Bupati Natuna Tinjau Normalisasi Sungai, Perkuat Upaya Cegah Banjir di Sebadai Ulu dan Limau Manis

Natuna,resonansi.co  – Pemerintah Kabupaten Natuna terus memperkuat langkah mitigasi bencana banjir melalui program normalisasi sungai di Desa Sebadai Ulu dan Desa Limau Manis. Kegiatan yang dikerjakan oleh Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) tersebut merupakan tindak lanjut dari usulan pemerintah daerah guna mengatasi persoalan luapan sungai yang selama bertahun-tahun mengancam permukiman warga saat musim hujan.

Untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai target, Bupati Natuna Cen Sui Lan didampingi Wakil Bupati Jarmin Sidik serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Agus Supardi turun langsung meninjau lokasi pekerjaan, Rabu (17/6/2026).

Peninjauan dilakukan guna melihat progres pelebaran dan pendalaman alur sungai yang diharapkan mampu meningkatkan kapasitas tampung air sekaligus mengurangi risiko banjir di kawasan terdampak.

Di Desa Sebadai Ulu, normalisasi sungai dilakukan sepanjang 6 kilometer dengan lebar sekitar 4 meter dan kedalaman 1,5 meter. Sementara di Desa Limau Manis, pekerjaan serupa dilaksanakan sepanjang 2 kilometer sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir yang lebih komprehensif.

“Kami ingin memastikan pekerjaan ini berjalan sesuai rencana dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Harapannya, risiko banjir yang selama ini menjadi persoalan dapat diminimalkan,” ujar Cen Sui Lan saat meninjau lokasi.

Selain memastikan kualitas pekerjaan, Bupati juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan menjaga kebersihan dan kelestarian sungai. Menurutnya, keberhasilan program normalisasi tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga kesadaran bersama dalam menjaga lingkungan agar fungsi sungai tetap optimal.

Cen Sui Lan mengungkapkan, masih terdapat sejumlah titik yang menghadapi kendala akses akibat padatnya kawasan permukiman. Karena itu, diperlukan sosialisasi yang berkelanjutan dan langkah-langkah lanjutan yang terukur agar program pengendalian banjir dapat berjalan maksimal.

Ia menambahkan, kunjungan lapangan tersebut juga menjadi bagian dari proses pemetaan dan identifikasi wilayah rawan banjir yang nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan prioritas pembangunan infrastruktur pengendalian banjir di masa mendatang.

“Data dan kondisi lapangan menjadi acuan penting agar penanganan yang dilakukan benar-benar tepat sasaran dan mampu memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat,” jelasnya.

Usai meninjau normalisasi sungai di Desa Sebadai Ulu, rombongan melanjutkan kunjungan ke Desa Limau Manis untuk melihat kondisi drainase yang telah selesai dibangun. Kunjungan tersebut menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Natuna dalam memperkuat infrastruktur dasar sekaligus meningkatkan ketahanan wilayah terhadap ancaman banjir yang kerap terjadi saat curah hujan tinggi.

Melalui berbagai langkah strategis tersebut, Pemkab Natuna berharap masyarakat dapat merasakan manfaat nyata dari pembangunan infrastruktur yang berorientasi pada keselamatan, kenyamanan, dan keberlanjutan lingkungan. (Zaki

Editor : Reza MF



Bagikan

Berita Terbaru