Ketahanan Pangan Jadi Wujud Nyata Pengabdian TNI kepada Masyarakat

JAKARTA – Keterlibatan TNI dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dinilai semakin menunjukkan orientasi nyata pada kepentingan rakyat. Berbagai program yang dijalankan tidak hanya berfokus pada aspek pertahanan negara, tetapi juga menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari sektor pertanian, peternakan, pengairan, hingga pembinaan sosial kemasyarakatan.

Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, menegaskan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat memiliki dimensi pengabdian yang lebih luas. Saat mengunjungi Yonif Teritorial Pembangunan 808/Mbaham Matta di Papua Barat, Rabu (27/5/2026), ia menekankan bahwa prajurit TNI harus mampu menjadi bagian dari solusi pembangunan daerah, termasuk dalam mendukung ketahanan pangan masyarakat.

“Kehadiran TNI tidak hanya bertugas menjaga pertahanan wilayah, tetapi juga membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Sjafrie.

Ia juga mengapresiasi berbagai program ketahanan pangan yang dijalankan prajurit melalui sektor pertanian dan peternakan, serta kegiatan sosial seperti pengobatan gratis dan pembinaan pendidikan bagi masyarakat sekitar.

Dukungan terhadap peran TNI dalam sektor pangan juga datang dari berbagai elemen masyarakat sipil. Serikat Tani Nelayan menilai keterlibatan TNI merupakan bentuk gotong royong nasional untuk mempercepat terwujudnya swasembada pangan dan memperkuat kemandirian bangsa di sektor strategis.

Ketua Umum PP STN, Ahmad Rifai, mengatakan kolaborasi antara TNI, petani, nelayan, dan pemerintah menjadi kunci utama keberhasilan program pangan nasional.

“Keterlibatan TNI dalam produksi pangan mencerminkan semangat gotong royong nasional untuk mewujudkan swasembada pangan,” katanya.

Menurut Ahmad Rifai, petani dan nelayan harus tetap menjadi subjek utama dalam setiap program pangan agar manfaat yang dihasilkan benar-benar berpihak kepada rakyat. Ia juga mendorong penguatan peran TNI Angkatan Laut dalam mendukung produksi garam nasional melalui sinergi dengan nelayan dan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Menurutnya, kerja sama tersebut dapat mempercepat target penghentian impor garam sekaligus meningkatkan kapasitas produksi nasional secara berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Maruli Simanjuntak, menegaskan bahwa sektor pertanian memiliki keterkaitan langsung dengan tugas pengabdian TNI kepada masyarakat. Pembangunan titik-titik pengairan serta keterlibatan prajurit di lapangan, kata dia, merupakan bagian dari upaya membantu petani agar tetap produktif, termasuk saat menghadapi tantangan bencana alam maupun keterbatasan infrastruktur.

Melalui berbagai program tersebut, kehadiran prajurit TNI di tengah masyarakat diharapkan mampu mempercepat pembangunan daerah, memperkuat kemandirian pangan nasional, serta memastikan agenda besar swasembada pangan memberikan manfaat nyata bagi petani, nelayan, dan seluruh rakyat Indonesia. Rilis

Editor : Nurdin Tambunan
Tag : # Nasional



Bagikan

Berita Terbaru