PLN Peduli Mangrove Berakit: Dari Akar yang Ditanam, Harapan Masyarakat Tumbuh
Bintan — Di pesisir Desa Berakit, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan, deretan akar mangrove mulai kembali menguatkan garis pantai. Di balik itu, tumbuh pula harapan baru bagi masyarakat.
Sejak Februari hingga Desember 2025, PT PLN (Persero) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli, bersama Yayasan Ecology Kepulauan Riau, menghadirkan upaya pemulihan ekosistem mangrove yang tidak hanya menyentuh lingkungan, tetapi juga kehidupan sosial ekonomi warga.
Program bertajuk PLN Peduli Ekosistem Mangrove Kampung Panglong Desa Berakit Kawasan Konservasi (KK) TWP Timur Pulau Bintan ini lahir dari kondisi pesisir yang semakin rentan. Dalam dua dekade terakhir, berkurangnya tutupan mangrove telah memicu abrasi, merusak habitat biota laut, serta menurunkan hasil tangkapan nelayan. Bagi masyarakat Berakit yang menggantungkan hidup pada laut, perubahan ini bukan sekadar isu lingkungan, melainkan persoalan keseharian.
Menjawab tantangan tersebut, sebanyak 15.000 bibit mangrove jenis Rhizophora stylosa ditanam di kawasan pesisir yang mengalami kerusakan. Jenis ini dipilih karena ketahanannya terhadap pasang surut serta kemampuannya menahan abrasi melalui struktur akar yang kokoh. Namun, program ini tidak berhenti pada penanaman.
PLN bersama mitra pelaksana mengedepankan pendekatan berbasis pemberdayaan masyarakat. Warga dilibatkan sejak awal, mulai dari penyediaan bibit, penanaman, hingga pemeliharaan. Melalui edukasi dan pelatihan teknis, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga pelaku utama dalam menjaga keberlanjutan ekosistem.
Dampak nyata mulai terasa. Kesadaran ekologis masyarakat meningkat, seiring pemahaman akan pentingnya mangrove sebagai pelindung alami pesisir dan penyerap karbon biru. Di sisi lain, program ini juga membuka ruang ekonomi baru, khususnya bagi kelompok perempuan. Melalui pelatihan ekonomi kreatif seperti ecoprint serta pengelolaan pembibitan mangrove, perempuan di Kampung Panglong kini memiliki alternatif sumber pendapatan yang berkelanjutan.
Perubahan ini menghadirkan efek berantai. Selain meningkatkan ekonomi keluarga, keterlibatan aktif masyarakat dalam rehabilitasi mangrove juga memperkuat rasa kepemilikan terhadap lingkungan. Partisipasi yang sebelumnya terbatas, kini berkembang menjadi gerakan bersama untuk menjaga pesisir.
General Manager PLN UIP3B Sumatera, Amiruddin, menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud komitmen PLN dalam menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan.
“PLN tidak hanya berfokus pada penyediaan listrik yang andal, tetapi juga berupaya menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat melalui program TJSL yang berdampak nyata. Di Desa Berakit, kami melihat bagaimana pemulihan lingkungan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama melalui peran aktif kelompok perempuan. Ini menjadi bukti bahwa kolaborasi dan pemberdayaan adalah kunci keberlanjutan,” ujarnya.
Ketua Dewan Pengurus Yayasan Ecology Kepulauan Riau, Tri Armanto, menambahkan bahwa keberhasilan program ini tidak lepas dari keterlibatan aktif masyarakat sebagai garda terdepan dalam menjaga ekosistem pesisir.
“Pendekatan yang dilakukan dalam program ini menempatkan masyarakat sebagai subjek utama. Kami melihat adanya perubahan pola pikir dan perilaku yang signifikan, terutama dalam menjaga mangrove sebagai aset bersama. Selain itu, penguatan kapasitas melalui pembibitan dan ekonomi kreatif seperti ecoprint memberikan alternatif penghidupan yang berkelanjutan bagi masyarakat,” jelasnya.
Program ini menunjukkan bahwa pemulihan lingkungan dapat berjalan seiring dengan penguatan ekonomi masyarakat. Dari akar mangrove yang ditanam, tumbuh ekosistem baru, bukan hanya bagi alam, tetapi juga bagi kehidupan sosial yang lebih tangguh dan berdaya.
Melalui PLN Peduli, PLN terus berkomitmen menghadirkan program TJSL yang berkelanjutan, adaptif terhadap tantangan perubahan iklim, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Upaya di Desa Berakit menjadi salah satu contoh bagaimana kolaborasi dan pemberdayaan dapat menghadirkan dampak yang berkelanjutan bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Adv
Editor : Herdi Pasai
Berita Terkait
Berita Terbaru
THR Tak Dibayar Penuh, Menaker Sidak Perusahaan di Semarang
- Nasional
- 01 April 2026 05:41 WIB
Kejari Rohil Gelar Coffee Morning Bersama Insan Pers, Firdaus Tekankan Sinergi dan Keterbukaan Informasi
- Rohil
- 01 April 2026 05:35 WIB
IBOS Expo 2026 Kembali Digelar Agustus, Targetkan 7.500 Pengunjung dan 120 Brand Peluang Bisnis
- Nasional
- 31 Maret 2026 19:24 WIB
Menaker Tekankan Peningkatan Layanan Kemnaker agar Lebih Mudah Diakses
- Nasional
- 31 Maret 2026 18:53 WIB
PLN Peduli Mangrove Berakit: Dari Akar yang Ditanam, Harapan Masyarakat Tumbuh
- Nasional
- 31 Maret 2026 18:48 WIB
Dari Trauma ke Kinerja: PT Patra Drilling Contractor Edukasi Karyawan Lewat Health Talk
- Nasional
- 31 Maret 2026 16:20 WIB
Lantik PAW Bapekam, Bupati Siak Tekankan Sinergi dan Pengawasan di Tengah Tekanan Fiskal
- Siak
- 31 Maret 2026 12:26 WIB
Sekretaris Komisi II DPRD Kepri Kritik Keras Rencana PSN Pulau Poto
- Kepri
- 31 Maret 2026 05:37 WIB
Bupati Afni Minta Kepsek Kawal Program Makan Bergizi Gratis
- Siak
- 30 Maret 2026 21:44 WIB
Tebar Manfaat Seraya Penuhi Hak WBP, Lapas Tembilahan gandeng BAZNAS Hadirkan Dampak nyata
- Inhil
- 30 Maret 2026 13:53 WIB
Gubernur Ansar Ahmad Pimpin Apel Perdana Pasca Idulfitri, Minta ASN Kepri Tingkatkan Kinerja
- Kepri
- 30 Maret 2026 13:39 WIB
