Inhil Ingin Program Desa Tak Hanya di Kertas, tapi Hidup di Rumah Warga
TEMBILAHAN – Pagi itu, ruang Bimtek di Tembilahan dipenuhi perempuan-perempuan tangguh dari berbagai penjuru Indragiri Hilir. Ada yang datang dari pesisir, ada yang menempuh jalan tanah dari pedalaman, membawa catatan lusuh dan semangat yang tak mau padam. Mereka adalah kader dan pengurus PKK, orang-orang yang setiap hari bekerja tanpa sorotan, demi keluarga dan desa yang lebih baik.
Selama dua hari, 5–6 Mei 2026, Pemerintah Kabupaten Inhil melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) menggelar Bimbingan Teknis dan Evaluasi 10 Program Pokok PKK sekaligus penguatan kelembagaan desa. Bukan sekadar rapat rutin, kegiatan ini menjadi ruang menimba ilmu dan menyegarkan kembali semangat pengabdian.
Hadir dalam pembukaan, Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Inhil Safarina Tantawi. Kehadirannya memberi energi tersendiri bagi para peserta. Bagi para kader, melihat pimpinan PKK turun langsung adalah tanda bahwa kerja mereka di desa dilihat, dihargai, dan didukung.
Tujuan Bimtek sederhana namun fundamental: meningkatkan pemahaman dan kapasitas kader PKK dalam menjalankan 10 program pokok, sekaligus memperkuat peran Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) sebagai mitra strategis pemerintah desa. Karena pembangunan yang baik, kata para pemateri, harus dimulai dari rumah tangga.
Kepala Dinas PMD Inhil Yuliargo membuka materi dengan menjelaskan posisi LKD. Menurutnya, LKD dibentuk atas prakarsa pemerintah desa bersama masyarakat, bukan titipan dari luar. Ada syarat yang harus dipenuhi: berlandaskan Pancasila dan UUD 1945, berkedudukan di desa atau kelurahan setempat, memberi manfaat nyata bagi masyarakat, memiliki kepengurusan tetap, serta tidak berafiliasi dengan partai politik.
“LKD harus mampu menjadi mitra strategis pemerintah desa dalam mendorong pembangunan dan pemberdayaan masyarakat,” tegas Yuliargo. Ia menekankan, hubungan kerja LKD dengan pemerintah desa adalah kemitraan. Dengan BPD, bersifat konsultatif. Dengan lembaga kemasyarakatan lain, bersifat koordinatif. Pola ini, katanya, penting agar tidak ada lembaga yang berjalan sendiri-sendiri.
Para kader mendengarkan dengan serius. Bagi mereka, LKD bukan sekadar struktur di atas kertas. Di banyak desa, LKD adalah tempat warga berkumpul merancang kegiatan posyandu, kerja bakti, pelatihan keterampilan ibu-ibu, hingga gerakan menanam di pekarangan.
Materi kemudian beralih ke 10 program pokok PKK. Satu per satu dibahas ulang, bukan untuk dihafal, tapi untuk dipahami maknanya dalam kehidupan sehari-hari. Program pengembangan kehidupan berkoperasi, misalnya, diharapkan bisa menumbuhkan kebiasaan menabung dan saling bantu antar ibu rumah tangga. Program pelestarian lingkungan hidup diingatkan kembali agar tak hanya jadi tema saat Hari Lingkungan, tapi menjadi kebiasaan membuang sampah dan menanam pohon. Program perencanaan sehat dalam keluarga diulang agar setiap rumah tangga paham gizi seimbang dan pentingnya imunisasi.
“Melalui program PKK, kita harapkan kesejahteraan keluarga dan kualitas hidup masyarakat dapat terus meningkat,” ujar Yuliargo. Kalimat itu disambut anggukan para kader. Mereka tahu, perubahan besar sering kali dimulai dari hal kecil di dapur, di halaman rumah, dan di posyandu.
