Dikeluhkan Warga, Jembatan Koto Setingkai Bakal Ditinjau PUPR Kampar
KAMPAR – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kampar merespons keluhan masyarakat terkait kondisi Jembatan Koto Setingkai di Desa Lubuk Agung, Kecamatan Kampar Kiri.
Sebelumnya, tokoh muda Desa Sungai Sarik, Kecamatan Kampar Kiri, Redo Antoni Sandra, meminta Pemerintah Kabupaten Kampar untuk meninjau langsung kondisi jembatan Desa IV Koto Setingkai dan Desa Sungai Sarik di Kecamatan Kampar Kiri yang saat ini sedang direhabilitasi.
Menurutnya, kualitas pekerjaan harus menjadi perhatian utama agar manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Menanggapi perihal tersebut, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kampar, Zainal Arifin, menyatakan pihaknya akan segera turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi jembatan tersebut, sekaligus menindaklanjuti usulan masyarakat terkait pembangunan jembatan permanen.
“Memang itu perlu saya cek langsung. Hari ini saya belum sampai ke sana, nanti saya akan turun ke lokasi untuk melihat seperti apa kondisi sebenarnya dan usulan yang disampaikan,” ujar Zainal usai RDP dengan Komisi IV DPRD Kampar di Bangkinang, Senin (22/6/2026).
Ia mengakui, masyarakat berharap jembatan di wilayah tersebut dapat dibangun secara permanen dengan konstruksi beton agar lebih aman dan tahan lama. Namun demikian, pembangunan jembatan permanen membutuhkan anggaran yang cukup besar.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Kampar, Rusdi Hanif, menjelaskan bahwa pembangunan jembatan beton permanen memiliki umur rencana sekitar 25 hingga 30 tahun, dengan catatan dilakukan pemeliharaan rutin.
Namun, kata dia, kebutuhan anggaran untuk pembangunan tersebut cukup besar, yakni berkisar Rp350 juta hingga Rp400 juta per meter, belum termasuk pekerjaan sipil seperti abutmen dan komponen penunjang lainnya.
“Kalau jembatan permanen tentu keinginan kita sama, yaitu membangun konstruksi beton yang lebih kuat. Tapi anggarannya memang besar, sekitar Rp350 juta sampai Rp400 juta per meter, itu pun belum termasuk pekerjaan sipil lainnya,” jelas Hanif.
Ia menambahkan, kondisi jembatan di Kabupaten Kampar secara umum cukup beragam. Dari sekitar 1.300 jembatan di ruas jalan kabupaten, terdapat kondisi laik, rusak ringan, rusak sedang, hingga rusak berat, dengan berbagai jenis konstruksi seperti beton, rangka baja, hingga jembatan kayu.
Karena itu, penanganan jembatan dilakukan secara bertahap sesuai skala prioritas dan kemampuan anggaran daerah. Untuk Jembatan Koto Setingkai, PUPR memastikan akan terlebih dahulu melakukan pengecekan lapangan sebelum menentukan langkah penanganan, apakah melalui pemeliharaan, perbaikan, atau rekonstruksi permanen.
“Alokasi anggaran yang tersedia saat ini baru sebatas agar jembatan tetap bisa dirawat, dipelihara, dan fungsional. Nanti secara bertahap akan kami lihat apakah bisa direkonstruksi atau ditingkatkan dengan penanganan yang lebih permanen,” tukasnya. Herdi
Editor : Nurdin Tambunan
Berita Terkait
Berita Terbaru
Identitas Korban Jatuh dari Jembatan Rantau Berangin Terungkap, Tim Gabungan Masih Lakukan Pencarian
- Kampar
- 04 Agustus 2026 17:42 WIB
Tinjau Hasil Pembangunan TMMD ke-129, Tim Wasev Mabesad Evaluasi Sasaran Fisik
- Pelalawan
- 04 Agustus 2026 17:40 WIB
Diduga Bunuh Diri, Seorang Pria Terjun dari Jembatan Rantau Berangin
- Kampar
- 04 Agustus 2026 09:57 WIB
Wujudkan Program TMAB, Satgas TMMD ke-129 Kodim 0313/KPR Rampungkan Pengecoran Fondasi Tower Air Bersih
- Pelalawan
- 04 Agustus 2026 09:23 WIB
Komisi I DPRD Karimun Dorong Percepatan SIMPATI DESA untuk Perkuat Layanan Adminduk di Kabupaten Karimun.
- Karimun
- 03 Agustus 2026 23:41 WIB
Indonesia Tertinggal 0-2 dari Vietnam dalam 15 Menit Pertama di Stadion Pakansari
- Olahraga
- 03 Agustus 2026 21:36 WIB
Ekonomi Batam Diproyeksikan Tumbuh hingga 7,4 Persen, Pemko Naikkan Target Pendapatan Daerah
- Batam
- 03 Agustus 2026 17:10 WIB
Amsakar: Sekolah Harus Menjadi Ruang Aman bagi Anak untuk Tumbuh dan Berprestasi
- Batam
- 03 Agustus 2026 14:12 WIB
Pemprov Riau Gelar Operasi Pasar Murah di Kampar dan Pekanbaru, Berikut Jadwalnya
- Ekonomi
- 03 Agustus 2026 13:08 WIB
Pemkab Kuansing Tunggu Kepastian Pejabat Pusat untuk Buka Festival Pacu Jalur 2026
- Traveliner
- 03 Agustus 2026 13:00 WIB
TMMD ke-129 Kodim 0313/KPR: Pembangunan MCK Masjid Al-Hijrah Capai 70 Persen
- Pelalawan
- 03 Agustus 2026 09:39 WIB
Leo/Daniel Juara Taipei Open 2026, Raih Gelar Kedua Musim Ini
- Olahraga
- 03 Agustus 2026 06:01 WIB
Dulux Raih Top Brand Award 2026, Perkuat Posisi sebagai Merek Cat Pilihan Masyarakat Indonesia
- Ekonomi
- 02 Agustus 2026 13:54 WIB
Di Balik Kesibukan Memimpin Batam, Amsakar Dapat Kejutan Hangat di Ulang Tahun ke-58
- Batam
- 02 Agustus 2026 11:15 WIB
Leo/Daniel Melaju ke Final Taipei Open 2026, Siap Tantang Ganda Malaysia
- Olahraga
- 02 Agustus 2026 10:34 WIB
Kemanunggalan TNI dan Rakyat, Pembangunan RTLH Milik Zaini dalam TMMD ke-129 Kodim 0313/KPR Terus Dikebut
- Pelalawan
- 02 Agustus 2026 10:29 WIB

