Sekolah Rakyat Jadi Jaring Pengaman Pendidikan Anak Rentan

PEKANBARU – Menteri Sosial Republik Indonesia, Syaifullah Yusuf, menegaskan bahwa Program Sekolah Rakyat (SR) dirancang sebagai jaring pengaman sosial untuk memastikan anak-anak dari keluarga miskin ekstrem dan mereka yang putus sekolah tetap memperoleh hak pendidikan yang layak.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Sosial yang akrab disapa Gus Ipul saat menghadiri Open House Sekolah Rakyat di Sentra Abiseka, Rumbai, Kota Pekanbaru, Minggu (14/6/2026).

Menurutnya, Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

“Program Sekolah Rakyat ini memang digagas langsung oleh Bapak Presiden untuk menampung anak-anak dari keluarga dengan kondisi paling rentan, baik secara sosial maupun ekonomi. Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) akan turun langsung ke lapangan untuk menjangkau, memverifikasi, dan memastikan calon siswa layak diterima berdasarkan indikator kesejahteraan yang berlaku,” ujar Gus Ipul.

Ia menjelaskan, sasaran utama program tersebut adalah anak-anak yang belum pernah bersekolah, berisiko putus sekolah karena keterbatasan ekonomi, maupun yang telah terlanjur putus sekolah.

Karena menyasar kelompok rentan, Gus Ipul menegaskan proses penerimaan peserta didik harus berjalan transparan dan bebas dari praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).

“Saya tegaskan, tidak boleh ada praktik jual beli kursi, tidak boleh ada pungutan bayar-membayar, dan tidak boleh ada titipan dari pihak mana pun. Menteri tidak boleh titip, gubernur tidak boleh titip, bupati maupun wali kota juga tidak boleh titip. Semuanya harus murni berdasarkan data kemiskinan yang valid,” tegasnya.

Selain memastikan proses seleksi berjalan bersih, Mensos juga meminta seluruh tenaga pendidik menerapkan pendekatan yang humanis dalam mendampingi para siswa.

Menurutnya, kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan harus mengedepankan empati, kepedulian, dan kasih sayang tanpa mengabaikan kurikulum yang telah ditetapkan.

Dalam kesempatan itu, Gus Ipul turut menyaksikan penampilan minat dan bakat siswa dari SRMP 3 Pekanbaru dan SRMA 31 Pekanbaru. Ia mengaku bangga melihat perkembangan serta kepercayaan diri para peserta didik selama mengikuti program tersebut.

“Melalui pemantauan kami selama 11 bulan proses pembelajaran berlangsung, perkembangannya sangat luar biasa. Anak-anak kini tampil lebih percaya diri, lebih disiplin, kondisi fisiknya lebih sehat, dan memiliki semangat yang lebih besar untuk meraih cita-cita,” katanya.

Gus Ipul juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Kota Pekanbaru atas dukungan terhadap pelaksanaan Program Sekolah Rakyat.

Menurutnya, keberhasilan program tersebut merupakan hasil kolaborasi yang baik antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

“Program Sekolah Rakyat ini dapat berjalan dengan baik berkat dukungan penuh Pemprov Riau dan Pemko Pekanbaru. Penyediaan lahan dan fasilitas menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, sementara seluruh biaya operasional ditanggung pemerintah pusat melalui APBN,” tutupnya. Indra

Editor : Reza MF
Tag : # Pendidikan



Bagikan

Berita Terbaru