Wajah Baru Bangkinang: Pemkab Kampar Percantik Islamic Center dan Taman Kota, Infrastruktur Terus Digenjot

BANGKINANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar terus menunjukkan komitmennya dalam pembangunan infrastruktur demi meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan dan kenyamanan masyarakat. Hal ini terlihat dari berbagai program strategis yang dilaksanakan sepanjang tahun 2025, salah satunya melalui pembenahan kawasan Islamic Center Bangkinang dan penataan Taman Kota Bangkinang sebagai wajah baru ibu kota kabupaten.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Kampar dalam menciptakan ruang publik yang representatif, religius, serta ramah bagi seluruh lapisan masyarakat. Revitalisasi kedua ikon kota tersebut tidak hanya berfokus pada aspek estetika, tetapi juga fungsi sosial, budaya, dan keagamaan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kampar, Afrudin Amga, menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah daerah saat ini menunjukkan progres yang sangat menggembirakan.

“Perkembangan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Kampar saat ini sangat positif. Ini menunjukkan adanya kepedulian dan komitmen kuat dari pemerintah daerah dalam memperbaiki kualitas fasilitas publik, khususnya di kawasan perkotaan,” ujar Afrudin Amga di Bangkinang, Jumat (3/4/2026).

Menurutnya, pembenahan kawasan Islamic Center dan Taman Kota Bangkinang menjadi simbol keseriusan pemerintah dalam mempercantik wajah kota sekaligus menyediakan ruang interaksi masyarakat yang nyaman dan layak.

Ia menambahkan, keberadaan Islamic Center tidak hanya sebagai pusat kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi ikon religi yang membanggakan masyarakat Kampar. Sementara itu, Taman Kota diharapkan menjadi ruang terbuka hijau yang mampu mendukung aktivitas sosial, rekreasi keluarga, hingga kegiatan komunitas.

Tak hanya berhenti di tahun 2025, Pemkab Kampar juga telah menyiapkan langkah lanjutan pada tahun 2026 dengan fokus yang lebih luas pada pembangunan infrastruktur dasar, khususnya akses jalan dan jembatan.

“Untuk tahun 2026, pemerintah daerah akan lebih memprioritaskan pembangunan dan perbaikan akses jalan serta jembatan. Ini penting untuk mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi, terutama di wilayah yang masih membutuhkan perhatian lebih,” jelasnya.

Afrudin Amga menegaskan bahwa wilayah serantau Kampar Kiri menjadi salah satu prioritas utama dalam program pembangunan infrastruktur ke depan. Hal ini dilakukan guna mengurangi kesenjangan pembangunan antar wilayah serta mendorong pemerataan ekonomi.

Dengan berbagai program yang dijalankan, Pemkab Kampar berharap pembangunan infrastruktur tidak hanya berdampak pada peningkatan estetika kota, tetapi juga mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan konektivitas, serta memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Upaya ini sekaligus menjadi bukti bahwa Pemerintah Kabupaten Kampar terus berbenah dan bergerak maju dalam mewujudkan daerah yang modern, religius, dan berdaya saing. Adv

Editor : Herdi Pasai
Tag : # Kampar



Bagikan