Diskusi berlangsung hangat. Beberapa kader berbagi kendala di lapangan: sulit mengajak warga ikut kegiatan, terbatasnya dana, hingga minimnya akses informasi. Materi Bimtek memberi jawaban praktis dan ruang saling menguatkan antar sesama kader dari desa berbeda.
Di akhir kegiatan, harapan besar dititipkan. Pemkab Inhil berharap, setelah kembali ke desa masing-masing, para kader mampu mengoptimalkan peran kelembagaan desa dan menjalankan program PKK dengan lebih hidup. Bukan hanya laporan, tapi perubahan yang bisa dirasakan warga.
Bagi para perempuan yang pulang membawa tas berisi modul dan oleh-oleh ilmu itu, Bimtek dua hari di Tembilahan bukan akhir. Ia adalah awal dari kerja-kerja panjang di kampung halaman—kerja yang senyap, tapi menentukan arah kesejahteraan keluarga di Indragiri Hilir. (Adv)
Editor : Reza MF
Berita Terkait
Berita Terbaru
Personil Polsek Enok Imbau Warga Optimalkan Lahan untuk Hasil Panen
- Inhil
- 07 Juni 2026 22:41 WIB
Jadi Sahabat Petani, Polsek Enok Dorong Warga Enok Rawat Cabe Rawit dan Serai Secara Rutin
- Inhil
- 07 Juni 2026 22:24 WIB
Nasi Tumpeng Ubi Jadi Primadona Festival Kulim, Warga Antusias Olah Komoditas Lokal
- Traveliner
- 07 Juni 2026 20:29 WIB
Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Keritang Monitoring Tanaman Padi
- Inhil
- 07 Juni 2026 20:21 WIB
Seorang Pria 64 Tahun warga Selatpanjang timur di Ditemukan Meninggal Dunia, Dikamar penginapan
- Hukrim
- 07 Juni 2026 19:56 WIB
Sikapi Gejolak Ekonomi, Bendahara Umum HMI Cabang Batam Desak Pemerintah Peka dan Responsif Terhadap Jeritan Rakyat
- Batam
- 07 Juni 2026 17:25 WIB
Pendaftaran Sertifikasi Kompetensi Peserta MagangHub Batch 2 Dibuka, Tingkatkan Daya Saing Lulusan
- Nasional
- 07 Juni 2026 16:51 WIB
Transaksi Digital Dorong Pertumbuhan Ekonomi UMKM, Rumah Madu Wilbi Rasakan Kemudahan
- Ekonomi
- 07 Juni 2026 16:40 WIB
BKMT Riau Siapkan Sekolah Lansia Amal Ikhlas, Hadirkan Ruang Belajar Sepanjang Hayat bagi Lansia
- Pendidikan
- 07 Juni 2026 13:28 WIB
Raymond Indra/Nikolaus Joaquin Bidik Gelar Juara Polytron Indonesia Open 2026
- Olahraga
- 07 Juni 2026 13:17 WIB
Wakil Ketua DPRD Kampar Iib Nursaleh Minta Pemkab Pantau Kesehatan Jemaah Haji Pasca Kepulangan
- Kampar
- 07 Juni 2026 12:09 WIB
Hotspot di Riau Meningkat Jadi 60 Titik, BMKG: Hujan Masih Berpotensi Terjadi
- Riau
- 07 Juni 2026 10:04 WIB
Dua Jamaah Masih Dirawat, 430 Jamaah Haji Kampar Sudah Kembali ke Tanah Air
- Kampar
- 07 Juni 2026 08:26 WIB
Veda Ega Tetap Optimistis Meski Kena Long Lap Penalty di Balaton Park
- Olahraga
- 07 Juni 2026 07:04 WIB
Veda Ega Pratama Dijatuhi Long Lap Penalty di Moto3 Hungaria, Posisi Start Tetap Kesembilan
- Olahraga
- 07 Juni 2026 06:39 WIB
Jonatan Christie Lolos ke Final Indonesia Open 2026, Indonesia Berpeluang Raih Dua Gelar
- Olahraga
- 07 Juni 2026 06:17 WIB
