Wali Kota Pekanbaru Harapkan Disketapang Terus Berinovasi untuk “siCANTIG”

BERBAGI

PEKANBARUĀ – Wali Kota Pekanbaru Dr. H. Firdaus, ST, MT mengharapkan Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Pekanbaru terus melakukan inovasi terkait Lokasi Cadangan Pangan Terintegrasi (siCANTIG). Orang nomor satu Pekanbaru ini menekankan perlu ada pengembangan di lokasi tersebut.

“Hidup tanpa inovasi berarti mati sebelum mati. Dengan demikian harus ada rencana strategis untuk kegiatan pengembangan kawasan mandiri pangan pada Dinas Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru melalui inovasi siCANTIG ini,” ujar Firdaus, Selasa (27/10/2020) kemarin.

Setelah sempat meninjau kawasan siCANTIG, Firdaus menyebutkan ada potensi besar di sana. Dijelaskannya, kawasan tersebut merupakan kombinasi perpaduan keindahan alam dan kehidupan masyarakat dengan optimalisasi pemanfaatan potensi kawasan berluas 5 hektare.

“Destinasi ini ke depannya bertujuan untuk memperluas wawasan pengetahuan, pengalaman rekreasi dan hubungan usaha di bidang pertanian. Di antaranya, meliputi tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, perikanan dan peternakan. Semua tersebut akan dipadukan dalam satu kawasan yang terintegrasi yang menggambarkan mata rantai ketahanan pangan mulai dari hulu sampai hilirnya,” papar Firdaus.

Diharapkannya, kawasan siCANTIG ke depannya mampu mendobrak daya tarik wisata tersendiri dengan sinergitas keterlibatan masyarakat setempat. “Tentunya, melalui kegiatan Pemberdayaan Masyarakat yang memadai,” sambungnya.

Terpisah, Alek Kurniawan MSi selaku Kepala Disketapang Pekanbaru, menyebutkan, bahwa komitmen Disketapang dalam penggarapan proyek ini sudah dituangkan lewat pembuatan Master Plan kawasan siCANTIG

“Ya, kami telah menyelesaikan pembuatan master plan siCANTIG, agar ke depannya hasilnya betul-betul cantik. Jadi tidak sekadar namanya saja,” ucap mantan Kabag Humas Pemko Pekanbaru ini.

Lebih lanjut, alumnus Magister Ilmu Administrasi dan Pengembangan SDM UR ini juga menyampaikan, dalam kawasan tersebut akan dibangun berbagai infrastruktur yang memadai. Yaitu, lumbung pangan, rumah pengasapan ikan, rumah jamur, gudang, gedung pelatihan, kadang kambing dan ayam, kandang sapi, tempat ibadah, taman, infrastruktur jalan, fasilitas parkir yang memadai, kolam ikan dan outlet-outlet pendukung hasil pangan.

“Untuk optimalisasi pemanfaatan lahan sampai sudut-sudut terkecil yang ada agar tepat guna. Juga dituangkan dalam kegiatan landscaping,” tambahnya.

Disinggung mengenai perkiraan estimasi proyek pengembangan siCANTIG, Alek menjawab kurang lebih sekitar Rp24 miliar.

“Mengingat terbatasnya dana APBD kita, pengembangan akan dilakukan secara bertahap. Ke depannya kami akan coba jemput bola ke Provinsi ataupun ke Pusat dan ataupun stakeholder terkait lainnya untuk pemenuhan sumber pendanaannya,” pungkasnya. adv

Print Berita Print Berita
BERBAGI