Menjaga Warisan Rasa Lewat Semangkuk Mi Sagu Bengkalis
PEKANBARU – Di tengah gempuran makanan cepat saji dan kuliner modern, semangkuk mi sagu khas Bengkalis tetap bertahan sebagai salah satu identitas kuliner Melayu Riau. Bagi Nur Fitria (42), pemilik Makcio Roemah Miso & Misagu Bengkalis, menjaga kuliner tradisional bukan sekadar menjalankan usaha, tetapi juga merawat warisan budaya agar tetap dikenal lintas generasi.
Dari kedainya di Jalan Teratai Nomor 202A, Kecamatan Sukajadi, Pekanbaru, aroma bumbu Melayu yang berpadu dengan mi sagu menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelanggan. Bahan baku utama berupa sagu menghasilkan tekstur mi yang kenyal dengan cita rasa khas yang sulit ditemukan pada mi berbahan tepung terigu.
"Mie sagu tidak hanya menawarkan kelezatan, tetapi juga menggambarkan warisan budaya yang berharga," kata Nur Fitria kepada Resonansi.co, Minggu (28/6/2026).
Perjalanan Makcio bermula pada 2015. Sebelumnya, Nur Fitria bekerja selama 14 tahun di sebuah perusahaan konsorsium di Kabupaten Bengkalis. Setelah mengikuti suami pindah ke Pekanbaru, ia memutuskan berhenti bekerja. Namun, aktivitas sebagai ibu rumah tangga membuatnya ingin kembali produktif.
Saran seorang teman untuk membuka usaha kuliner khas Bengkalis menjadi titik awal lahirnya Makcio Roemah Miso & Misagu Bengkalis. Berbekal kecintaan terhadap kuliner daerah dan latar belakang sebagai Sarjana Akuntansi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Bengkalis, ia mulai memperkenalkan mi sagu kepada masyarakat Pekanbaru.
Tak hanya menjual mi sagu siap santap, Makcio kemudian berinovasi dengan menghadirkan mi sagu instan lengkap dengan bumbu racikan sendiri. Bumbu tersebut dibuat dari perpaduan ikan bilis, ebi, serta berbagai rempah tradisional Melayu tanpa menggunakan penyedap buatan.
"Jadi olahan bumbu ini lebih sehat karena tidak menggunakan micin," ujarnya.
Bahan baku mi sagu didatangkan langsung dari Kabupaten Bengkalis dan Kepulauan Meranti, dua daerah penghasil sagu terbesar di Provinsi Riau. Dalam sebulan, Makcio rata-rata menggunakan sekitar 50 kilogram mi sagu untuk memenuhi kebutuhan produksi yang masih berskala industri rumahan.
Meski masih tergolong usaha rumahan, proses produksinya sudah memanfaatkan teknologi sederhana. Peralatan memasak menggunakan kuali dengan sistem pemutar otomatis, sementara pengemasan produk dilakukan secara profesional dengan pilihan kemasan kaleng maupun kotak untuk mi sagu instan.
Konsistensi menjaga kualitas mengantarkan Makcio mengikuti BRI UMKM EXPO(RT) 2025 di ICE BSD City, Jakarta. Dari tujuh UMKM asal Riau yang mengikuti proses kurasi, Makcio terpilih mewakili provinsi pada kategori makanan dan minuman.
Selama empat hari pameran, seluruh stok yang dibawa habis terjual. Sebanyak 100 bungkus mi sagu instan, 100 kemasan bumbu serbaguna, serta 100 botol sambal ludes diborong pengunjung.
"Pameran ini sangat luar biasa. Antusiasme masyarakat sangat tinggi," katanya.
Tak hanya pembeli lokal, sejumlah calon buyer dari luar negeri juga menunjukkan ketertarikan terhadap produk Makcio. Namun, peluang ekspor tersebut masih terkendala kapasitas produksi yang belum mampu memenuhi permintaan dalam jumlah besar.
Meski demikian, pengalaman tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan skala usaha.
Dalam pengembangannya, Makcio juga memperoleh dukungan pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pinjaman sebesar Rp25 juta dimanfaatkan untuk melengkapi fasilitas kedai, mulai dari meja, kursi hingga peralatan pendukung usaha.
