Henferd Land, Sepotong Ketenteraman di Tepian Danau Koto Panjang
KAMPAR — Akhir pekan selalu menjadi waktu yang paling dinanti setelah lima hari berjibaku dengan pekerjaan. Bagi sebagian orang, dua hari libur terasa cukup untuk sekadar melepas lelah, berkumpul bersama keluarga, atau mencari suasana baru yang mampu menenangkan pikiran.
Ada yang memilih berjalan-jalan ke pusat perbelanjaan, menikmati kuliner, atau menghabiskan waktu di rumah. Namun bagi pecinta alam, ketenangan kadang justru ditemukan jauh dari hiruk-pikuk perkotaan, di tempat yang dipenuhi pepohonan, hembusan angin, dan hamparan air yang tenang.
Di Kabupaten Kampar, tepatnya di Desa Binamang, Kecamatan XIII Koto Kampar, ada sebuah destinasi yang belakangan ramai diperbincangkan wisatawan lokal. Namanya Henferd Land.
Tempat wisata ini menawarkan panorama alam yang memanjakan mata. Hamparan danau luas dengan pulau-pulau kecil di tengahnya menghadirkan pemandangan eksotis yang membuat pengunjung seakan berada di kawasan resort luar negeri.
Perjalanan menuju lokasi pun cukup mudah. Dari Kota Pekanbaru, wisatawan hanya membutuhkan waktu sekitar satu setengah jam melalui ruas Tol Pekanbaru–XIII Koto Kampar. Perjalanan yang singkat terasa sepadan ketika pemandangan danau mulai terlihat dari kejauhan.
Tak banyak yang mengetahui bahwa kawasan wisata tersebut dulunya merupakan lahan perkebunan kelapa sawit. Kini, kawasan itu bertransformasi menjadi ruang rekreasi yang menghadirkan ketenangan sekaligus pengalaman wisata alam yang berbeda.
Di tepian danau, pengunjung dapat menikmati suasana asri sambil menghirup udara segar. Sementara di tengah danau, pulau-pulau kecil yang dikelilingi perbukitan hijau menjadi latar sempurna bagi mereka yang gemar berburu foto.
Tak hanya menawarkan panorama, Henferd Land juga menyediakan berbagai wahana air. Mulai dari perahu dayung, speedboat hingga kapal motor yang membawa wisatawan mengelilingi Danau PLTA Koto Panjang.
Sensasi menyusuri danau dengan air yang tenang menghadirkan pengalaman tersendiri. Riak kecil di permukaan air, ditambah bayangan perbukitan yang memantul di danau, menciptakan suasana damai yang sulit ditemukan di tengah bisingnya kota.
Keindahan itulah yang dirasakan Fathma, seorang wisatawan asal Bangkinang. Bersama keluarganya, dosen Universitas Pahlawan itu memilih Henferd Land sebagai tempat melepas penat dari padatnya aktivitas mengajar.
“Tempatnya bagus, fasilitas lengkap, mushala, toilet dan spot gerai makanan juga ada,” ujarnya kepada Resonansi.co, Minggu (10/5/2026).
Menurut Fathma, biaya berwisata di Henferd Land juga relatif terjangkau. Tiket masuk hanya Rp10 ribu per orang dewasa, sementara parkir kendaraan roda empat dikenakan biaya Rp5 ribu.
Untuk menikmati wisata air mengelilingi pulau-pulau kecil di Danau PLTA Koto Panjang, pengunjung cukup membayar Rp15 ribu per orang, baik dewasa maupun anak-anak.
Bagi Fathma, perjalanan menyusuri danau bukan sekadar aktivitas wisata biasa. Air danau yang tenang tanpa arus justru menghadirkan rasa rileks yang perlahan menghapus penat.
“Air danaunya tenang, tidak beriak, jadi bisa menjernihkan pikiran di tengah padatnya aktivitas,” katanya.
Di tengah danau, pengunjung juga bisa menikmati sensasi berfoto dengan latar perbukitan hijau yang mengelilingi kawasan tersebut. Pemandangan itu membuat banyak wisatawan betah berlama-lama berada di atas kapal.
Sementara itu, Ali, operator kapal motor di Henferd Land, mengaku akhir pekan menjadi waktu paling ramai dikunjungi wisatawan. Dalam sehari, kapal motor yang dikemudikannya bisa beroperasi hingga 10 kali perjalanan.
