Finalis Puteri Indonesia 2026 Sebut Bagansiapiapi Destinasi Wisata Budaya Kelas Dunia

PEKANBARU – Festival Bakar Tongkang di Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, kembali memikat perhatian wisatawan, termasuk Finalis Puteri Indonesia 2026, Prima Yohana. Baginya, ritual budaya yang telah berlangsung turun-temurun itu bukan sekadar atraksi wisata, melainkan sarat nilai sejarah, spiritualitas, dan kebersamaan masyarakat.

Prima mengaku baru pertama kali menghadiri Festival Bakar Tongkang yang masuk dalam agenda Karisma Event Nusantara (KEN) 2026. Sebelum menyaksikan langsung prosesi tersebut, ia mencari tahu sejarah dan filosofi di balik ritual pembakaran replika kapal yang menjadi tradisi masyarakat Tionghoa di Bagansiapiapi.

"Saya bahkan sempat mencari tahu mengapa tongkang itu begitu sakral dan penting bagi masyarakat etnis Tionghoa di Bagansiapiapi. Ternyata memang ada narasi sejarah keselamatan leluhur yang luar biasa di baliknya," ujar Prima, Jumat ?3/7/2026).

Menurutnya, kemegahan festival tidak hanya terlihat dari prosesi arak-arakan replika tongkang, tetapi juga dari berbagai perlengkapan ritual seperti dupa dan lilin merah berukuran besar yang memiliki makna mendalam sebagai ungkapan rasa syukur kepada para dewa laut atas rezeki hasil tangkapan ikan.

Prima juga mengaku terkesan dengan semangat gotong royong masyarakat saat mengarak replika tongkang menuju lokasi pembakaran. Ribuan warga bergotong royong memikul tongkang tanpa memandang latar belakang maupun status sosial.

"Rasa kekeluargaan warga Bagansiapiapi sangat luar biasa. Mereka membaur tanpa memandang kasta sosial, semua merasakan kebahagiaan yang sama," katanya.

Momen paling berkesan baginya terjadi saat replika tongkang dibakar. Kepulan asap hitam yang membumbung tinggi menjadi puncak ritual yang disambut antusias ribuan masyarakat dan wisatawan.

"Ketika tongkang dibakar, asapnya banyak sekali, tapi jujur itu adalah hal paling seru yang saya saksikan. Walau cuaca siang itu sangat panas, saya tetap merasa sangat gembira dan terkesima," ungkapnya.

Tak hanya mengikuti festival, Prima juga menyempatkan diri mengunjungi sejumlah situs sejarah dan museum di Bagansiapiapi. Menurutnya, perpaduan ritual budaya, bangunan bersejarah, dan keramahan masyarakat menjadikan daerah tersebut memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata budaya unggulan Indonesia.

Ia menilai Bagansiapiapi menyimpan kekayaan cerita yang layak diperkenalkan kepada wisatawan domestik maupun mancanegara. Kehangatan masyarakat dalam menyambut para tamu semakin memperkuat daya tarik daerah pesisir tersebut.

Festival Bakar Tongkang sendiri merupakan tradisi budaya masyarakat Tionghoa di Bagansiapiapi yang telah berlangsung selama lebih dari satu abad.

Selain menjadi ritual penghormatan kepada leluhur, festival ini juga menjadi ikon pariwisata Kabupaten Rokan Hilir dan masuk dalam agenda Karisma Event Nusantara (KEN) yang setiap tahun menarik ribuan wisatawan dari berbagai daerah hingga mancanegara. Indra Sarip

Editor : Nurdin Tambunan
Tag : # Pariwisata



Bagikan

Berita Terbaru