Jaga Penyu, Lestarikan Laut: PLN Peduli Perkuat Konservasi dan Ekonomi Pesisir Pulau Mapur

BINTAN — PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Sumatera bersama Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Pekanbaru terus memperkuat komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat pesisir.

Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli, PLN meresmikan Program Edu-Ekowisata Konservasi Berbasis Masyarakat Tahap II di Pulau Mapur, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Jumat (2/10/2026).

Program yang berkolaborasi dengan Yayasan Ecology Kepulauan Riau (YEKR) tersebut mengintegrasikan perlindungan penyu dan ekosistem laut dengan pengembangan wisata edukasi serta pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir.

Inisiatif ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui peningkatan keterampilan, pengembangan UMKM dan penciptaan peluang usaha berbasis ekowisata. Selain itu, program ini mendukung Tujuan 14 tentang Ekosistem Lautan melalui perlindungan keanekaragaman hayati dan pengelolaan sumber daya kelautan secara berkelanjutan.

Peresmian ditandai dengan pengoperasian Dive Center dan Pusat Promosi UMKM Desa Mapur sebagai fasilitas pendukung wisata bahari sekaligus pemasaran produk masyarakat. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan membuka peluang usaha baru dan memperkuat peran masyarakat sebagai pelaku utama konservasi serta pengembangan ekowisata.

General Manager PLN UIP3B Sumatera, Elvanto Yanuar Ikhsan, menegaskan tanggung jawab PLN tidak hanya berfokus pada keandalan pasokan listrik, tetapi juga mencakup pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"PLN tidak hanya hadir untuk menyalurkan listrik, tetapi juga menjaga lingkungan dan mendukung kesejahteraan masyarakat. Melalui program ini, kami ingin menjadikan Pulau Mapur sebagai contoh bahwa pelestarian laut dan pertumbuhan ekonomi masyarakat dapat berjalan beriringan," ujarnya.

Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, melalui Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Luki Zaiman Prawira, mengapresiasi sinergi PLN, pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kelestarian ekosistem laut sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.

"Sebagai provinsi yang sebagian besar wilayahnya merupakan lautan, menjaga ekosistem laut berarti menjaga masa depan Kepulauan Riau. Kami mengapresiasi PLN dan Yayasan Ecology yang melibatkan masyarakat secara langsung. Inilah bentuk kolaborasi yang kita harapkan, ketika lingkungan tetap terjaga dan ekonomi masyarakat terus tumbuh," ujarnya.

Bupati Bintan, Roby Kurniawan, melalui Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Bintan, Mohammad Panca Azdigoena, juga menyampaikan dukungan terhadap pengembangan edu-ekowisata di Pulau Mapur.

Menurutnya, pengembangan tersebut dapat memperkuat potensi wisata bahari sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

"Pemerintah Kabupaten Bintan mendukung pengembangan edu-ekowisata di Pulau Mapur. Kami berharap program ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, membuka peluang usaha baru, serta menjadikan Pulau Mapur sebagai destinasi wisata bahari yang lestari dan berkelanjutan," tuturnya.

Program yang dilaksanakan di Kawasan Konservasi Taman Wisata Perairan (TWP) Timur Pulau Bintan tersebut mencakup tiga kegiatan utama, yakni peningkatan kapasitas masyarakat, pengembangan infrastruktur ekowisata dan penguatan konservasi penyu.

Pada aspek pemberdayaan, PLN memfasilitasi pelatihan manajemen homestay serta pelatihan selam lanjutan yang meliputi specialty diving dan dive guide. Pelatihan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kompetensi masyarakat dalam mengelola wisata bahari secara profesional.

Dukungan infrastruktur diwujudkan melalui pembangunan Dive Center, Pusat Promosi UMKM dan penyediaan fasilitas glamping sebagai penunjang wisata edukasi. Fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata sekaligus memperluas peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.

Sementara itu, upaya konservasi diperkuat melalui patroli rutin bersama Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Perisai Mapur, pemantauan dan perlindungan sarang penyu, pelatihan penggunaan aplikasi pemantauan KoboToolbox serta edukasi lingkungan bagi masyarakat.

Ketua Dewan Pengurus Yayasan Ecology Kepulauan Riau, Tri Armanto, mengapresiasi dukungan PLN dalam mendorong konservasi berbasis masyarakat.

"Konservasi yang berkelanjutan membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat. Melalui dukungan PLN, kami ingin masyarakat Mapur tidak hanya menjadi penjaga ekosistem laut, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi dari pengembangan ekowisata," ungkapnya.

Peresmian juga dirangkai dengan diskusi Conservation Talk bertema "Kolaborasi Masyarakat dalam Pengembangan Edu-Ekowisata dan Konservasi Laut Pulau Mapur". Kegiatan tersebut mempertemukan unsur pemerintah, PLN, pelaksana program dan masyarakat untuk memperkuat sinergi dalam pengelolaan kawasan konservasi.

Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap keanekaragaman hayati laut, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pelepasliaran tukik di Pantai Belakang, Pulau Mapur. Kegiatan tersebut melibatkan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau, UPTD Pengelola Kawasan Konservasi Perairan Kepulauan Riau, YEKR serta Pokmaswas Desa Mapur.

Field Coordinator Konservasi Penyu YEKR, Alvayed, menjelaskan bahwa keberhasilan perlindungan penyu sangat bergantung pada kepedulian masyarakat terhadap kelestarian habitatnya.

"Konservasi bukan sekadar melindungi penyu dan sarangnya, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga ekosistem pesisir. Dukungan PLN Peduli memperkuat upaya konservasi bersama Pokmaswas Perisai Mapur agar dapat berjalan secara berkelanjutan," jelasnya.

Melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, lembaga konservasi dan masyarakat, Pulau Mapur diharapkan berkembang menjadi destinasi edu-ekowisata yang memberikan manfaat ekonomi tanpa mengesampingkan kelestarian lingkungan.

PLN melalui PLN Peduli terus berkomitmen menghadirkan program TJSL yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat. Integrasi konservasi laut dengan pemberdayaan ekonomi pesisir diharapkan mendukung pencapaian SDGs Tujuan 8 dan 14 sekaligus menjadikan Pulau Mapur sebagai model pengembangan edu-ekowisata berbasis masyarakat yang mandiri, produktif dan berwawasan lingkungan. Adv

Editor : Reza MF
Tag : # BUMN # PLN



Bagikan

Berita Terbaru