“Untuk satu kali perjalanan bisa membawa sekitar 10 penumpang,” ujarnya.
Ali yang merupakan warga Desa Binamang mengatakan, dirinya bukan satu-satunya pengemudi kapal motor di kawasan wisata tersebut. Ada beberapa warga lain yang juga ikut mengantar wisatawan berkeliling danau.
Menurutnya, aktivitas wisata di Henferd Land turut membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar. Pendapatan dari wisata air nantinya dibagi bersama pengelola kawasan.
“Jadi ini seperti kerja sama dengan pemilik lokasi. Pendapatannya nanti dibagi dengan manajemen,” tuturnya.
Di Henferd Land, waktu seolah berjalan lebih lambat. Di antara tenangnya air dan hijau perbukitan, tempat itu menjadi ruang sederhana bagi siapa saja yang ingin berhenti sejenak dari padatnya rutinitas dan menikmati ketenangan yang perlahan mulai langka. REZA
Editor : Nurdin Tambunan
Berita Terkait
Berita Terbaru
Fajar/Fikri Tembus Final Denmark Open 2026, Tantang Ganda Putra Malaysia
- Olahraga
- 17 Oktober 2026 23:36 WIB
PLN UIP3B Sumatera Bergerak Bersama TNI AD, Hadirkan Akses Air Bersih untuk Wujudkan Desa Sejahtera di Bengkulu
- Nasional
- 17 Oktober 2026 22:09 WIB
Hadiri Halaqah Pimpinan Pesantren se-Kampar, Wabup Misharti Paparkan Capaian dan Program Pembangunan Daerah
- Kampar
- 17 Oktober 2026 15:35 WIB
Danlanud RSA Beri Penghargaan kepada Dua Perwira, Pengabdian Berlanjut ke Skadron Udara 54
- Natuna
- 17 Oktober 2026 10:47 WIB
Plt Gubernur Riau SF Hariyanto Ajak Masyarakat Manfaatkan Pemutihan Denda Pajak Kendaraan hingga 30 November
- Riau
- 16 Oktober 2026 16:07 WIB
Wabup Misharti Ikuti Rakor Pengembangan Sumur Migas, Lima Sumur di Kampar Jadi Perhatian
- Kampar
- 16 Oktober 2026 15:39 WIB
BATAM GELAP BELASAN JAM, POTENSI RUGI Rp233,9 MILIAR: DIREKSI PLN DIDESAK MUNDUR, ISU NEPOTISME MENCUAT
- Batam
- 16 Oktober 2026 13:27 WIB
Akhmad Munir Soroti Praktik Transaksional, Pemilihan Ketua PWI Harus Demokratis dan Sportif
- Kampar
- 16 Oktober 2026 09:05 WIB
Lanud RSA Hadirkan Karnaval Rafale, Tanamkan Cinta Dirgantara Sejak Dini
- Natuna
- 16 Oktober 2026 07:39 WIB
Buka Konferensi PWI VIII, Wabup Misharti Tegaskan Pers Mitra Strategis Pembangunan
- Kampar
- 15 Oktober 2026 21:34 WIB
Ubah Sampah Jadi Peluang Ekonomi, PLN UIP3B Sumatera Perkuat Bank Sampah Siyara di Pekanbaru
- Nasional
- 15 Oktober 2026 15:19 WIB
Riau Perkuat Strategi Pencegahan Ekstremisme melalui RAD-PE
- Riau
- 15 Oktober 2026 12:35 WIB
Beda Keyakinan, Tetap Harmonis! Lanud RSA Natuna Perkuat Pembinaan Rohani
- Natuna
- 15 Oktober 2026 12:32 WIB
Manfaatkan Program Pemutihan Pajak, Samsat Bangkinang Apresiasi Wajib Pajak dengan Berbagi Masker di Tengah Kabut Asap
- Kampar
- 15 Oktober 2026 10:37 WIB
Ketua DPRD Meranti Pimpin Rapat Bahas Pembangunan Jembatan Suak Nipah Bersama OPD dan Perusahaan
- Kepulauan Meranti
- 15 Oktober 2026 08:32 WIB
Bukan Sekedar Ngopi, Selaso Cafe di Kantor Bupati Siak Jadi Ruang Tunggu Rakyat Temui Bupati
- Siak
- 15 Oktober 2026 08:31 WIB

