutif terus di perkuat. Menurutnya, DPRD sebagai wakil rakyat akan selalu menjalankan tugas dengan baik sesuai dengan fungsinya sebagai pengawasan, budgeting dan badan legislasi.” Insha allah dengan kebersamaan dapat mensukseskan pembangunan di Kabupaten Kampar”, ujarnya.

Pada kesempatan tersebut Faisal juga memberikan apresiasi atas pencapaian pemerintah daerah bersama anggota dewan Kabupaten Kampar yang telah berhasil menyusun Peraturan Derah (Perda) nomor 11 tahun 2019 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Kampar tahun 2019- 2039. Rancangan perda tersebut menurut Faisal, sudah melalui proses yang amat panjang. “kerja keras ini telah membuahkan hasil menjadikan Kabupaten/ Kota yang pertama memiliki perda RTRW di Provinsi Riau” ujarnya

Faisal juga memberikan apresiasi terhadap sederet prestasi yang telah dicapai kabupaten Kampar dalam kurun waktu satu tahun belakang. Menurut catatan DPRD, pada tahun 2019 saja Kabupaten Kampar mampu meraih lebih dari 20 penghargaan, baik ditingkat Provinsi maupun Nasional. Penghargaan tersebut antara lain piala Adipura, kabupaten layak anak, juara umum MTQ tingkat Provinsi Riau, keterbukaan informasi awards , Pelaporan keuangan opini wajar tanpa pengecualian dan sederet prestasi yang mentereng lainnya. Prestasi yang tak kalah pentingnya pemerintah pada tahun 2019 yaitu penyelesaian sengketa lahan 2800 hektar di Desa Senama Nenek, Kecamatan Tapung Hulu. “Alhamdulillah, sertifikat lahan sudah diterima oleh warga tempatan”, ujar Faisal.

Secara Khusus Faisal juga mengucapkan apresiasi kepada pendahulu yang telah berjasa memimpin daerah Kabupaten Kampar. seperti para sesepuh, alim ulama, tokoh masyarakat, pahlawan yang telah berjasa untuk negeri ini, serta elemen masyarakat yang turut serta mewarnai kanvas perjalanan Kabupaten Kampar selama ini. “ semoga sumbangsih tersebut menjadi tanda mata bagi generasi saat ini dan juga bagi generasi yang akan datang”, pungkasnya

Hal selaras juga disampaikan oleh tokoh masyarakat Kampar, Prof. Yusri Munaf. Guru besar Fakultas Ilmu Politik dan Sosial (Fisipol) Universitas Islam Riau (UIR ) tersebut menitik beratkan kepada kepala daerah dan anggota dewan Kabupaten Kampar untuk membangun public thrust serta legitimasi Pahlawan Nasional Kampar.

Menurutnya eksekutif dan legislatif mampu meyakinkan masyarakat untuk percaya apa yang telah dan akan dikerjakan sebagai pemegang kekuasaan dan pengawas. Selain itu dengan kapasitas sebagai perwakilan rakyat yang secara langsung dipilih oleh rakyat. Maka harus ada terobosan yang dilakukan oleh anggota DPRD tersebut. “ hal tersebut handaknya mampu diimplementasikan oleh Bupati dan anggota dewan”, ujarnya.

Yusri munaf juga mengatakan bahwa sampai saat Kabupaten Kampar belum mampu meningkatkan status kepahlawan nasional yang melekat pada diri Mahmud Marzuki, Menurut sumber yang ada, Mahmud Marzuki merupakan tokoh perjuangan asal Bangkinang dan orang pertama yang mengibarkan Merah putih pasca proklamasi di daerah Kabupaten Kampar. Dia berharap pada tahun 2020 nanti akan ada muncul legetimasi adanya pahlawan nasional yang berasal dari Kabupaten Kampar” kami percayakan hal ini kepada kepala daerah dan anggota dewan untuk melakukan pekerjaaan ini”, harapnya. herdi

Print Berita Print Berita
BERBAGI