Bukit Sikumbang Park Hadirkan Wisata Alam dan Tradisi Batange Khas Kampar
KAMPAR — Di tengah berkembangnya sektor pariwisata alam di Kabupaten Kampar, Ishak menghadirkan konsep wisata yang memadukan keindahan alam dengan kearifan lokal melalui Bukit Sikumbang Park.
Destinasi wisata yang berdiri sejak 28 September 2024 itu menawarkan kolam renang air alami hingga tradisi mandi uap khas Kampar yang dikenal dengan sebutan “batange”. Lokasi wisata ini berada di Jalan Raya Pekanbaru-Bangkinang, Desa Pulau Sarak, Rumbio, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar.
Menurut Ishak, ide mendirikan Bukit Sikumbang Park berawal dari potensi sumber mata air alami di kawasan tersebut yang dinilai layak dikembangkan menjadi tempat wisata keluarga dengan biaya terjangkau.
“Di sini ada sumber daya alam berupa air yang potensial. Saya melihat masyarakat juga membutuhkan tempat bersenang-senang yang murah dan nyaman untuk keluarga,” ujar Ishak, Minggu (24/5/2026).
Ia mengatakan, konsep wisata yang dibangun sengaja dibuat ramah bagi masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Dengan biaya relatif murah, pengunjung sudah dapat menikmati fasilitas wisata bersama keluarga.
“Dengan uang Rp50 ribu sampai Rp100 ribu, satu keluarga sudah bisa mandi, makan, dan bersantai di sini,” katanya.
Bukit Sikumbang Park buka setiap hari mulai pukul 08.00 WIB hingga sore hari. Harga tiket masuk dipatok Rp15 ribu untuk dewasa dan Rp10 ribu untuk anak-anak. Menurut Ishak, jumlah pengunjung pada hari biasa maupun akhir pekan relatif stabil karena tingginya minat masyarakat terhadap wisata alam.
Selain kolam renang air alami, salah satu daya tarik utama di lokasi tersebut adalah fasilitas mandi uap tradisional atau “batange”. Ishak menjelaskan, tradisi tersebut merupakan budaya lama masyarakat Kampar yang dahulu digunakan untuk menjaga kesehatan ibu pascamelahirkan, perawatan calon pengantin, hingga pengobatan tradisional.
“Batange ini warisan budaya masyarakat Kampar. Dulu dipakai untuk kesehatan ibu melahirkan, calon pengantin, sampai mengobati badan yang kurang sehat,” ujarnya.
Ia menilai tradisi tersebut mulai ditinggalkan seiring modernisasi dan globalisasi. Padahal, kebutuhan masyarakat terhadap terapi mandi uap masih cukup tinggi, terutama bagi kalangan ekonomi menengah ke bawah yang sulit mengakses fasilitas sauna modern di hotel maupun pusat kebugaran.
Karena itu, Ishak memilih mempertahankan konsep tradisional dalam pengelolaan batange, mulai dari penggunaan rempah-rempah alami hingga proses perebusan menggunakan kayu bakar.
“Bahan-bahannya sebagian besar dari alam sekitar Kampar. Ada yang ditanam sendiri, ada juga yang dibeli dari masyarakat kampung,” katanya.
Menurut dia, penggunaan kayu bakar juga menjadi bagian dari upaya membantu ekonomi masyarakat sekitar karena kayu diperoleh dari warga setempat.
“Kalau pakai gas atau listrik, masyarakat sekitar tidak ikut merasakan manfaat ekonomi dari usaha ini,” ujarnya.
Di sisi lain, Ishak berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan sektor pariwisata di Kampar, khususnya terkait infrastruktur menuju kawasan wisata.
“Intervensi pemerintah terhadap infrastruktur wisata itu mutlak. Jalan, pembinaan, sampai akses permodalan perlu diperhatikan,” katanya.
Ia optimistis sektor pariwisata Kampar mampu berkembang seperti daerah lain apabila dikelola secara konsisten dan visioner.
Menurut Ishak, pengelola wisata juga harus membangun budaya disiplin dan kepedulian lingkungan kepada pengunjung sejak dini. Di Bukit Sikumbang Park, pengunjung, terutama anak-anak, dibiasakan menjaga kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya.
“Kalau anak-anak sudah dibiasakan disiplin dan menjaga kebersihan sejak kecil, nanti itu akan terbawa sampai besar,” tutup Ishak. REZA
Editor : Nurdin Tambunan
Berita Terkait
Berita Terbaru
Kades Baru Tanjung Kumbik Utara Dilantik, Pemkab Natuna Dorong Sinergi Pembangunan Desa
- Natuna
- 25 Mei 2026 14:13 WIB
Kiandra Ramadhipa Raih Podium Perdana di Debut Moto3 Junior
- Olahraga
- 25 Mei 2026 14:04 WIB
Pemkab Natuna Turun Tangan Stabilkan Harga, Pasar Pangan Murah Disambut Antusias Warga
- Natuna
- 25 Mei 2026 13:57 WIB
Pemprov Riau Lakukan Pembinaan Pegawai Setwan DPRD melalui Mutasi ASN
- Riau
- 25 Mei 2026 13:50 WIB
ESDM Investigasi Total Blackout Sumatera, Pemerintah Fokus Pulihkan Aktivitas Ekonomi
- Ekonomi
- 25 Mei 2026 13:42 WIB
Guru Honorer di Riau Masih Bisa Digaji dari Dana BOS hingga Akhir 2026
- Pendidikan
- 25 Mei 2026 11:39 WIB
Polres Inhil Ungkap Kasus Narkotika, Dua Tersangka Diamankan dengan Barang Bukti Shabu dan Ekstasi
- Hukrim
- 25 Mei 2026 11:36 WIB
Polsek Keritang Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Pengedar Shabu dengan Barang Bukti 8,9 Gram
- Hukrim
- 25 Mei 2026 11:35 WIB
Bukit Sikumbang Park Hadirkan Wisata Alam dan Tradisi Batange Khas Kampar
- Traveliner
- 25 Mei 2026 09:28 WIB
Bhabinkamtibmas Sencalang: Kami Hadir Untuk Memotivasi, Bukan Hanya Menjaga
- Inhil
- 25 Mei 2026 00:50 WIB
Team Opsnal Polsek Mandau Ringkus Dua Pengedar Sabu, Bandar Besar Masuk DPO
- Bengkalis
- 24 Mei 2026 20:38 WIB
Kisah Rio, Peternak Muda Inhu yang Rawat Sapi Kurban Presiden
- Inhu
- 24 Mei 2026 20:35 WIB
Disbun Riau Surati PKS, Larang Penurunan Harga TBS Sepihak Pasca Kebijakan Ekspor SDA
- Riau
- 24 Mei 2026 20:32 WIB
Pedayung Muda SKO Riau Borong Medali di Singapura
- Olahraga
- 24 Mei 2026 20:27 WIB
Syukuran Cor Lantai Dua Balai Adat, Persukuan Melayu Dt Majolelo Potong Dua Ekor Kambing
- Kampar
- 24 Mei 2026 18:18 WIB
Kiandra Ramadhipa Finis P5 pada Putaran Perdana Moto3 Junior World Championship 2026
- Olahraga
- 24 Mei 2026 17:46 WIB
