Di Balik Capaian Pajak 2025, DPRD Kampar Temukan Potensi PAD Belum Tergarap
KAMPAR — Ketua Panitia Khusus (Pansus) II DPRD Kampar, Rizki Ananda, menyoroti perlunya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) meski realisasi pajak daerah tahun 2025 telah melampaui target.
Hal itu disampaikan Rizki menanggapi pemaparan Pansus II melalui juru bicara Ristanto dalam paripurna laporan Pansus terhadap Laporan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Kampar Tahun 2025.
Menurut Rizki, capaian pajak daerah yang melebihi target memang sesuai dengan yang disampaikan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). Namun, secara keseluruhan, pendapatan daerah justru mengalami penurunan dibandingkan tahun 2024.
“Yang disampaikan Bapenda itu benar, dari sisi pajak memang meningkat dan bahkan melebihi target. Tapi yang kami sampaikan di LKPJ itu secara global, karena pendapatan daerah tidak hanya dari pajak, ada juga retribusi dan sumber lainnya,” kata Rizki Kamis (23/4/2026).
Ia menjelaskan, penurunan pendapatan daerah dipengaruhi oleh berkurangnya transfer dari pemerintah pusat, sehingga ketergantungan daerah terhadap dana transfer masih cukup tinggi.
Dalam pembahasan Pansus II, DPRD juga menyoroti sejumlah sektor pajak yang dinilai belum tergarap optimal, seperti pajak hotel, restoran, reklame, hingga pajak penerangan.
Rizki mengakui, data yang dipaparkan Pansus II berasal dari laporan resmi pemerintah daerah melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait (Bappeda).
“Data yang kami terima dan kami bahas itu memang bersumber dari laporan pemerintah daerah. Dari situ kami melihat masih ada sektor-sektor yang belum maksimal, seperti hotel, reklame, dan pajak penerangan jalan ,” ujarnya.
Ia menegaskan, Pansus II tidak menemukan indikasi kebocoran pendapatan, namun lebih pada belum optimalnya pengelolaan potensi yang ada.
“Kami tidak mengarah pada adanya kebocoran. Hanya saja memang masih banyak potensi PAD yang belum digarap secara maksimal oleh pemerintah daerah,” ucapnya.
Rizki berharap, hasil evaluasi LKPJ 2025 dapat menjadi tolok ukur bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan kinerja pada tahun 2026, khususnya dalam menggali sumber-sumber PAD.
“Ke depan, kami harapkan pemerintah daerah bisa lebih fokus mengoptimalkan PAD, agar tidak terlalu bergantung pada transfer pusat, apalagi dengan kondisi efisiensi anggaran saat ini,” katanya. RZ
Editor : Herdi Pasai
Berita Terkait
Berita Terbaru
Kemenag Kampar Perkuat K-OMICE, Dorong Kompetensi Guru dan Standarisasi Pembelajaran
- Kampar
- 23 April 2026 15:41 WIB
Di Balik Capaian Pajak 2025, DPRD Kampar Temukan Potensi PAD Belum Tergarap
- Kampar
- 23 April 2026 15:31 WIB
Bapenda Kampar Catat Peningkatan Penerimaan Pajak Daerah 2025
- Kampar
- 22 April 2026 19:09 WIB
Dikukuhkan Langsung Ketua MPC, Irwanto Siap Besarkan Pemuda Pancasila Rambah Hilir
- Rohul
- 22 April 2026 18:55 WIB
Kakan Kemenag Kampar Tekankan Integritas dan Keadilan Soal
- Kampar
- 22 April 2026 16:15 WIB
Diduga Pohan Cs Mengancam dan Menakuti Anak di Bawah Umur, Dengan Cara Adu Domba, Fitnah Melayu
- Inhu
- 22 April 2026 15:28 WIB
Pemkab Siak dan Utusan Presiden Luruskan Informasi Dokter Spesialis, Pelayanan Harus Tetap Berjalan
- Siak
- 22 April 2026 10:50 WIB
BNI dan HPPI Inhil: Menjahit Napas Baru untuk Lapak-Lapak yang Tak Pernah Tidur
- Inhil
- 21 April 2026 13:46 WIB
DPRD Kampar Tuntaskan Pembahasan LKPj 2025, Beri Rekomendasi Strategis untuk Perbaikan Kinerja
- Kampar
- 21 April 2026 06:09 WIB
Waspada! Modus Baru Penipuan Haji Gunakan Link WhatsApp
- Kampar
- 20 April 2026 20:13 WIB
DPRD Kampar Soroti Nasib 68 Guru Bantu, Honor Belum Dibayar 4 Bulan
- Kampar
- 20 April 2026 20:08 WIB
