Pemkab Kampar Dukung Festival Lomang Jadi Event Budaya Unggulan

BANGKINANG – Festival Lomang dalam rangka perayaan Hari Raya Enam yang menjadi tradisi khas masyarakat Kampar resmi ditutup oleh Bupati Kampar Ahmad Yuzar, S.Sos yang diwakili Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar, Dr. Ardi Mardiansyah, S.STP., M.Si, di Desa Pulau Lawas, Kecamatan Bangkinang, Jumat (27/03).

Penutupan festival dilakukan setelah rangkaian penilaian lomba lomang yang berlangsung meriah dan penuh antusiasme masyarakat. Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kampar Afdal, ST., MT, Camat Bangkinang Kholis Febriyasmi, Kepala Desa Pulau Lawas Andri Nuras, unsur Forkopimda, Forkopimcam, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Pj Sekda Kampar Ardi Mardiansyah menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Desa Pulau Lawas atas suksesnya penyelenggaraan Festival Lomang yang dinilai mampu menjaga tradisi sekaligus mempererat kebersamaan.

“Tradisi ini harus terus kita lestarikan dan kembangkan. Kita berharap ke depan festival ini bisa digelar lebih besar dan lebih meriah lagi karena merupakan warisan budaya turun-temurun masyarakat Kampar,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa Festival Lomang tidak hanya menjadi ajang budaya, tetapi turut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat melalui peningkatan aktivitas UMKM.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Afdal, menegaskan dukungan penuh terhadap pengembangan Festival Lomang sebagai agenda budaya sekaligus potensi wisata unggulan daerah.

“Festival Lomang memiliki nilai budaya yang kuat sekaligus potensi besar sebagai daya tarik wisata kuliner khas Kampar. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendukung dan mendorong festival ini menjadi event unggulan yang masuk dalam kalender pariwisata,” tegas Afdal.

Ia menambahkan, kuliner lomang yang menjadi ikon dalam festival ini memiliki keunikan tersendiri dan berpeluang besar untuk dipromosikan secara lebih luas, baik di tingkat provinsi maupun nasional.

“Melalui festival ini, kita ingin mengangkat lomang sebagai identitas kuliner Kampar yang bisa menarik wisatawan. Dampaknya tentu akan dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya pelaku UMKM,” tambahnya.

Kepala Desa Pulau Lawas Andri Nuras menyampaikan bahwa Festival Lomang tahun ini diikuti oleh 44 peserta pemanggangan lomang, dengan tingkat partisipasi masyarakat yang sangat tinggi.

“Kami berharap ke depan festival ini terus mendapat dukungan dari Pemkab Kampar dan dapat dilaksanakan dalam skala yang lebih luas,” ujarnya.

Ketua dewan juri Ambar Rustantini menjelaskan bahwa penilaian lomba dilakukan secara menyeluruh, mulai dari proses pembuatan hingga hasil akhir lomang, dengan kriteria cita rasa, tekstur, tampilan, dan kerapian.

Berdasarkan hasil penilaian, Juara I diraih oleh Warnida dengan nilai 265, Juara II Leni Ari dengan nilai 230, dan Juara III Umi Zaki dengan nilai 225.

Festival Lomang diharapkan terus menjadi agenda budaya tahunan yang tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga memperkuat sektor pariwisata dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Kampar. Adv

Editor : Herdi Pasai
Tag : # Kampar



Bagikan