Pemkab Kampar Data Kerugian Nelayan, Dampak Ikan Mati Capai Ratusan Juta
BANGKINANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar melalui Camat Tapung Hilir, Nurmansyah gerak cepat guna menginventarisi kerugian yang dialami nelayan kerambah dan nelayan tangkap di Desa Kota Garo, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar.
"Akibat peristiwa ikan mati mendadak diperkirakan mencapai sekitar Rp648 juta," ujarnya kepada resonansi.co, Selasa (7/4/2026).
Ia menjelaskan, dampak kejadian tersebut dirasakan oleh lebih dari 100 nelayan yang menggantungkan penghasilan dari Sungai Tapung.
Menurut data sementara yang dihimpun pemerintah kecamatan, kerugian nelayan kerambah diperkirakan mencapai Rp480 juta.
Sementara itu, nelayan tangkap mengalami kerugian sekitar Rp168 juta dalam kurun waktu satu minggu terakhir akibat berkurangnya hasil tangkapan.
“Kalau ditotal, kerugian nelayan kerambah dan nelayan tangkap mencapai sekitar Rp648 juta. Ini baru yang didata dari nelayan Kota Garo, sementara data nelayan dari Kota Aman dan Sekijang langsung diserahkan ke DPRD Kampar," ujar Nurmansyah.
Ia menambahkan, peristiwa kematian ikan tersebut diduga kuat akibat pencemaran Sungai Tapung. Saat ini, pemerintah desa bersama tokoh masyarakat telah menyampaikan laporan resmi kepada DPRD terkait kondisi yang dialami para nelayan.
"Selain itu, laporan kerugian juga telah disampaikan kepada pihak perusahaan yang diduga berkaitan dengan sumber pencemaran," jelas Nurmansyah.
Nurmansyah menambah, hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pihak perusahaan karena laporan tersebut masih diteruskan ke manajemen tingkat lebih tinggi.
"Pemerintah kecamatan berharap persoalan ini segera mendapat perhatian serius agar para nelayan terdampak dapat memperoleh solusi dan kejelasan terkait ganti rugi atas kerugian yang dialami," harap Nurmansyah.
Sementara itu, Ketua DPRD Kampar, Ahmad Taridi, menyatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti laporan masyarakat. Ia menegaskan DPRD tidak akan tinggal diam terhadap persoalan yang merugikan masyarakat, khususnya para nelayan.
“Ini menyangkut hak hidup masyarakat. Tidak boleh ada pihak yang lalai atau sengaja merusak lingkungan tanpa konsekuensi. Jika terbukti ada pihak yang bertanggung jawab, maka wajib mengganti kerugian nelayan,” tegas Taridi.
Namun demikian, Taridi menambahkan bahwa pihaknya tetap mengedepankan proses dan data yang akurat. Ia meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kampar segera turun ke lapangan untuk mengambil sampel air dan memastikan penyebab utama kejadian tersebut.
“Kita tidak ingin berspekulasi. DLH harus segera ambil sampel dan hasilnya harus transparan. Tapi prinsipnya jelas, jika ada pelanggaran, harus ada sanksi dan ganti rugi,” pungkasnya. Adv
Editor : Herdi Pasai
Berita Terkait
Berita Terbaru
Dari Patroli ke Pekarangan, Polsek Enok Tegaskan Peran Polri Dukung Ketahanan Pangan Nasional
- Inhil
- 03 Juni 2026 20:35 WIB
Sahabat di Tengah Lahan, Bhabinkamtibmas Keritang Rutin Lakukan Pendampingan
- Inhil
- 03 Juni 2026 20:27 WIB
Ikan Tiga Rasa, Antara Manis, Asam, dan Pedas Menggugah Selera
- Traveliner
- 03 Juni 2026 20:03 WIB
Ringankan Duka Korban Kebakaran Seberang Tembilahan, Camat Tembilahan Serahkan Bantuan
- Inhil
- 03 Juni 2026 19:29 WIB
Fadia/Tiwi Hentikan Ganda Putri Ranking Tiga Dunia di Istora
- Olahraga
- 03 Juni 2026 19:26 WIB
Transformasi Tata Kelola Kawasan Konservasi Perairan Kepri Menuju Kemandirian Melalui BLUD
- Kepri
- 03 Juni 2026 18:40 WIB
Harga Sawit Petani Plasma di Riau Turun, Tata Kelola Penetapan Harga Terus Diperbaiki
- Ekonomi
- 03 Juni 2026 17:46 WIB
Sekcam Siak Hulu: Pendidikan Kunci Mencetak Generasi Cerdas dan Berkarakter
- Pendidikan
- 03 Juni 2026 17:37 WIB
Ketua DPRD Kampar Ahmad Taridi Dukung Penuh Gerakan Penghijauan dan Ekoteologi
- Kampar
- 03 Juni 2026 17:33 WIB
CDKP Kepri Cabang Anambas dan Nelayan Rakor Bahas Persoalan BBM Subsidi
- Kepri
- 03 Juni 2026 16:21 WIB
DKP Kepri Uji Kriteria Kawasan Konservasi Berbasis Karbon Biru di Bintan
- Kepri
- 03 Juni 2026 16:00 WIB
Tata Kelola yang Kuat Hadirkan Layanan Ketenagakerjaan yang Lebih Baik
- Nasional
- 03 Juni 2026 14:35 WIB
Duka dari Tanah Suci, Jemaah Haji Asal Kampar Meninggal Dunia di Makkah
- Kampar
- 03 Juni 2026 12:13 WIB
Tim Gabungan Musnahkan 145 Rakit PETI di Sungai Kuantan
- Hukrim
- 03 Juni 2026 11:48 WIB
Dukung Program Asta Cita, Bhabinkamtibmas Polsek Keritang Pantau Progres Lahan Jagung di Desa Lintas Utara
- Inhil
- 03 Juni 2026 11:20 WIB
Kapolsek Keritang Perintahkan Pendampingan Peternak, Bhabinkamtibmas Pastikan Sapi Sehat dan Aman
- Inhil
- 03 Juni 2026 11:11 WIB
