Berlangsung Hingga Petang, Persidangan Perkara Wanprestasi PTPN IV Regional III Kepada Koppsa-M Berlangsung Alot
Kampar - Persidangan gugatan wanprestasi PTPN IV Regional III, dengan Koperasi Produsen Petani Sawit Makmur, (Koppsa-M), di Pengadilan Negeri Kelas I B Bangkinang, yang di pimpin Ketua Pengadilan, Sony Nugraha MH, berlangsung alot, pada Selasa, (15/04).
Sebelumnya, Koppsa-M, menghadirkan 2 orang saksi di persidangan, yakni Sekretaris Dinas Perkebunan Kabupaten Kampar, Idrus, yang sebelumnya sebagai Tim Penilaian Kebun Pemerintah Kabupaten Kampar, di tahun 2017 lalu, sebagai saksi fakta.Selanjutnya, juga di hadirkan saksi ahli perencanaan dan evaluasi proyek agribisnis, pasca sarjana Universitas Islam Riau, (UIR), Azharudin M Amin.
Dalam persidangan, Idrus menjelaskan, bahwa dari hasil penilaian kebun kelapa sawit Koppsa-M, di Desa Pangkalan Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, di dapati bahwa hasil kebun dibawah yang semestinya.
"Kalau kebun yang bagus itu, adalah satu pokok, seharusnya di buah oleh sekitar 10 tandan kelapa sawit lebih. Sementara untuk kebun yang berada di lokasi Koppsa-M, hanya di buahi oleh 3 atau 5 tandan saja pak majelis, " jelas Idrus.
Sementara itu, menurut penjelasan saksi ahli, proses pembangunan kebun yang di lakukan oleh pihak perusahaan, hanya memiliki waktu 48 bulan, atau 4 tahun lamanya.
"Setelah 4 tahun, maka perusahaan wajib melakukan konversi kebun kelapa sawit kepada pihak pertani, sesuai ketentuan yang berlaku. Jadi jika kebun itu gagal, maka seharusnya menjadi tanggung jawab penuh perusahaan, sebagai pihak yang membangun kebun tersebut, " jelas Azharudin M Amin
Hal ini menjadi perdebatan di persidangan yang berlangsung alot, karena pihak penggugat melalui pengacara nya, menilai pendapat ahli bertentangan dengan Peraturan Gubernur, (Pergub), sesuai dengan regulasi yang ada.
"Sebentar - sebentar, ini sebenarnya siapa yang akan bicara ini? Saksi atau penggugat? Mohon saksi beri kesempatan kepada penggugat untuk bertanya, jangan di bantah dulu pak, biar kita sama sama bisa menyimak, " jelas Ketua Majelis Hakim, Sony Nugraha MH.
Sementara itu, kuasa hukum Koppsa-M, Ryan Armailis SH, usai persidangan menjelaskan, bahwa dari hasil persidangan, dapat di ketahui, apa yang seharusnya menjadi kewajiban pihak koperasi, maupun apa yang menjadi kewajiban pihak PTPN.
"Seharusnya yang menjadi kewajiban PTPN, adalah setelah 4 tahun pembangunan kebun, maka harus di lakukan penilaian teknis, namun tidak di lakukan. Maka pihak Koppsa-M, mengambil inisiatif, untuk melakukan penilaian kebun secara mandiri, " terangnya.
Namun ternyata, usai di lakukan penilaian, di temukan bahwa kondisi kebun berada di bawah standar yang seharusnya, sehingga Koppsa-M terpaksa mengambil alih pengelolaan kebun kelapa sawit tersebut pada tahun 2017 lalu.
"Ini adalah inisiatif yang harus di ambil, untuk menyelamatkan kondisi kebun kelapa sawit milik para petani, sesuai dengan semestinya. Jadi kami berharap, hal ini menjadi pertimbangan majelis, mengingat ada indikasi tidak wajar, dalam proses pembangunan kebun kelapa sawit yang di lakukan oleh PTPN, " tutupnya.
Majelis hakim Pengadilan Negeri Kelas I B Bangkinang, menunda persidangan selama dua pekan kedepan, untuk memberikan kesempatan kepada kedua bellah pihak, memberikan pembuktian terakhir di persidangan. (Gik)
Editor : Herdi Pasai
Berita Terkait
Berita Terbaru
Empat Pengurus JMSI Kampar Lulus UKW, Molly Wahyuni Torehkan Prestasi Terbaik
- Kampar
- 07 November 2026 16:26 WIB
Taklukkan Natuna, Bintan Pastikan Tiket Partai Final Sepak Bola Porprov Kepri VI
- Bintan
- 07 November 2026 09:30 WIB
Pemprov Riau Dorong Sinergi dengan OJK, Perluas Akses Keuangan Masyarakat
- Riau
- 06 November 2026 18:53 WIB
Pemprov Riau Dukung Pengembangan Fakultas Kedokteran Gigi UIR, Perkuat SDM Kesehatan
- Pendidikan
- 06 November 2026 18:41 WIB
Puluhan Wartawan Riau Ikuti UKW JMSI, Perkuat Profesionalisme dan Kualitas Pers
- Riau
- 06 November 2026 18:32 WIB
Disdikbud Rohil Benahi Gedung Perkantoran, Progres Capai 30 Persen
- Rohil
- 06 November 2026 14:19 WIB
Pelaku UMKM Siap Banjiri Kenduri Rakyat HUT ke-27 Natuna, Kuliner Gratis Menanti Warga!
- Natuna
- 06 November 2026 12:24 WIB
Pemprov Riau Dukung Percepatan Musyawarah KONI
- Riau
- 05 November 2026 18:44 WIB
PLN Hijaukan Jalur Transmisi Bangkinang-Garuda Sakti, 200 Bibit Pohon Produktif Dukung Kesejahteraan Petani
- Nasional
- 05 November 2026 12:54 WIB
Komisi II DPRD Bersama Pemkab Kepulauan Meranti Bahas Penataan Aset Kelistrikan Desa, Keselamatan Warga Jadi Perhatian
- Kepulauan Meranti
- 05 November 2026 12:51 WIB
Pemprov Riau Matangkan Peringatan Hari Pahlawan 2026, Tiga Lokasi Upacara Disiapkan
- Riau
- 04 November 2026 19:36 WIB
PA Bangkinang dan JMSI Kampar Perkuat Kemitraan Strategis Tekait Keterbukaan Informasi
- Kampar
- 04 November 2026 17:37 WIB
Perkuat Pertahanan Negara, Pemko Batam Kirim 35 ASN Ikuti Seleksi Komcad
- Batam
- 04 November 2026 11:12 WIB
Pendaftaran Program Magang Nasional Kemnaker Batch III di PT Pelabuhan Karimun Resmi Dibuka, Ini Divisi Magang yang Dibutuhkan
- Karimun
- 04 November 2026 08:17 WIB
Di Balik Rimbunnya Hutan Perbatasan, Tiang PLN Berdiri Tegak Membawa Harapan
- Natuna
- 03 November 2026 20:53 WIB
Pemprov Riau Catat Indeks Harmoni 7,32, Masuk 10 Besar Nasional
- Riau
- 03 November 2026 20:07 WIB

