Singgah di Danau Bingkuang, Menikmati Legitnya Lopek Bugi Khas Kampar
KAMPAR – Deretan gerai penjual lopek bugi berjajar di sepanjang Jalan Raya Bangkinang-Pekanbaru. Bagi pengendara yang datang dari arah Kota Bangkinang, gerai-gerai tersebut mudah ditemukan menjelang Jembatan Danau Bingkuang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar.
Lopek bugi bukan sekadar makanan ringan. Kue tradisional ini telah menjadi salah satu ikon kuliner Kabupaten Kampar yang selalu dicari wisatawan maupun para perantau saat pulang kampung.
Dalam bahasa Ocu Kampar, "bugi" berarti ketan. Sesuai namanya, bahan utama pembuatan lopek bugi adalah beras ketan yang dipadukan dengan kelapa parut, santan, dan pandan wangi. Perpaduan bahan-bahan sederhana tersebut menghasilkan cita rasa gurih dan aroma khas yang sulit dilupakan.
Salah satu gerai yang cukup dikenal masyarakat adalah Lopek Bugi BU' ER yang berada di Kilometer 34 Jalan Raya Bangkinang-Pekanbaru, tepatnya di Desa Palung Raya, Kecamatan Tambang.
Di tangan Aldi selaku pengelola, lopek bugi tidak hanya mempertahankan resep tradisional, tetapi juga menghadirkan inovasi rasa. Selain menggunakan ketan putih, Aldi memadukan ketan hitam untuk memberikan variasi tampilan dan cita rasa yang berbeda.
Saat musim durian tiba, lopek bugi bahkan dipadukan dengan rasa durian yang menjadi favorit para pelanggan.
"Kami tetap mempertahankan rasa asli, namun juga mencoba berinovasi agar konsumen memiliki lebih banyak pilihan," ujar Aldi, Jumat (19/6/2026).
Meski terus berinovasi, harga yang ditawarkan tetap terjangkau. Satu bungkus lopek bugi berisi tujuh potong dijual dengan harga Rp10 ribu.
Keunikan rasa lopek bugi membuat makanan ini menjadi oleh-oleh favorit para perantau Kampar. Salah satunya Malik, warga Kampar yang kini menetap di Malaysia.
Setiap kali pulang kampung ke Bangkinang, Malik hampir selalu membeli lopek bugi untuk dibawa kembali ke negeri jiran.
Menurutnya, rasa lopek bugi yang original dan khas menjadi alasan utama makanan tersebut selalu dirindukan.
"Kalau pulang ke Kampar pasti beli lopek bugi. Rasanya enak dan tetap original. Bahkan untuk perjalanan empat sampai lima jam, rasanya masih tetap enak saat dimakan," katanya.
Di tengah maraknya makanan modern, lopek bugi tetap mampu bertahan sebagai kuliner kebanggaan masyarakat Kampar. Tidak hanya menjadi sumber penghidupan bagi pelaku UMKM, makanan tradisional ini juga menjadi bagian dari identitas budaya yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.
Bagi siapa saja yang melintas di jalur Bangkinang-Pekanbaru, singgah sejenak menikmati lopek bugi bisa menjadi cara sederhana untuk mengenal lebih dekat kekayaan kuliner khas Negeri Serambi Mekkah Riau tersebut. Reza
Editor : Reza MF
Berita Terkait
Berita Terbaru
Fajar/Fikri Tembus Final Denmark Open 2026, Tantang Ganda Putra Malaysia
- Olahraga
- 17 Oktober 2026 23:36 WIB
PLN UIP3B Sumatera Bergerak Bersama TNI AD, Hadirkan Akses Air Bersih untuk Wujudkan Desa Sejahtera di Bengkulu
- Nasional
- 17 Oktober 2026 22:09 WIB
Hadiri Halaqah Pimpinan Pesantren se-Kampar, Wabup Misharti Paparkan Capaian dan Program Pembangunan Daerah
- Kampar
- 17 Oktober 2026 15:35 WIB
Danlanud RSA Beri Penghargaan kepada Dua Perwira, Pengabdian Berlanjut ke Skadron Udara 54
- Natuna
- 17 Oktober 2026 10:47 WIB
Plt Gubernur Riau SF Hariyanto Ajak Masyarakat Manfaatkan Pemutihan Denda Pajak Kendaraan hingga 30 November
- Riau
- 16 Oktober 2026 16:07 WIB
Wabup Misharti Ikuti Rakor Pengembangan Sumur Migas, Lima Sumur di Kampar Jadi Perhatian
- Kampar
- 16 Oktober 2026 15:39 WIB
BATAM GELAP BELASAN JAM, POTENSI RUGI Rp233,9 MILIAR: DIREKSI PLN DIDESAK MUNDUR, ISU NEPOTISME MENCUAT
- Batam
- 16 Oktober 2026 13:27 WIB
Akhmad Munir Soroti Praktik Transaksional, Pemilihan Ketua PWI Harus Demokratis dan Sportif
- Kampar
- 16 Oktober 2026 09:05 WIB
Lanud RSA Hadirkan Karnaval Rafale, Tanamkan Cinta Dirgantara Sejak Dini
- Natuna
- 16 Oktober 2026 07:39 WIB
Buka Konferensi PWI VIII, Wabup Misharti Tegaskan Pers Mitra Strategis Pembangunan
- Kampar
- 15 Oktober 2026 21:34 WIB
Ubah Sampah Jadi Peluang Ekonomi, PLN UIP3B Sumatera Perkuat Bank Sampah Siyara di Pekanbaru
- Nasional
- 15 Oktober 2026 15:19 WIB
Riau Perkuat Strategi Pencegahan Ekstremisme melalui RAD-PE
- Riau
- 15 Oktober 2026 12:35 WIB
Beda Keyakinan, Tetap Harmonis! Lanud RSA Natuna Perkuat Pembinaan Rohani
- Natuna
- 15 Oktober 2026 12:32 WIB
Manfaatkan Program Pemutihan Pajak, Samsat Bangkinang Apresiasi Wajib Pajak dengan Berbagi Masker di Tengah Kabut Asap
- Kampar
- 15 Oktober 2026 10:37 WIB
Ketua DPRD Meranti Pimpin Rapat Bahas Pembangunan Jembatan Suak Nipah Bersama OPD dan Perusahaan
- Kepulauan Meranti
- 15 Oktober 2026 08:32 WIB
Bukan Sekedar Ngopi, Selaso Cafe di Kantor Bupati Siak Jadi Ruang Tunggu Rakyat Temui Bupati
- Siak
- 15 Oktober 2026 08:31 WIB

