Genjot PAD Kota Pekanbaru, Dishub Perkuat Sosialisasi dan Pengawasan

BERBAGI

PEKANBARU — Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru, terus berupaya menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi uji kelayakan kendaraan.

Kepala UPT PKB Dishub Pekanbaru Muhammad Nasri MSi mengungkapkan, saat ini pihaknya sudah mencapai realisasi 65 persen dari target PAD dari retribusi uji kelayakan kendaraan sebesar Rp6 miliar pada tahun 2020.

Walupun baru mencapai 65 persen hingga triwulan III, dikatakan Nasri pihaknya mengaku optimistis mencapai target yang telah ditetapkan.

“InsyaAllah kita optimistis. Kita terus menggesa capaian PAD,” ujar Nasri, Jumat (6/11/2020).

Upaya pencapaian target terus dilakukan dengan melakukan sosialisasi terhadap pengusaha angkutan untuk tertib melakukan uji kelayakan kendaraan secara berkala. Mereka diimbau melakukan uji kelayakan selama enam bulan sekali secara rutin.

Selain itu, saat ini uji kelayakan telah menggunakan Bukti Lulus Uji Elektronik (BLUe). Menurutnya, penggunaan Blue-E sendiri dapat mencegah potensi kebocoran PAD dari retribusi pengujian kendaraan bermotor.

Karena BLUe sendiri langsung terintegrasi ke Kementerian Perhubungan. Retribusi PKB pun disesuaikan dengan bobot dan jenis kendaraan.

Ditambahkan Nasri, Dishub Pekanbaru juga melakukan pengawasan di lapangan terkait kendaraan yang tidak melakukan uji kelayakan. Pengawasan dilakukan dalam bentuk razia yang dilakukan di titik pinggiran atau perbatasan kota.

“Pengawasan dari Wasdal Dishub Pekanbaru. Kita imbau pengusaha angkutan agar melakukan uji kelayakan kendaraan secara berkala demi keselamatan berlalu lintas,” tuturnya. adv

Print Berita Print Berita
BERBAGI