Nasib Helda Ditentukan 5 Hari Kedepan, BKPSDM Kampar Tak Garansi Penuh
BANGKINANG- Sekretaris Komisi II DPRD Kampar, Rinaldo Saputra, menyampaikan bahwa persoalan yang dialami Helda Arianti diduga terjadi akibat human error sehingga haknya sebagai peserta PPPK Paruh Waktu terhapus.
"Dalam hal ini, kami dari DPRD meminta agar ada penyelesaian yang benar-benar tuntas. Dalam hal ini Helda, harus dapat dimasukkan kembali sebagai peserta PPPK Paruh Waktu sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya saat hearing dengan para pihak di Bangkinang, Senin (15/12/2025).
Politisi PKS ini juga menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima informasi terkait adanya Surat Edaran (SE) terbaru dari KemenPAN-RB yang mengatur mekanisme penyelesaian PPPK Paruh Waktu bagi kasus seperti yang dialami Helda.
"Di Kabupaten Kampar, sejauh ini hanya ada satu kasus seperti Helda. Surat usulan dari KemenPAN-RB tersebut, termasuk SK-nya, sudah terbit. Oleh karena itu, kami meminta Pemerintah Daerah bersama BKPSDM Kampar segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan ini," tegasnya.
Rinaldo menambahkan, penyelesaian kasus ini penting agar ke depan tidak ada lagi kejadian serupa yang merugikan tenaga honorer atau peserta PPPK di Kabupaten Kampar.
"Kami menegaskan BKPSDM wajib menyelesaikan persoalan ini secepatnya agar tidak berlarut-larut dan tidak terulang kembali," ujarnya.
Sementara itu, Kepala BKPSDM Kabupaten Kampar, Riadel Fitri, menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan upaya konkret untuk memperjuangkan nasib Helda sebagai peserta PPPK.
"BKPSDM melakukan langkah-langkah nyata untuk memperjuangkan nasib Helda. Kunci penyelesaiannya berada di Badan Kepegawaian Negara (BKN), karena ada batas waktu atau time limit yang diberikan, yakni lima hari hingga 20 Desember," jelas Riadel.
Ia menyebutkan, dalam rentang waktu tersebut pihaknya akan segera berkoordinasi dengan internal, melakukan pembahasan bersama, serta melaporkan perkembangan kepada pimpinan daerah untuk menentukan langkah yang akan diambil.
"Kami berupaya mencari solusi terbaik bagi adinda kita, Helda. Salah satu rencana kami adalah menyampaikan surat resmi secara tertulis, atau bahkan langsung berangkat menemui person in charge (PIC) di KemenPAN-RB untuk mengklarifikasi dan menyelesaikan permasalahan yang dihadapi daerah," ujarnya.
Menurut Riadel, kasus ini menjadi perhatian serius karena di Kabupaten Kampar hanya terdapat satu orang yang mengalami permasalahan serupa, meskipun di daerah lain bisa saja terjadi hal yang sama.
"Ini menjadi atensi bersama, termasuk sebagaimana disampaikan Komisi II DPRD Kampar. Harapan kami persoalan ini dapat diselesaikan secara tuntas agar tidak menimbulkan masalah serupa di masa mendatang," tegasnya.
Terkait jaminan penyelesaian, Riadel menyatakan pihaknya belum dapat memberikan garansi penuh.
"Kami belum bisa memberikan garansi, karena keputusan tetap berada di KemenPAN-RB dan BKN. Namun, dengan waktu lima hari yang tersedia, kami akan berusaha semaksimal mungkin sesuai mekanisme dan teknis yang berlaku," tutupnya. REZA
Editor : Herdi Pasai
Berita Terkait
Berita Terbaru
Dari Patroli ke Pekarangan, Polsek Enok Tegaskan Peran Polri Dukung Ketahanan Pangan Nasional
- Inhil
- 03 Juni 2026 20:35 WIB
Sahabat di Tengah Lahan, Bhabinkamtibmas Keritang Rutin Lakukan Pendampingan
- Inhil
- 03 Juni 2026 20:27 WIB
Ikan Tiga Rasa, Antara Manis, Asam, dan Pedas Menggugah Selera
- Traveliner
- 03 Juni 2026 20:03 WIB
Ringankan Duka Korban Kebakaran Seberang Tembilahan, Camat Tembilahan Serahkan Bantuan
- Inhil
- 03 Juni 2026 19:29 WIB
Fadia/Tiwi Hentikan Ganda Putri Ranking Tiga Dunia di Istora
- Olahraga
- 03 Juni 2026 19:26 WIB
Transformasi Tata Kelola Kawasan Konservasi Perairan Kepri Menuju Kemandirian Melalui BLUD
- Kepri
- 03 Juni 2026 18:40 WIB
Harga Sawit Petani Plasma di Riau Turun, Tata Kelola Penetapan Harga Terus Diperbaiki
- Ekonomi
- 03 Juni 2026 17:46 WIB
Sekcam Siak Hulu: Pendidikan Kunci Mencetak Generasi Cerdas dan Berkarakter
- Pendidikan
- 03 Juni 2026 17:37 WIB
Ketua DPRD Kampar Ahmad Taridi Dukung Penuh Gerakan Penghijauan dan Ekoteologi
- Kampar
- 03 Juni 2026 17:33 WIB
CDKP Kepri Cabang Anambas dan Nelayan Rakor Bahas Persoalan BBM Subsidi
- Kepri
- 03 Juni 2026 16:21 WIB
DKP Kepri Uji Kriteria Kawasan Konservasi Berbasis Karbon Biru di Bintan
- Kepri
- 03 Juni 2026 16:00 WIB
Tata Kelola yang Kuat Hadirkan Layanan Ketenagakerjaan yang Lebih Baik
- Nasional
- 03 Juni 2026 14:35 WIB
Duka dari Tanah Suci, Jemaah Haji Asal Kampar Meninggal Dunia di Makkah
- Kampar
- 03 Juni 2026 12:13 WIB
Tim Gabungan Musnahkan 145 Rakit PETI di Sungai Kuantan
- Hukrim
- 03 Juni 2026 11:48 WIB
Dukung Program Asta Cita, Bhabinkamtibmas Polsek Keritang Pantau Progres Lahan Jagung di Desa Lintas Utara
- Inhil
- 03 Juni 2026 11:20 WIB
Kapolsek Keritang Perintahkan Pendampingan Peternak, Bhabinkamtibmas Pastikan Sapi Sehat dan Aman
- Inhil
- 03 Juni 2026 11:11 WIB
