Bupati Kampar Tekankan Peran Ayah dalam Pendidikan Anak

BANGKINANG KOTA – Bupati Kampar Ahmad Yuzar menunjukkan komitmennya terhadap pendidikan keluarga dengan turut ambil bagian dalam Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak yang digagas secara nasional. 

Orang nomor satu di Kabupaten Kampar itu hadir langsung untuk mengambil rapor anaknya di SD Muhammadiyah Bangkinang, Kamis (25/6/2026).

Kehadiran Ahmad Yuzar menjadi bentuk dukungan nyata terhadap program yang diinisiasi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN).

Gerakan tersebut bertujuan meningkatkan keterlibatan ayah dalam proses pengasuhan sekaligus mengurangi fenomena fatherless atau minimnya peran ayah dalam tumbuh kembang anak.

Menurut Ahmad Yuzar, kehadiran ayah dalam setiap tahapan pendidikan anak memiliki makna yang jauh lebih besar dibanding sekadar memenuhi kewajiban sebagai pencari nafkah. Seorang ayah juga berperan sebagai pendamping, motivator, sekaligus teladan bagi anak-anaknya.

"Sebagai seorang ayah, saya ingin memberikan contoh bahwa pendidikan anak adalah tanggung jawab bersama. Kehadiran ayah saat mengambil rapor bukan sekadar menerima hasil belajar, tetapi juga menunjukkan perhatian, dukungan, dan kasih sayang kepada anak," ujarnya.

Ia menegaskan, keterlibatan ayah dalam pendidikan diyakini mampu meningkatkan rasa percaya diri anak, memperkuat komunikasi dalam keluarga, serta menjadi motivasi bagi anak untuk terus meningkatkan prestasi di sekolah.

Dalam kegiatan tersebut, Ahmad Yuzar bahkan menjadi ayah yang datang paling awal ke sekolah untuk mengambil rapor anaknya. Sikap itu mendapat apresiasi dari para guru maupun wali murid yang hadir.

Mereka menilai langkah Bupati Kampar tersebut menjadi contoh positif bagi para orang tua, khususnya para ayah, agar lebih aktif terlibat dalam perkembangan pendidikan anak. Kehadiran ayah di sekolah dinilai bukan sekadar simbolis, tetapi menjadi bentuk dukungan moral yang dapat memberikan dampak positif terhadap semangat belajar anak.

Melalui Gerakan Ayah Mengambil Rapor, Pemerintah berharap tercipta budaya pengasuhan yang lebih seimbang, di mana ayah dan ibu sama-sama mengambil peran aktif dalam mendampingi tumbuh kembang serta pendidikan anak demi menciptakan generasi yang berkualitas. Reza

Editor : Reza MF



Bagikan

Berita Terbaru