Ayo Onam Kampar, Tradisi Ziarah Kubur Pererat Silaturahmi dan Tingkatkan Nilai Keimanan

BANGKINANG – Tradisi budaya dan keagamaan Ayo Onam di Kabupaten Kampar kembali digelar dengan penuh khidmat dan kebersamaan. Kegiatan yang identik dengan ziarah kubur ini menjadi momentum penting dalam mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan nilai keimanan masyarakat usai Hari Raya Idulfitri.

Bupati Kampar Ahmad Yuzar, S.Sos., M.T tampak antusias mengikuti rangkaian ziarah kubur dengan mendampingi perwakilan Gubernur Riau yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi, AP., M.Si, serta turut dihadiri Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho.

Didampingi Pj Sekda Kampar Ardi Mardiansyah, jajaran Forkopimda, serta para tokoh masyarakat, rombongan melakukan ziarah ke sekitar 15 lokasi pemakaman yang tersebar di Kecamatan Bangkinang. Kegiatan ini dilaksanakan dengan berjalan kaki dan ditutup di Masjid Mujahidin dengan salat berjamaah serta makan bersama.

Dalam arahannya, Sekda Provinsi Riau Syahrial Abdi menyampaikan bahwa tradisi Ayo Onam menjadi ajang silaturahmi, khususnya bagi masyarakat perantau yang kembali ke kampung halaman.

“Momentum Ayo Onam ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa setiap manusia akan kembali kepada Sang Khalik. Melalui ziarah kubur, kita dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa ziarah yang dilakukan dari makam ke makam di setiap kampung merupakan tradisi yang sarat makna religius dan sosial.

Sementara itu, Bupati Kampar Ahmad Yuzar menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh unsur pemerintah dan masyarakat yang turut memeriahkan tradisi tahunan tersebut.

“Kebersamaan dan kekompakan ini menjadi bukti kuat bahwa nilai-nilai sosial dan budaya di Kampar tetap terjaga dengan baik,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa tradisi Ayo Onam merupakan bagian penting dari warisan budaya yang harus terus dilestarikan sebagai identitas masyarakat Kampar.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho yang untuk pertama kalinya menghadiri perayaan ini mengaku terkesan dengan kekuatan tradisi yang ada di Kampar.

“Rasanya belum lengkap merayakan Idulfitri jika belum mengikuti Ayo Onam di Kampar. Kami juga merasa dekat, karena sebagian besar masyarakat Pekanbaru memiliki akar dari Kampar,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Agung Nugroho juga menyerahkan bantuan sebesar Rp20 juta untuk pembangunan masjid sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan di daerah.

Tokoh masyarakat Bangkinang, H. Zainal Abidin, menyampaikan bahwa semangat kebersamaan dalam Ayo Onam sangat luar biasa dan menjadi ajang memperkuat tali silaturahmi antarwarga.

“Alhamdulillah, melalui momen ini kita semua dapat berkumpul, mempererat persaudaraan, dan melanjutkan tradisi yang sudah turun-temurun,” ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut para kepala OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau dan Kabupaten Kampar, serta unsur Forkopimda.

Melalui perayaan Ayo Onam dan tradisi ziarah kubur ini, diharapkan nilai-nilai religius, kebersamaan, serta kecintaan terhadap budaya lokal terus tumbuh dan diwariskan kepada generasi mendatang.si terhadap perekonomian nasional,” tegasnya. Adv

Editor : Herdi Pasai
Tag : # Kampar



Bagikan