Menjemput Rezeki dari BRILink di Sudut Pasar Kuok

KAMPAR – Aktivitas masyarakat pasca Hari Raya Iduladha 2026 terlihat semakin sibuk. Meski dihadapkan libur panjang dan sektor perbankan tutup, denyut ekonomi masyarakat tetap bergerak. Salah satunya melalui layanan BRILink.

Kendaraan lalu lalang memecah suasana mendung di kawasan Pasar Kuok, Kabupaten Kampar. Di tengah hiruk pikuk tersebut, sebuah kedai kecil berukuran 3x3 meter tampak ramai didatangi warga.

Kedai sederhana itu bernama Agen BRILink Sahabat Ponsel.

Di tempat itulah M. Fadhil, pemuda asal Kuok, menggantungkan harapan sekaligus merintis kemandirian usahanya. Ia memadukan usaha konter pulsa dengan layanan transaksi keuangan BRILink dalam satu tempat sederhana.

Alhamdulillah bang, walaupun usaha masih seumur jagung, tapi kami sudah punya pelanggan tetap,” ujar Fadhil saat ditemui, Kamis (28/5/2026).

Fadhil bercerita, sebelum membuka usaha sendiri, ia pernah bekerja selama tiga tahun di salah satu agen BRILink ternama di Pasar Kuok. Pengalaman tersebut kemudian memberinya keberanian untuk berdiri sendiri.

Berbekal satu mesin EDC (Electronic Data Capture), ia mulai membuka Agen BRILink Sahabat Ponsel pada 2024 lalu.

Lokasi usahanya berada di Jalan Lintas Sumatera Barat–Riau, tepat di kawasan Pasar Kuok. Bahkan, jaraknya hanya sepelemparan batu dari Kantor BRI Unit Kuok.

Meski berada sangat dekat dengan kantor bank, usaha kecil miliknya tetap menjadi pilihan masyarakat untuk bertransaksi.

“Posisi agen kami memang berhadapan dengan kantor unit, tapi alhamdulillah masih banyak nasabah yang memilih transaksi di sini,” katanya sambil tersenyum.

Menjelang Iduladha, aktivitas transaksi di agen miliknya meningkat cukup signifikan. Jika pada hari biasa hanya melayani sekitar 15 hingga 20 transaksi, kini jumlahnya naik hingga dua kali lipat.

“Sekarang bisa sampai 30 sampai 40 transaksi sehari,” ujarnya.

Sebagian besar transaksi didominasi layanan tarik tunai dan setor tunai. Namun menjelang lebaran, masyarakat juga ramai melakukan pembayaran belanja daring melalui marketplace.

“Rata-rata banyak tarik tunai, tapi ada juga yang bayar baju lebaran, beli kue di Shopee dan aplikasi marketplace lainnya,” jelasnya.

Bagi Fadhil, menjadi agen BRILink bukan sekadar membantu masyarakat mendapatkan akses layanan keuangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru.

Karena jam operasionalnya lebih fleksibel dibanding kantor bank, masyarakat dapat melakukan transaksi kapan saja tanpa harus menunggu hari kerja.

“Usaha ini buka lebih lama dari jam kantor, jadi masyarakat lebih mudah akses layanan kapan saja. Dari situ juga bisa menambah pendapatan,” tuturnya.

Kehadiran Agen BRILink pun dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar. Salah satunya Junaidi (45), seorang mandor perkebunan sawit di Kecamatan Kuok.

Ia mengaku sangat terbantu dengan layanan BRILink, terutama saat kantor bank tutup pada hari libur.

“Apalagi hari ini kantor unit tutup. Masalah jadi terpecahkan dengan adanya BRILink yang cepat dan mudah, jadi proses pengiriman uang tidak terkendala,” ungkapnya.

Di tengah perkembangan layanan perbankan digital, keberadaan agen BRILink seperti milik Fadhil menjadi bukti bahwa usaha kecil di sudut kampung tetap memiliki peran besar dalam membantu aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari. REZA

Editor : Nurdin Tambunan
Tag : # Ekonomi



Bagikan

Berita Terbaru