Ketua GPSM Kampar Prihatin Video Wisatawan Berbikini di Danau Rusa
KAMPAR — Ketua Gugus Depan Pemuda Serambi Mekkah (GPSM) Kabupaten Kampar, Ustaz Masnur Abdurrahman, S.Pd., menyampaikan keprihatinan mendalam atas viralnya video wisatawan yang mengenakan bikini di kawasan objek wisata Danau Rusa PLTA Koto Panjang.
Masnur menilai peristiwa tersebut telah mencederai nilai-nilai adat dan agama yang selama ini dijunjung tinggi oleh masyarakat Kampar. Menurutnya, kejadian semacam itu belum pernah terjadi dalam sejarah sosial dan budaya daerah tersebut.
“Kampar memiliki norma sosial dan nilai religius yang kuat melalui prinsip Tigo Tungku Sajorangan, yaitu agama, adat, dan pemerintahan. Ketiga unsur ini harus berjalan seimbang dan dijaga bersama,” ujar Masnur di Bangkinang Kota, Senin (9/2/2026).
Ia menegaskan bahwa pengembangan sektor pariwisata tidak boleh mengorbankan tatanan moral dan akhlak masyarakat setempat. Menurutnya, kemajuan pariwisata dapat dilakukan dengan berbagai cara tanpa melanggar norma kehidupan masyarakat.
“Mungkin terlihat mendatangkan keuntungan ekonomi, tetapi yang muncul justru keresahan dan tanda tanya di tengah masyarakat,” katanya.
Masnur juga menyayangkan lemahnya pengawasan dari pihak pengelola maupun instansi terkait yang dinilai membiarkan kejadian tersebut terjadi. Ia dengan tegas menolak segala bentuk pornografi dan pornoaksi, termasuk yang dilakukan dengan dalih peningkatan pendapatan daerah.
Sebagai langkah ke depan, ia mendorong pemerintah daerah untuk segera mengambil kebijakan tegas, antara lain dengan menerbitkan aturan dan edaran resmi terkait etika berpakaian dan berperilaku di kawasan wisata.
Selain itu, diperlukan pengawasan ketat oleh petugas yang tidak hanya memahami kepariwisataan, tetapi juga nilai-nilai moral dan budaya masyarakat Kampar.
Masnur juga mengusulkan pengembangan konsep wisata berbasis adat dan religi, seperti memperkenalkan pakaian adat serta produk lokal sebagai identitas wisata daerah. Pemerintah diminta memberikan informasi yang jelas kepada wisatawan mengenai norma dan budaya setempat sejak tahap promosi.
“Kita tidak harus meniru konsep wisata daerah lain. Kampar memiliki jati diri sendiri, dan itu harus ditegaskan oleh pemerintah dalam memasarkan pariwisata,” tutupnya. RZ
Editor : Herdi Pasai
Berita Terkait
Berita Terbaru
Anggota DPRD Kampar Eko Sutrisno Tampil Terdepan Kawal Aspirasi Pesantren Terkait Pabrik di Ridan Permai
- Kampar
- 14 Februari 2026 09:35 WIB
DPD Ikatan Wartawan Online Indonesia Karimun Bagikan Puluhan Paket Sembako
- Karimun
- 13 Februari 2026 17:39 WIB
Temui Mahasiswa dan Masyarakat Pelalawan, SF Hariyanto Paparkan Progres TNTN
- Riau
- 13 Februari 2026 14:14 WIB
Anggota DPRD Kampar Eko Sutrisno Sampaikan Kabar Baik Bagi Guru Honorer, Ini Kabarnya
- Kampar
- 13 Februari 2026 14:11 WIB
Kemnaker Hadirkan Pelatihan Vokasi Inklusif untuk Disabilitas dan Lansia
- Nasional
- 13 Februari 2026 14:08 WIB
600 Mubalig Menyebar saat Ramadan, Amsakar: Sampaikan Dakwah Sejuk dan Membangun
- Batam
- 13 Februari 2026 13:16 WIB
Pemuda Meso Gotong Royong Sambut Ramadhan, Jalan Menuju Surau Butuh Perhatian Pemerintah
- Natuna
- 13 Februari 2026 11:15 WIB
Bupati Karimun Iskandarsyah Lantik Pejabat Eselon II, Ini Nama dan Jabatannya
- Karimun
- 12 Februari 2026 21:16 WIB
Wabup Jarmin Lantik dan Kukuhkan Perpanjangan Jabatan Kades Cemaga
- Natuna
- 12 Februari 2026 21:06 WIB
Perhatian untuk UMKM, Bupati Natuna Bagikan Puluhan Gerobak Usaha
- Natuna
- 12 Februari 2026 20:55 WIB
