Haaland: Piala Dunia 2026 Mengubah Saya, Norwegia Siap Bersaing dengan Tim-Tim Besar

MIAMI – Perjalanan bersejarah Timnas Norwegia di Piala Dunia 2026 memang berakhir di babak perempat final. Namun, bagi Erling Haaland, turnamen ini menjadi titik balik yang mengubah dirinya sekaligus mengangkat nama Norwegia di panggung sepak bola dunia.

Norwegia harus mengakhiri kiprahnya setelah kalah 1-2 dari Inggris melalui babak perpanjangan waktu di Miami Stadium, Sabtu (11/7) waktu setempat. Pada laga tersebut, Jude Bellingham menjadi pahlawan The Three Lions dengan mencetak dua gol untuk membalikkan keadaan.

Kekalahan itu juga mengakhiri penampilan impresif Haaland yang sebelumnya tampil tajam dengan torehan tujuh gol dari empat pertandingan melawan Irak, Senegal, Pantai Gading, dan Brasil. Untuk pertama kalinya di turnamen ini, penyerang Manchester City itu gagal mencetak gol.

Meski tersingkir, Haaland mengaku tetap bangga dengan pencapaian Norwegia pada Piala Dunia pertamanya.

"Semua ini terasa tidak nyata. Saya rasa turnamen ini telah mengubah saya sebagai pribadi. Sulit mencerna semuanya saat ini, tetapi rasanya sangat istimewa bisa menjadi bagian dari Piala Dunia, sesuatu yang sebelumnya hanya saya saksikan dari luar," ujar Haaland dikutip dari FIFA, Senin (13/7/2026).

Ia mengatakan perjalanan Norwegia di Piala Dunia telah membangkitkan rasa bangga seluruh rakyat negaranya.

"Saya merasakan kebanggaan yang luar biasa. Saya terharu melihat bagaimana kami bermain, persatuan yang tercipta di Norwegia, serta kebahagiaan yang dirasakan semua orang," katanya.

              Inggris Berhasil Redam Haaland

Inggris sukses melakukan sesuatu yang gagal dilakukan lawan-lawan Norwegia sebelumnya, yakni membatasi ruang gerak Haaland sepanjang pertandingan.

Duet bek tengah Marc Guehi dan John Stones tampil disiplin menjaga striker berusia 25 tahun tersebut. Haaland hanya mampu mencatatkan dua tembakan tepat sasaran sebelum akhirnya ditarik keluar pada babak pertama perpanjangan waktu karena kelelahan.

Sepanjang pertandingan, ia membukukan tujuh operan sukses dari sembilan percobaan dan menempuh jarak lari sekitar 8,9 kilometer.

Penampilan itu jauh berbeda dibanding saat Norwegia menyingkirkan Brasil di babak 16 besar, ketika Haaland tampil lebih dominan dan menjadi ancaman nyata di lini depan.

                                Tatap Masa Depan

Meski gagal melaju ke semifinal, Haaland optimistis generasi emas Norwegia akan terus berkembang.

Menurutnya, keberhasilan mencapai perempat final telah menempatkan Norwegia sebagai salah satu tim yang patut diperhitungkan di level dunia.

"Kami telah menempatkan Norwegia di peta persaingan sepak bola dunia. Sekarang tugas kami adalah mempertahankan standar itu," ujarnya.

Haaland juga menilai kemenangan atas Brasil pada babak 16 besar menjadi bukti bahwa Norwegia mampu bersaing dengan tim-tim elite dunia.

"Kami membuktikan bisa mengalahkan salah satu tim terbesar di dunia. Memang kami kalah dari Inggris, tetapi mereka harus berjuang sangat keras untuk mengalahkan kami. Kami masih memiliki banyak kesempatan di Piala Dunia dan Euro berikutnya. Kami mempunyai generasi yang luar biasa," tutupnya.

(Reza)

Editor : Reza MF
Tag : # Sepakbola



Bagikan

Berita Terbaru