Dipanggil Sebagai Saksi Atas Kasus yang Tidak Ia Ketahui, Tanjung Akan Laporkan Camat Karimun
KARIMUN, RESONANSI.CO_ Merasa dirinya dilibatkan atas kasus dugaan pemerasan yang dilakukan oknum Pengacara dan Wartawan terhadap Camat yang mengakibatkan dirinya dipanggil sebagai saksi oleh penyidik Polres Karimun, Ahmad Iskandar Tanjung kesal dan keberatan dirinya dipanggil sebagai saksi atas kasus yang tidak ia ketahui.
Keberatan. tersebut disampaikan oleh Kuasa Hukum Ahmad Iskandar Tanjung, Ronald Reagen Barimbing.
Menurut Ronald pemanggilan terhadap kliennya tidak tepat sasaran karena klien nya tersebut tidak mengetahui atas kasus Yeng terjadi, sehingga jika dipaksakan akan merugikan klien nya hingga bisa berakibat menjadi tersangka.
"Sebagai warga negara yang baik kami datang ke Polres Karimun atas panggilan polisi yakni unit Pidum Polres Karimun, yang mana dalam panggilan tersebut klien kami tidak bersedia dimintai keterangannya sebagai saksi. Karena kami menilai pihak penyidik Polres Karimun keliru dalam hal melakukan panggilan terhadap klien kami. Untuk itu kami minta dengan tegas pihak penyidik unit Pidum polres Karimun agar belajar hukum acara pidana karena panggilan kepada klien kami sebagai saksi tidak sah," ujar Ronald Reagen Barimbing dengan tegas, Rabu 23 April di Mapolres Karimun, Kabupaten Karimun.
Lebih lanjut dikatakannya, dalam pasal 1 angka 6 kitab undang undang hukum acara pidana, pengertian saksi dijelaskan seseorang yang memberi keterangan atas sebuah tindak pidana ditingkat penyidikan, penuntutan dan pengadilan atas sebuah tindak pidana yang ia lihat, yang ia dengar dan yang ia rasakan.
" Klien kami tidak melihat penangkapan tersebut yang berada di dua titik yakni di hotel 21 dan hotel Padi Mas dan klien kami juga tidak mengetahui dan tidak mendengar atas hal kasus tersebut. Sehingga klien kami menurut pasal 1 angka 6 tersebut tidak sah atau tidak bisa dikatakan sebagai saksi," ujarnya.
Ronald Reagen Barimbing meminta supaya penyidik Polres Karimun tidak memaksa kliennya, karena kalau itu terjadi bisa merugikan klien nya.
" Jadi penyidik polres Karimun unit Pidum Polres Karimun jangan lah memaksakan terhadap klien kami, karena jika hal ini dipaksakan klien kami ini akan jadi tersangka karena dapat diancam dengan memberikan keterangan palsu, karena peristiwa tersebut tidak di ketahui. Oleh sebab itu kami meminta kepada penyidik unit Pidum polres Karimun agar belajar hukum acara pidana demi tegaknya hukum dan keadilan khususnya di wilayah hukum polres Karimun ini," ujarnya.
Sementara itu, Ahmad Iskandar tanjung mengaku keberatan atas pemanggilan dirinya sebagai saksi, karena dirinya me WhatsApp Camat Karimun hanya untuk konfirmasi, karena dirinya adalah wartawan.
" Saya jurnalistik, saya punya id card, nama saya ada di redaksi, saya punya kantor. Saya me whatsApp Camat Karimun saya dilindungi undang undang pers tahun 1999 nomor 40 lebih spesifik lagi ditambah Pasal 18 ayat (1) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, menghalang halangi jurnalistik sanksi nya bisa berupa penjara maksimal dua tahun atau denda paling banyak Rp500 juta. Jadi saya meminta kepada penegak hukum agar melakukan penyidikan yang propesional jangan sampai ada indikasi membela sepihak," ujarnya.
Lanjut Tanjung, atas kejadian tersebut, dalam waktu dekat ini pihaknya akan melaporkan Camat Karimun ke Polda Kepri.
" Selanjutnya dari kejadian ini saya akan melaporkan Camat Karimun ke Polda terkait pembungkaman liputan, pembungkaman pers," tutupnya. RED/CW.
Editor : Nurdin Tambunan
Berita Terkait
Berita Terbaru
Mario Aji Tampil Positif di Kualifikasi Moto2 Malaysia, Start dari Posisi ke-11
- Olahraga
- 31 Oktober 2026 14:28 WIB
Veda Ega Pratama Start Kedelapan di Moto3 Malaysia, Siap Berburu Posisi Depan
- Olahraga
- 31 Oktober 2026 14:24 WIB
Rapimcab Demokrat Kampar Sepakati Sunardi DS sebagai Bakal Calon Ketua DPC
- Kampar
- 31 Oktober 2026 14:19 WIB
Meriahkan HUT Kabupaten Karimun ke 27 Tahun, Dispora Karimun Gelar Pertandingan Gasing
- Karimun
- 31 Oktober 2026 10:26 WIB
Resmikan Stroke Center, SF Hariyanto Dorong RSUD Arifin Achmad Tingkatkan Layanan Kesehatan
- Riau
- 30 Oktober 2026 21:07 WIB
Dinilai Dangkal Pahami Hak Jawab dan Hak Koreksi, Wilson Lalengke Sarankan Oknum Advokat PERSADI Kembali ke Kampus
- Inhil
- 30 Oktober 2026 20:19 WIB
Customer Service BRI BO TBK Berikan Pelayanan Ramah dan Solutif kepada Nasabah
- Karimun
- 30 Oktober 2026 15:57 WIB
Goro di Pantai Tok Ajang, Kapolda Kepri Suhendri Ajak Warga Jaga Kebersihan
- Kepri
- 30 Oktober 2026 13:26 WIB
Danau Rusa Jadi Magnet Wisata Petualangan, Pelantikan IOF Kampar Perkuat Promosi Wisata Alam
- Traveliner
- 30 Oktober 2026 13:17 WIB
Sambut Hari Sumpah Pemuda, PLN UPT Pekanbaru Perkuat Kompetensi Personel demi Keandalan Transmisi
- Nasional
- 30 Oktober 2026 13:13 WIB
Ditintelkam Polda Kepri Dorong Sinergi dan Kekompakan Pengurus Koperasi Merah Putih
- Batam
- 30 Oktober 2026 11:38 WIB
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026, Satlantas Polres Kepulauan Meranti Beri 135 Teguran terhadap pelanggar berlalu lintas
- Kepulauan Meranti
- 29 Oktober 2026 20:58 WIB
Kesepakatan Damai Jadi Titik Temu, Sdr. AM Terima Pengajuan RJ Sdr. AP
- Karimun
- 29 Oktober 2026 20:34 WIB
Usai Sosialisasi Bahaya Narkoba, Syahrul Aidi Kunjungi Sekretariat JMSI Kampar
- Kampar
- 29 Oktober 2026 17:36 WIB
Pemprov Riau Gelar Pemilihan Guru dan Kepala Sekolah PNS Berprestasi 2026
- Riau
- 29 Oktober 2026 16:06 WIB

