PBSI Sambut Positif Skema Anggaran Multiyears, Optimistis Perkuat Prestasi Bulutangkis Indonesia

JAKARTA – Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) menyambut positif rencana pemerintah menerapkan skema penganggaran multiyears untuk program pelatihan nasional (pelatnas). Kebijakan yang diusulkan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir serta mendapat dukungan Presiden Prabowo Subianto itu dinilai akan memperkuat pembinaan atlet secara berkelanjutan.

Sekretaris Jenderal PP PBSI Ricky Soebagdja mengatakan kepastian dukungan anggaran jangka panjang menjadi langkah strategis dalam menjaga kesinambungan pembinaan atlet sekaligus mempertahankan tradisi prestasi bulutangkis Indonesia di panggung dunia.

Menurut Ricky, selama ini PBSI telah menjalankan sistem pelatnas sepanjang tahun secara konsisten. Program tersebut menjadi fondasi lahirnya atlet-atlet yang mampu mengharumkan nama Indonesia di berbagai kejuaraan internasional.

"Pembinaan yang terpusat dan berkesinambungan merupakan fondasi utama dalam membentuk mental juara, meningkatkan kualitas teknik dan fisik atlet, serta menjaga kesiapan mereka untuk berkompetisi di level tertinggi," ujar Ricky dalam keterangan resmi, Kamis (25/6/2026).

Ia menilai skema multiyears akan memberikan kepastian bagi PBSI untuk menyusun program pembinaan jangka panjang secara lebih optimal. Selain itu, organisasi juga memiliki ruang lebih luas untuk meningkatkan kualitas fasilitas latihan, memperkuat penerapan sport science, hingga mengembangkan sistem pembinaan atlet yang lebih modern.

"Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah dan PBSI, kami optimistis Indonesia akan terus melahirkan atlet-atlet bulutangkis berkelas dunia yang mampu mengharumkan nama bangsa di berbagai ajang internasional, mulai dari SEA Games, Asian Games, Kejuaraan Dunia hingga Olimpiade," katanya.

Ricky menegaskan dukungan tersebut bukan sekadar pendanaan, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan olahraga Indonesia, khususnya cabang bulutangkis yang selama ini menjadi salah satu penyumbang prestasi terbesar di tingkat internasional.

Senada dengan itu, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Eng Hian menyebut kepastian anggaran menjadi kebutuhan utama dalam membangun atlet berprestasi. Menurutnya, proses mencetak pemain kelas dunia membutuhkan waktu panjang, konsistensi, serta perencanaan yang matang.

"Dukungan multiyears memungkinkan kami merancang program pembinaan secara lebih komprehensif dan terukur, mulai dari pengembangan atlet usia muda, peningkatan kualitas pelatihan, penguatan tim pendukung, hingga penyusunan kalender kompetisi internasional yang selaras dengan target prestasi," ujar Eng Hian.

Ia menjelaskan kepastian program juga akan memperkuat penerapan sport science, sport medicine, analisis performa, serta program pencegahan dan pemulihan cedera yang kini menjadi bagian penting dalam pembinaan atlet modern.

Dengan pendekatan berbasis data tersebut, PBSI berharap atlet nasional mampu mempertahankan performa terbaik secara konsisten dan lebih siap menghadapi persaingan ketat di level dunia.

Eng Hian optimistis dukungan pemerintah melalui skema multiyears akan memperkuat regenerasi atlet nasional sekaligus meningkatkan peluang Indonesia meraih gelar pada berbagai turnamen bergengsi, termasuk Kejuaraan Dunia dan Olimpiade.

PP PBSI meyakini sinergi antara pemerintah, federasi, pelatih, atlet, dan seluruh pemangku kepentingan akan menjadi fondasi penting dalam menjaga tradisi prestasi bulutangkis Indonesia sekaligus melahirkan generasi juara yang mampu bersaing di level internasional. Reza

Editor : Reza MF



Bagikan

Berita Terbaru