Piknik Dadakan, Menikmati Libur Panjang Tanpa Harus Pergi Jauh

BANGKINANG – Penghujung Mei 2026 menjadi momen yang dinanti banyak keluarga. Libur panjang yang bertepatan dengan Hari Raya Iduladha dan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni dimanfaatkan masyarakat untuk beristirahat sekaligus menghabiskan waktu bersama orang-orang terdekat.

Sebagian memilih bepergian ke luar daerah, bahkan ke luar negeri. Ada pula yang memanfaatkan libur dengan berwisata ke provinsi tetangga. Namun, tidak sedikit masyarakat yang memilih menikmati suasana liburan tanpa harus menempuh perjalanan jauh.

Di Kabupaten Kampar, salah satu lokasi yang ramai dikunjungi warga adalah Bukit Cadika, Bangkinang. Ruang terbuka hijau yang berada di jantung ibu kota kabupaten itu menjadi alternatif rekreasi sederhana namun tetap menyenangkan bagi keluarga.

Hamparan rumput hijau yang luas berpadu dengan deretan pohon pinus menciptakan suasana teduh dan sejuk. Di tengah cuaca panas yang beberapa pekan terakhir melanda wilayah Riau, Bukit Cadika menawarkan ketenangan yang sulit ditemukan di tengah hiruk-pikuk perkotaan.

Tak ada wahana permainan modern atau atraksi mewah. Namun justru kesederhanaan itulah yang menjadi daya tariknya. Banyak pengunjung datang hanya dengan membawa tikar dan bekal makanan dari rumah. Mereka duduk bersama keluarga, bercengkerama, menikmati semilir angin, serta membiarkan anak-anak berlari bebas di lapangan terbuka.

Pemandangan serupa terlihat hampir di setiap sudut Bukit Cadika selama libur panjang. Beberapa keluarga tampak menggelar tikar di bawah rindangnya pepohonan, sementara anak-anak bermain bola, bersepeda, atau sekadar berlarian di atas rumput.

Salah seorang pengunjung, Ipat (35), memilih menghabiskan waktu bersama suami dan kedua anaknya di Bukit Cadika. Menurutnya, lokasi tersebut menjadi pilihan yang tepat untuk rekreasi keluarga tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

"Libur panjang ini kami sengaja mengajak anak-anak ke sini. Tidak perlu jauh-jauh keluar kota, yang penting bisa berkumpul dan anak-anak senang bermain di alam terbuka," ujarnya, Senin (1/6/2026).

Ipat mengaku suasana Bukit Cadika membuat keluarganya merasa nyaman. Selain akses yang mudah, kawasan tersebut juga dinilai aman dan cocok untuk tempat bersantai.

"Kalau ke tempat wisata yang jauh tentu perlu biaya lebih besar dan perjalanan yang panjang. Di sini kami cukup membawa bekal dari rumah, gelar tikar, lalu menikmati waktu bersama keluarga. Anak-anak juga lebih bebas bermain," katanya.

Baginya, liburan tidak selalu identik dengan perjalanan mahal atau destinasi yang jauh. Kebersamaan dengan keluarga menjadi hal yang paling penting.

"Yang dicari sebenarnya bukan tempatnya, tetapi momennya. Selama bisa berkumpul dan membuat anak-anak bahagia, itu sudah menjadi liburan yang menyenangkan bagi kami," tambahnya.

Fenomena ramainya Bukit Cadika selama libur panjang menunjukkan bahwa ruang terbuka hijau masih menjadi kebutuhan masyarakat. Di tengah tren wisata modern, banyak warga justru merindukan tempat sederhana yang menawarkan ketenangan, udara segar, dan kesempatan untuk menikmati waktu berkualitas bersama keluarga.

Bagi warga Kampar, Bukit Cadika bukan sekadar ruang hijau di tengah kota. Di momen libur panjang seperti ini, kawasan tersebut menjelma menjadi tempat berkumpul, bercanda, dan menciptakan kenangan sederhana yang mungkin akan lebih lama diingat daripada perjalanan wisata yang jauh dan mahal. RZ

Editor : Reza MF
Tag : # Pariwisata



Bagikan

Berita Terbaru