PLN sukses amankan pasokan listrik selama kunjungan Presiden di Papua
Jayapura- Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi keberadaan Desa Berdaya 'Taman Inspirasi Wajah Indonesia Baru' (Waibu)" program tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL) PT PLN (Persero). Hal ini disampaikan Presiden Jokowi saat mengunjungi Agro Edu Tourism di Kampung Kwadeware, Distrik Waibu dalam rangkaian kunjungannya di Jayapura, Papua, Jumat (7/7) lalu.
Dalam kesempatan itu, Presiden melihat langsung produksi tanaman hidroponik, fresh mart hingga produksi pakan ayam, farming lab, green house, bed garden, hingga peternakan ayam pedaging.
Presiden Jokowi mengingatkan pentingnya produksi suatu komoditas dengan memperhatikan permintaan dari pasar.
“Yang terpenting saya ingatkan tadi berangkatnya harus dari pasar, pasar permintaannya apa? pasar demand-nya apa? Kemudian baru ke produksinya,” kata Presiden.
General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Maluku dan Papua, Sukahar mengatakan, sebagai Badan Usaha Milik Negara, PLN berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat. Karena itu, program TJSL PLN ditujukan agar memberi dampak pada kehidupan masyarakat.
"Sesuai dengan prinsip tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDG's), PLN hadir langsung untuk masyarakat dan lingkungan. Melalui program Desa Berdaya ini kami hadir memberikan dampak luas bagi masyarakat sekitar," ujar Sukahar.
Program pengembangan desa ini merupakan hasil kerja sama PLN dengan Komunitas Kitorang. Ketua Komunitas Kitorang, Efra Ramandey mengatakan, program ini sangat bermanfaat untuk menggerakkan perekonomian di distrik tersebut.
“Program hasil kerja sama, salah satunya dengan PLN ini, bertujuan untuk mengembangkan ekosistem pertanian, yang dimulai dari hulu sampai ke hilir. Tentu ini menjadi wadah untuk mengedukasi masyarakat bahwa pengembangan pertanian dapat dilakukan melalui teknologi hidroponik," ungkap Efra.
Menurut Efra, di Waibu Argo Edu Tourism ini terdapat beberapa tempat pengembangan pertanian, perikanan, serta peternakan yang dilakukan menggunakan teknologi. Efra berharap program ini juga akan membuka lapangan pekerjaan dan menggerakan kegiatan pertanian yang ada di Kampung Kwadeware, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura.
“Bagi anak muda Papua, tentunya ini menjadi hal yang menarik, di mana pengembangan ini dilakukan dengan sentuhan teknologi dan sentuhan pariwisata. Semoga ini menjadi pionir-pionir pertanian yang ada di Papua,” ujarnya. Adv
Editor : Herdi Pasai
Berita Terkait
Berita Terbaru
Kemenag Kampar Perkuat K-OMICE, Dorong Kompetensi Guru dan Standarisasi Pembelajaran
- Kampar
- 23 April 2026 15:41 WIB
Di Balik Capaian Pajak 2025, DPRD Kampar Temukan Potensi PAD Belum Tergarap
- Kampar
- 23 April 2026 15:31 WIB
Bapenda Kampar Catat Peningkatan Penerimaan Pajak Daerah 2025
- Kampar
- 22 April 2026 19:09 WIB
Dikukuhkan Langsung Ketua MPC, Irwanto Siap Besarkan Pemuda Pancasila Rambah Hilir
- Rohul
- 22 April 2026 18:55 WIB
Kakan Kemenag Kampar Tekankan Integritas dan Keadilan Soal
- Kampar
- 22 April 2026 16:15 WIB
Diduga Pohan Cs Mengancam dan Menakuti Anak di Bawah Umur, Dengan Cara Adu Domba, Fitnah Melayu
- Inhu
- 22 April 2026 15:28 WIB
Pemkab Siak dan Utusan Presiden Luruskan Informasi Dokter Spesialis, Pelayanan Harus Tetap Berjalan
- Siak
- 22 April 2026 10:50 WIB
BNI dan HPPI Inhil: Menjahit Napas Baru untuk Lapak-Lapak yang Tak Pernah Tidur
- Inhil
- 21 April 2026 13:46 WIB
DPRD Kampar Tuntaskan Pembahasan LKPj 2025, Beri Rekomendasi Strategis untuk Perbaikan Kinerja
- Kampar
- 21 April 2026 06:09 WIB
Waspada! Modus Baru Penipuan Haji Gunakan Link WhatsApp
- Kampar
- 20 April 2026 20:13 WIB
DPRD Kampar Soroti Nasib 68 Guru Bantu, Honor Belum Dibayar 4 Bulan
- Kampar
- 20 April 2026 20:08 WIB
