Ombudsman Riau: 11.856 Ijazah SMA-SMK Masih Tertahan di Sekolah
PEKANBARU – Sebanyak 11.856 ijazah SMA dan SMK Negeri di Provinsi Riau hingga kini masih tersimpan di sekolah dan belum diambil oleh para alumni. Temuan tersebut terungkap dari hasil kajian pengawasan penyelenggaraan pelayanan publik terkait tata kelola pemberian ijazah oleh Ombudsman RI Perwakilan Riau.
Berdasarkan data Ombudsman RI Perwakilan Riau hingga 18 Juli 2025, terdapat 5.635 ijazah SMA Negeri dan 6.221 ijazah SMK Negeri yang belum diambil. Total keseluruhan mencapai 11.856 ijazah.
Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Riau, Bambang Pratama, mengatakan pengambilan data dilakukan pada periode April hingga Oktober 2025 dengan objek kajian berupa ijazah yang diterbitkan sebelum Tahun Ajaran 2024/2025.
“Ini menjadi perhatian karena ijazah merupakan dokumen penting yang berkaitan dengan hak pendidikan masyarakat,” ujar Bambang Pratama, Kamis (14/5/2026).
Menurutnya, kajian tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan maladministrasi dalam pelayanan publik sektor pendidikan.
Dari hasil kajian, Ombudsman menemukan sejumlah faktor penyebab alumni belum mengambil ijazah mereka. Dari sisi alumni, sebagian merasa cukup menggunakan Surat Keterangan Lulus (SKL) untuk bekerja maupun melanjutkan pendidikan.
Selain itu, keterbatasan waktu juga menjadi kendala karena banyak alumni telah bekerja atau melanjutkan kuliah di luar daerah. Faktor domisili turut memengaruhi, lantaran sebagian alumni sudah pindah tempat tinggal.
“Masih ada persepsi di masyarakat bahwa ijazah akan ditahan sekolah karena adanya tunggakan masa lalu,” jelas Bambang.
Sementara dari sisi sekolah, Ombudsman menemukan belum adanya aturan baku terkait penyimpanan dan penyerahan ijazah lama. Upaya sekolah dalam mengimbau alumni untuk mengambil ijazah juga dinilai belum maksimal.
“Belum semua sekolah memiliki SOP resmi mengenai penyimpanan dan layanan penyerahan ijazah. Sosialisasi kepada alumni juga belum berjalan efektif,” katanya.
Atas temuan tersebut, Ombudsman RI Perwakilan Riau memberikan sejumlah rekomendasi kepada Dinas Pendidikan Provinsi Riau dan pihak sekolah.
Ombudsman meminta Dinas Pendidikan Provinsi Riau melakukan sosialisasi secara masif melalui imbauan resmi kepada alumni agar segera mengambil ijazah mereka.
“Dinas Pendidikan harus menjamin ijazah sampai ke tangan para alumni meskipun para alumni masih ada yang terganjal pembiayaan di sekolahnya,” tegas Bambang.
Selain itu, Dinas Pendidikan juga diminta menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) baku terkait penyimpanan dan layanan penyerahan ijazah di sekolah.
Sementara kepada pihak sekolah, Ombudsman meminta dilakukan pendataan ulang terhadap seluruh ijazah yang masih tersimpan. Sekolah juga didorong lebih aktif melakukan pendekatan kepada alumni melalui langkah jemput bola dengan menghubungi langsung para lulusan.
“Persoalan ini perlu menjadi perhatian bersama agar hak masyarakat terhadap dokumen pendidikan dapat terpenuhi dengan baik dan pelayanan publik di sektor pendidikan semakin optimal,” tutup Bambang Pratama. Milla
Editor : Herdi Pasai
Berita Terkait
Berita Terbaru
Beralasan Ekonomi, Seorang Ibu di Bengkalis Nekat Jajakan Sabu
- Hukrim
- 15 Mei 2026 18:14 WIB
PKS Riau Dorong DPRD Bantu Pemda Genjot PAD di Tengah Pemangkasan Dana Pusat
- Ekonomi
- 15 Mei 2026 17:07 WIB
Bupati Bintan Terbitkan SK Pendataan Ulang Bangunan di Atas Lahan TNI AL
- Bintan
- 15 Mei 2026 16:42 WIB
Libur Panjang, Homestay Danau Tajwid Jadi Pilihan Wisata Alam Favorit
- Traveliner
- 15 Mei 2026 16:28 WIB
Hakim Danish Tercepat di FP1 Moto3 Catalunya, Veda Ega Pratama Tercecer
- Olahraga
- 15 Mei 2026 15:30 WIB
Pendampingan Ketahanan Pangan Bergizi Di Lintas Utara: Aiptu Hendrik, Petani Tidak Boleh Jalan Sendiri
- Inhil
- 15 Mei 2026 12:22 WIB
Ombudsman Riau: 11.856 Ijazah SMA-SMK Masih Tertahan di Sekolah
- Pendidikan
- 15 Mei 2026 11:30 WIB
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Merbau Cek Tanaman Jagung Pipil
- Kepulauan Meranti
- 15 Mei 2026 11:22 WIB
Ratusan Warga Padati Lokasi Pencarian Korban Tenggelam di Sungai Kampar
- Kampar
- 15 Mei 2026 10:30 WIB
Pencarian Bocah Tenggelam di Sungai Kampar Terkendala Cuaca dan Air Keruh
- Kampar
- 15 Mei 2026 09:46 WIB
Teuku Nanda Fulizar: Dari Mainan Beko Jadi Ahli K3 Nasional
- Batam
- 15 Mei 2026 06:55 WIB
