Janji Ahmad Yuzar- Misharti Dipertanyakan, Penerima Insentif Guru MDA/PDTA Berkurang 600 Orang
BANGKINANG – Jumlah penerima insentif bagi guru Pendidikan Diniyah Takmiliyah Awaliyah (PDTA) atau Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) di Kabupaten Kampar pada tahun 2026 mengalami pengurangan signifikan. Tercatat lebih dari 600 orang guru tidak lagi masuk dalam daftar penerima dibandingkan tahun 2025.
Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama (Kemenag) Kampar, H. Maswir, MA, menegaskan bahwa kebijakan terkait insentif guru PDTA sepenuhnya berada di tangan Pemerintah Daerah (Pemda). Sementara pihak Kemenag hanya sebatas mengusulkan data penerima.
“Regulasi insentif PDTA ada di Pemerintah Daerah. Kemenag Kampar hanya bersifat mengusulkan. Kalau dari Kemenag tentu kita menginginkan semua guru PDTA bisa mendapatkan insentif,” ujar Maswir kepada wartawan di Bangkinang, Selasa (10/3/2026).
Maswir membenarkan adanya pengurangan penerima insentif pada tahun 2026 yang mencapai sekitar 600 orang, yang berasal dari kalangan guru PDTA maupun tenaga pengajar di pondok pesantren.
Menurutnya, pengurangan tersebut disebut-sebut berkaitan dengan kebijakan efisiensi anggaran daerah. Padahal, kata Maswir, besaran insentif yang diterima guru PDTA saat ini masih relatif kecil, yakni sekitar Rp300 ribu per orang.
“Dengan kondisi keuangan daerah saat ini, walaupun insentif tidak naik, harapan kita jumlah guru penerima jangan sampai dikurangi,” ungkapnya.
Berdasarkan data tahun 2025, jumlah penerima insentif tenaga pendidik keagamaan di Kabupaten Kampar tercatat sebanyak 3.810 orang, dengan rincian- Guru PDTA: 2.865 orang, Guru Pondok Pesantren: 210 orang, serta Guru RA, MI, MTs dan MA: 735 orang.
Sementara itu, pihak Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kampar melalui Sekretarisnya, Zulkifli, memberikan penjelasan berbeda terkait berkurangnya jumlah penerima insentif tersebut.
Menurut Zulkifli, pengurangan terjadi karena adanya perubahan status sebagian guru PDTA yang telah diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Selain itu, pihaknya juga menemukan adanya data ganda penerima insentif yang kemudian dilakukan penyempurnaan.
“Guru yang sudah diangkat menjadi PPPK tentu tidak bisa lagi menerima insentif tersebut. Selain itu ada juga data ganda yang kita sempurnakan, sehingga jumlah penerima berkurang,” jelasnya.
Namun demikian, Zulkifli tidak merinci secara pasti dari sekitar 600 guru yang berkurang tersebut, berapa jumlah yang telah diangkat menjadi PPPK maupun yang sebelumnya tercatat sebagai data ganda.
Kontras dengan Janji Pilkada
Pengurangan penerima insentif guru PDTA ini dinilai kontras dengan pernyataan pasangan Ahmad Yuzar – Misharti saat debat publik Pilkada Kampar 2024 lalu.
Dalam pernyataan penutup debat publik yang digelar di Ballroom Labersa Hotel, Siak Hulu, Sabtu (2/11/2024), Ahmad Yuzar saat itu menyampaikan komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan aparatur, termasuk guru-guru yang mengabdi di tingkat bawah.
“Peningkatan kualitas SDM tidak dapat dipisahkan dari peningkatan kesejahteraan aparatur, termasuk komitmen menaikkan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi ASN, PPPK, guru, tenaga kesehatan dan orang-orang yang mengabdikan diri kepada masyarakat pada tingkat paling bawah seperti insentif guru MDA, guru TK, guru PAUD dan kader Posyandu,” ujarnya saat debat tersebut.
Omon- omon
Tidak hanya insentif guru MDA/PDTA yang menjadi sorotan, kebijakan Pemkab Kampar juga menuai kritik terkait penurunan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi PPPK pada tahun 2026.
Jika pada tahun 2025 TPP PPPK berada di kisaran Rp850 ribu, pada tahun 2026 justru diturunkan menjadi sekitar Rp300 ribu.
Kondisi ini dinilai bertolak belakang dengan janji kampanye yang sebelumnya menyampaikan komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan aparatur dan tenaga pengabdian masyarakat di Kabupaten Kampar.
Sementara itu Bupati dan Wakil Bupati, Ahmad Yuzar- Misharti ketika dikonfirmasi terkait perihal ini tidak memberikan pernyataan. Pesan whatsapp yang dikirimkan oleh redaksi tidak direspons hingga berita ini terbit. HP
Editor : Herdi Pasai
Berita Terkait
Berita Terbaru
Pemprov Riau Dorong Sinergi dengan OJK, Perluas Akses Keuangan Masyarakat
- Riau
- 06 November 2026 18:53 WIB
Pemprov Riau Dukung Pengembangan Fakultas Kedokteran Gigi UIR, Perkuat SDM Kesehatan
- Pendidikan
- 06 November 2026 18:41 WIB
Puluhan Wartawan Riau Ikuti UKW JMSI, Perkuat Profesionalisme dan Kualitas Pers
- Riau
- 06 November 2026 18:32 WIB
Disdikbud Rohil Benahi Gedung Perkantoran, Progres Capai 30 Persen
- Rohil
- 06 November 2026 14:19 WIB
Pelaku UMKM Siap Banjiri Kenduri Rakyat HUT ke-27 Natuna, Kuliner Gratis Menanti Warga!
- Natuna
- 06 November 2026 12:24 WIB
Pemprov Riau Dukung Percepatan Musyawarah KONI
- Riau
- 05 November 2026 18:44 WIB
PLN Hijaukan Jalur Transmisi Bangkinang-Garuda Sakti, 200 Bibit Pohon Produktif Dukung Kesejahteraan Petani
- Nasional
- 05 November 2026 12:54 WIB
Komisi II DPRD Bersama Pemkab Kepulauan Meranti Bahas Penataan Aset Kelistrikan Desa, Keselamatan Warga Jadi Perhatian
- Kepulauan Meranti
- 05 November 2026 12:51 WIB
Pemprov Riau Matangkan Peringatan Hari Pahlawan 2026, Tiga Lokasi Upacara Disiapkan
- Riau
- 04 November 2026 19:36 WIB
PA Bangkinang dan JMSI Kampar Perkuat Kemitraan Strategis Tekait Keterbukaan Informasi
- Kampar
- 04 November 2026 17:37 WIB
Perkuat Pertahanan Negara, Pemko Batam Kirim 35 ASN Ikuti Seleksi Komcad
- Batam
- 04 November 2026 11:12 WIB
Pendaftaran Program Magang Nasional Kemnaker Batch III di PT Pelabuhan Karimun Resmi Dibuka, Ini Divisi Magang yang Dibutuhkan
- Karimun
- 04 November 2026 08:17 WIB
Di Balik Rimbunnya Hutan Perbatasan, Tiang PLN Berdiri Tegak Membawa Harapan
- Natuna
- 03 November 2026 20:53 WIB
Batam Luncurkan BATAMMAS, Perkuat Pengawasan dan Optimalisasi Aset Daerah
- Batam
- 03 November 2026 15:45 WIB
Ubed Bidik Hasil Lebih Baik di Korea Open 2026, Meski Persiapan Sangat Mepet
- Olahraga
- 02 November 2026 19:45 WIB

