Nasi Tumpeng Ubi Jadi Primadona Festival Kulim, Warga Antusias Olah Komoditas Lokal

PEKANBARU – Kreativitas warga Kecamatan Kulim dalam mengolah ubi kayu menjadi aneka makanan menarik perhatian dalam Festival Olahan Makanan Berbahan Dasar Ubi Kayu yang digelar di halaman Kantor Camat Kulim, Minggu (7/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi ke-242 Kota Pekanbaru dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK.

Sebanyak 42 peserta menampilkan beragam kreasi kuliner berbahan dasar ubi kayu, mulai dari kue tradisional, camilan modern, hingga sajian utama yang dikreasikan secara unik dan menarik.

Salah satu yang mencuri perhatian pengunjung adalah nasi tumpeng ubi karya Ani (49), warga Kecamatan Kulim. Dengan tampilan menyerupai nasi tumpeng pada umumnya, sajian tersebut menggunakan ubi kayu sebagai bahan utama yang diolah sedemikian rupa sehingga memiliki cita rasa khas.

Ani mengaku terinspirasi memanfaatkan potensi lokal yang melimpah di wilayahnya. Menurutnya, ubi kayu tidak hanya dapat diolah menjadi makanan ringan, tetapi juga menjadi hidangan utama yang memiliki nilai jual tinggi.

“Saya ingin menunjukkan bahwa ubi kayu bisa diolah menjadi makanan yang menarik dan bernilai ekonomis. Nasi tumpeng ubi ini merupakan bentuk inovasi agar masyarakat semakin mencintai produk lokal,” ujar Ani.

Ia mengaku senang dapat mengikuti festival yang memberikan ruang bagi masyarakat untuk berkreasi sekaligus memperkenalkan kuliner berbahan dasar ubi kepada khalayak yang lebih luas.

“Melalui kegiatan seperti ini, kami bisa saling berbagi ide dan pengalaman. Harapannya, olahan ubi semakin dikenal dan dapat menjadi peluang usaha bagi masyarakat,” tambahnya.

Camat Kulim Fajri Adha mengatakan festival tersebut sengaja digelar untuk mengangkat potensi lokal daerah yang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra penghasil ubi kayu di Kota Pekanbaru.

“Kulim memiliki potensi ubi kayu yang cukup besar. Karena itu, kami mengadakan festival makanan olahan berbahan dasar ubi agar masyarakat semakin mengenal dan memanfaatkan komoditas lokal ini,” kata Fajri.

Festival kuliner tersebut mendapat perhatian besar dari masyarakat yang hadir. Selain menikmati beragam sajian olahan ubi, pengunjung juga dapat melihat langsung inovasi warga dalam mengembangkan bahan pangan lokal menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

Kegiatan semakin semarak dengan pelaksanaan jalan santai yang diikuti sekitar 2.000 peserta serta pembagian 242 hadiah doorprize, mulai dari beras hingga hadiah utama berupa kulkas, sepeda, dan mesin cuci.

Melalui festival ini, Pemerintah Kecamatan Kulim berharap ubi kayu tidak hanya menjadi komoditas pertanian, tetapi juga berkembang menjadi identitas kuliner lokal yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Milla

Editor : Reza MF
Tag : # makanan



Bagikan

Berita Terbaru