Sekilas Tentang Event Wisata Sampan Leper di Bumi Hamparan Kelapa Dunia
Selain Pantai Solop, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau juga memiliki wisata tahunan andalan yakni Pacu Sampan Leper. Pacu Sampan Leper yang dilaksanakan setiap satu tahun ini dilaksanakan di Sungai Indragiri tepatnya di Sungai Luar , Kelurahan Tembilahan Hilir, Kecamatan Tembilahan.
Salah seorang tokoh masyarakat di Tembilahan bercerita tentang sejarah singkat lahirnya Sampan Leper itu. Dulu katanya, di kawasan Pekan Arba merupakan tempat rekreasi bagi mayarakat Kota Tembilahan, karena lokasinya ini berdekatan dengan Kota Tembilahan. Kawasan ini terdapat di pinggir Sungai Batang Sebatu yang dari tahun ke tahun mengalami pendangkalan dan mengakibatkan hubungan/transportasi antara Pekan Arba dengan desa-desa seberangnya menjadi sulit.
Karena sulitnya hubungan ini, maka masyarakat berusaha mengatasinya dengan membuat sampan atau perahu yang berbentuk leper atau rata di bagian bawahnya dan dapat berjalan serta meluncur di pantai lumpur maupun di atas air, sehingga sampai sekarang dijadikan sebagai alat transportasi.
Pacu Sampan Leper ini diselenggarakan oleh Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata Kabupaten Indragiri Hilir (inhil). Jika Pacu Jalur di Kuansing di atas sungai yang berair, maka sebaliknya untuk Pacu Sampan Leper.
Sampan leper ini merupakan perahu yang memiliki ukuran 1 x 3 meter dengan lantai dasar yang memiliki permukaan pipih dan datar. Hal itu sebagai penyesuaian agar dapat digunakan di atas air maupun lumpur.
Perlombaan Sampan Leper diadakan di kawasan wisata Kuala Getek Tembilahan dan diikuti oleh perwakilan seluruh kecamatan yang ada di Inhil. Pemerintah Kabupaten Inhil menyatakan akan terus mempertahankan kebudayaan Sampan Leper ini agar dikenal hingga ke seluruh pelosok negeri.
Pacu Sampan Leper dahulunya sering digelar di Pekan Arba, Kecamatan Tembilahan. Namun karena terjadi pendangkalan Sungai Batang Tuaka, maka pemerintah setempat memindahkan event ini di Kawasan Wisata Kuala Getek, Sungai Luar, Kecamatan Batang Tuaka.
Sungai luar, satu cabang Sungai Indragiri yang luasnya mencapai 150 meter, tempat lomba sampan lemper itu diadakan tiga kilometer jaraknya dari Tembilahan. Bila surut, airnya kering tempas sama sekali. Yang tinggal bukan pasir yang bisa membuat penduduk mudah berjalan kaki untuk menyebrangnya, tetapi adalah lumpur yang lunak dan cair.
Lomba pacu sampan leper ini hampir sama dengan lomba berenang. Ada berbagai gaya. Ada gaya duduk, gaya nyamping, gaya jongkok, dan adapula gaya dorong belakang. Pesertanya ada putra, ada putri, dan ada pula yang double dan double campur.
Sebenarnya dalam menentukan pelaksanaan pacu sampan leper ini tak mudah karena harus berdasarkan perhitungan alam, yang tidak dapat diadakan sesuai keinginan, yakni melihat kondisi pasang surut air di Sungai Indragiri. Pacu sampan leper ini hanya bisa dilakukan antara bulan Juli sampai dengan bulan Agustus yakni pada saat kondisi air sedang surut.
Perlombaan ini bukan main serunya. Sebab bukan saja ketangkasan para pemacu yang menjadi daya tariknya, tetapi juga peserta yang kurang terlatih berkayuh atau berpacu di atas yang bukan sekali-dua kali tersungkur ke dalam lumpur. Apabila mereka jatuh, sorak soraipun makin berkepanjangan. Sementara yang jatuh ke lumpur badannya, dari rambut sampai ujung kaki, penuh berlapiskan kubangan. Yang tampak hanya mata terkebil-kebil dengan giginya yang nyengir.
Pacu sampan leper merupakan suatu objek wisata tahunan Kabupaten Inhil, dan merupakan perlombaan yang langka di dunia, karena arena yang digunakan permukaan lumpur bukan di atas permukaan air.
Karena pekerjaan begini berawal dari Suku Laut di kuala Indragiri, saban kali lomba, orang-orang suku lautpun ikut berpartisipasi. Dan memang merekalah yang lebih sigap di atas lumpur. Setiap perlombaan pacu sampan leper sering kali mereka yang memenangkannya. Hingga saat ini budaya pacu sampan leper masih tetap terjaga dan terus dikembangkan oleh Pemkab Inhil melalui Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata. Galeri





Editor : Herdi Pasai
Berita Terkait
Berita Terbaru
Mendagri Tekankan Pentingnya Kebijakan Pembangunan Berbasis Data
- Nasional
- 15 Juni 2026 19:22 WIB
Polda Riau Bongkar Jaringan Curanmor
- Hukrim
- 15 Juni 2026 18:52 WIB
Agro Siak Farm, Destinasi Wisata Petik Melon Premium
- Traveliner
- 15 Juni 2026 17:12 WIB
Enam Bulan Tak Digaji, Guru Bantu Mengadu ke DPRD Kampar
- Pendidikan
- 15 Juni 2026 16:00 WIB
Kapolsek Keritang Dorong Ketahanan Pangan, Kanit Samapta Sambangi Lahan Padi Warga di Kotabaru Reteh
- Inhil
- 15 Juni 2026 15:47 WIB
Komisi III DPRD Kampar Pertanyakan PAD DPMPTSP, Kadis Refizal Absen
- Kampar
- 15 Juni 2026 15:42 WIB
Bhabinkamtibmas Desa Petalongan Sambangi Peternakan Kambing Warga dalam Mendukung Ketahanan Pangan
- Inhil
- 15 Juni 2026 15:37 WIB
Pemprov Riau Gencarkan Operasi Pasar Murah
- Ekonomi
- 15 Juni 2026 14:19 WIB
Liga Sepak Takraw Karimun 2026 Berakhir Sukses, Wabup Rocky: Cetak Atlet Berprestasi dan Berkarakter
- Karimun
- 15 Juni 2026 12:27 WIB
Mental Petarung Samurai Biru Paksa Belanda Berbagi Poin
- Olahraga
- 15 Juni 2026 12:11 WIB
Amsakar-Li Claudia Sampaikan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025, DPRD Apresiasi Capaian Opini WTP ke-14
- Batam
- 15 Juni 2026 07:40 WIB
Ini Rincian Lengkap Fasilitas Sekolah Rakyat di Kuansing, Miliki 20 Unit Bangunan Terpadu
- Pendidikan
- 15 Juni 2026 07:35 WIB
Jerman Pesta Gol, Hancurkan Debutan Curacao
- Olahraga
- 15 Juni 2026 05:52 WIB
Bhabinkamtibmas Desa Petalongan Sambangi Kebun Cabai Warga, Dukung Program Ketahanan Pangan
- Inhil
- 14 Juni 2026 20:23 WIB
Karimun Dibidik Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru Kepri, Iskandarsyah Paparkan Strategi Besar di Forum Nasional.
- Karimun
- 14 Juni 2026 20:22 WIB