Promosi mi sagu juga dilakukan melalui berbagai festival kuliner. Pada 2022 dan 2023, Makcio dipercaya mewakili Provinsi Riau pada Festival Kuliner Aceh. Di setiap pameran, Nur Fitria memilih memasak langsung di lokasi agar pengunjung bisa mencicipi sekaligus mengenal proses penyajian mi sagu.
"Kami sekaligus mengedukasi bahwa mi sagu merupakan kuliner sehat yang bebas gluten dan tanpa penyedap buatan," ujarnya.
Kini, produk Makcio tak hanya dinikmati pelanggan perorangan. Sejumlah perusahaan BUMN dan BUMD di Pekanbaru juga menjadikan mi sagu Bengkalis sebagai isi hampers maupun buah tangan bagi tamu yang datang dari luar daerah.
Bagi Nur Fitria, setiap bungkus mi sagu yang terjual bukan sekadar produk makanan. Di dalamnya tersimpan cerita tentang kekayaan sagu Riau, racikan bumbu Melayu yang diwariskan turun-temurun, serta semangat pelaku UMKM yang terus berupaya menjaga cita rasa daerah agar tetap hidup di tengah perubahan zaman. Herdi
Editor : Reza MF
Berita Terkait
Berita Terbaru
Fajar/Fikri Tembus Final Denmark Open 2026, Tantang Ganda Putra Malaysia
- Olahraga
- 17 Oktober 2026 23:36 WIB
PLN UIP3B Sumatera Bergerak Bersama TNI AD, Hadirkan Akses Air Bersih untuk Wujudkan Desa Sejahtera di Bengkulu
- Nasional
- 17 Oktober 2026 22:09 WIB
Hadiri Halaqah Pimpinan Pesantren se-Kampar, Wabup Misharti Paparkan Capaian dan Program Pembangunan Daerah
- Kampar
- 17 Oktober 2026 15:35 WIB
Danlanud RSA Beri Penghargaan kepada Dua Perwira, Pengabdian Berlanjut ke Skadron Udara 54
- Natuna
- 17 Oktober 2026 10:47 WIB
Plt Gubernur Riau SF Hariyanto Ajak Masyarakat Manfaatkan Pemutihan Denda Pajak Kendaraan hingga 30 November
- Riau
- 16 Oktober 2026 16:07 WIB
Wabup Misharti Ikuti Rakor Pengembangan Sumur Migas, Lima Sumur di Kampar Jadi Perhatian
- Kampar
- 16 Oktober 2026 15:39 WIB
BATAM GELAP BELASAN JAM, POTENSI RUGI Rp233,9 MILIAR: DIREKSI PLN DIDESAK MUNDUR, ISU NEPOTISME MENCUAT
- Batam
- 16 Oktober 2026 13:27 WIB
Akhmad Munir Soroti Praktik Transaksional, Pemilihan Ketua PWI Harus Demokratis dan Sportif
- Kampar
- 16 Oktober 2026 09:05 WIB
Lanud RSA Hadirkan Karnaval Rafale, Tanamkan Cinta Dirgantara Sejak Dini
- Natuna
- 16 Oktober 2026 07:39 WIB
Buka Konferensi PWI VIII, Wabup Misharti Tegaskan Pers Mitra Strategis Pembangunan
- Kampar
- 15 Oktober 2026 21:34 WIB
Ubah Sampah Jadi Peluang Ekonomi, PLN UIP3B Sumatera Perkuat Bank Sampah Siyara di Pekanbaru
- Nasional
- 15 Oktober 2026 15:19 WIB
Riau Perkuat Strategi Pencegahan Ekstremisme melalui RAD-PE
- Riau
- 15 Oktober 2026 12:35 WIB
Beda Keyakinan, Tetap Harmonis! Lanud RSA Natuna Perkuat Pembinaan Rohani
- Natuna
- 15 Oktober 2026 12:32 WIB
Manfaatkan Program Pemutihan Pajak, Samsat Bangkinang Apresiasi Wajib Pajak dengan Berbagi Masker di Tengah Kabut Asap
- Kampar
- 15 Oktober 2026 10:37 WIB
Ketua DPRD Meranti Pimpin Rapat Bahas Pembangunan Jembatan Suak Nipah Bersama OPD dan Perusahaan
- Kepulauan Meranti
- 15 Oktober 2026 08:32 WIB
Bukan Sekedar Ngopi, Selaso Cafe di Kantor Bupati Siak Jadi Ruang Tunggu Rakyat Temui Bupati
- Siak
- 15 Oktober 2026 08:31 WIB

