Kemenag Kampar Bekali Karom dan Karu Kawal 452 Jamaah ke Tanah Suci

BANGKINANG – Menjelang keberangkatan ratusan Jamaah Calon Haji (JCH), Kantor Haji dan Umrah Kabupaten Kampar menggelar pembekalan bagi Ketua Rombongan (Karom) dan Ketua Regu (Karu), Selasa (7/4/2026), di Aula Lantai II Gedung PLHUT Kemenag Kampar.

Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian penting dalam memastikan kelancaran penyelenggaraan ibadah haji. Sebanyak 56 petugas inti, terdiri dari 11 Karom dan 45 Karu, dipersiapkan untuk mengawal 452 JCH asal Kampar menuju Tanah Suci.

Kepala Kantor Haji dan Umrah Kabupaten Kampar, H. Dirhamsyah, S.Ag., M.Sy, menegaskan bahwa peran Karom dan Karu sangat krusial dalam keseluruhan proses ibadah haji.

“Karom dan Karu bukan hanya mengatur barisan. Mereka adalah penghubung utama antara jamaah dengan petugas resmi, sekaligus bertanggung jawab menjaga ketertiban dan kekompakan di lapangan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam skema perjalanan haji yang kompleks, Karom dan Karu menjadi garda terdepan dalam memastikan setiap jamaah memahami jadwal dan tahapan perjalanan, tetap berada dalam kelompoknya, serta mendapatkan pendampingan maksimal, khususnya bagi jamaah lanjut usia.

Dengan jumlah jamaah yang besar dan pembagian kelompok terbang (kloter) yang berbeda, peran keduanya menjadi penentu utama kelancaran perjalanan. Tanpa koordinasi yang baik, potensi kendala di lapangan akan semakin besar.

Dirhamsyah juga menekankan bahwa keberhasilan penyelenggaraan haji tidak hanya bergantung pada kesiapan administrasi, tetapi juga pada kekuatan koordinasi di tingkat bawah.

Mulai dari keberangkatan di Bangkinang, perjalanan menuju embarkasi Batam, hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci, seluruh tahapan membutuhkan komunikasi yang solid antara petugas dan jamaah.

“Jika Karom dan Karu bekerja maksimal, maka potensi masalah bisa diminimalisir. Namun sebaliknya, jika tidak optimal, dampaknya akan langsung dirasakan oleh jamaah,” tegasnya. Adv

Editor : Herdi Pasai
Tag : # Kampar



Bagikan