HMI Badko Riau-Kepri Soroti Lemahnya Pengawasan Imigrasi Kepri Pasca Penggerebekan 210 WNA di Batam
Batam-Resonansi.co – Himpunan Mahasiswa Islam Badko Riau-Kepulauan Riau menyoroti kinerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kepulauan Riau buntut maraknya pelanggaran keimigrasian yang terungkap belakangan ini.
Kabid Hukum dan Advokasi HMI Badko Riau-Kepri, Bagus Wahyuda Utama, menyatakan Kepulauan Riau sebagai gerbang utama negara menuntut standar pengawasan ketat. Namun realita di lapangan menunjukkan sebaliknya.
“Sebagai benteng negara, kinerja Imigrasi Kepri sangat menentukan keamanan dan kedaulatan wilayah. Fakta di lapangan memunculkan pertanyaan besar: mengapa pengawasan di Kanwil Imigrasi Kepri dinilai masih lemah?” ujar Bagus dalam keterangan tertulisnya, Senin 4 Mei 2026.
Deretan Kasus Jadi Bukti
Bagus merinci dua kasus besar yang menjadi sorotan. Pertama, penggerebekan 210 warga negara asing di Batam yang masuk menggunakan izin kunjungan, namun diduga menjalankan praktik penipuan daring, judi online, hingga sindikat kejahatan internasional. Operasi tersebut berjalan lama tanpa terdeteksi.
Kedua, penangkapan 30 tenaga kerja asing di Bintan yang bekerja penuh waktu hanya berbekal visa kunjungan, tanpa izin kerja resmi.
“Ini bukti nyata sistem pengawasan lepas kendali dan baru bereaksi setelah masalah menjadi besar. Ada indikasi kuat jaringan mafia dan perlindungan pihak tertentu yang belum terungkap, bahkan rekaman bukti sempat hilang,” tegasnya.
Tuntut Akuntabilitas Kepala Kanwil Imigrasi Kepri
HMI Badko Riau-Kepri mempertanyakan fungsi pengawasan dan intelijen yang menjadi tugas pokok instansi tersebut. Bagus juga menyinggung kasus nasional yang menjerat pejabat imigrasi, termasuk OTT KPK terhadap Kepala Imigrasi Jakarta Barat serta keterlibatan mantan Dirjen Imigrasi Silmy Karim yang kini berurusan dengan KPK.
“Jika di pusat saja terjadi praktik kotor, bagaimana publik bisa yakin di wilayah Kepri yang rawan ini bersih? Kami khawatir kemudahan yang didapat WNA pelanggar hukum bukan kebetulan, melainkan ada tangan-tangan kotor yang bermain,” lanjutnya.
Atas dasar itu, HMI Badko Riau-Kepri menuntut Kepala Kantor Wilayah Imigrasi Kepri untuk:
1. Memberikan penjelasan terbuka kepada publik terkait kegagalan pengawasan yang berulang. Akuntabilitas harus ditegakkan di hadapan rakyat.
2. Mengusut tuntas jaringan mafia dan pihak pelindung di balik WNA pelanggar hukum, tidak hanya menindak pelaku di lapangan.
3. Membersihkan jajaran internal dari oknum yang bermain mata dengan calo atau pihak tidak bertanggung jawab serta menutup celah izin ilegal.
4. Memperkuat sistem pengawasan pasca kedatangan WNA, tidak hanya fokus pada pemeriksaan di pintu masuk.
“Kami tidak butuh janji manis, kami butuh tindakan nyata. Kepri adalah milik rakyat Indonesia. Kami meminta Kepala Imigrasi Kepri bekerja sebagai benteng negara yang kokoh, bersih, dan tegas,” pungkas Bagus.
HMI Badko Riau-Kepri menegaskan akan terus mengawasi kinerja imigrasi di wilayah tersebut dan tidak menutup kemungkinan menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kanwil Imigrasi Kepri jika tuntutan tidak direspon.
Editor : Nurdin Tambunan
Berita Terkait
Berita Terbaru
Identitas Korban Jatuh dari Jembatan Rantau Berangin Terungkap, Tim Gabungan Masih Lakukan Pencarian
- Kampar
- 04 Agustus 2026 17:42 WIB
Tinjau Hasil Pembangunan TMMD ke-129, Tim Wasev Mabesad Evaluasi Sasaran Fisik
- Pelalawan
- 04 Agustus 2026 17:40 WIB
Diduga Bunuh Diri, Seorang Pria Terjun dari Jembatan Rantau Berangin
- Kampar
- 04 Agustus 2026 09:57 WIB
Wujudkan Program TMAB, Satgas TMMD ke-129 Kodim 0313/KPR Rampungkan Pengecoran Fondasi Tower Air Bersih
- Pelalawan
- 04 Agustus 2026 09:23 WIB
Komisi I DPRD Karimun Dorong Percepatan SIMPATI DESA untuk Perkuat Layanan Adminduk di Kabupaten Karimun.
- Karimun
- 03 Agustus 2026 23:41 WIB
Indonesia Tertinggal 0-2 dari Vietnam dalam 15 Menit Pertama di Stadion Pakansari
- Olahraga
- 03 Agustus 2026 21:36 WIB
Ekonomi Batam Diproyeksikan Tumbuh hingga 7,4 Persen, Pemko Naikkan Target Pendapatan Daerah
- Batam
- 03 Agustus 2026 17:10 WIB
Amsakar: Sekolah Harus Menjadi Ruang Aman bagi Anak untuk Tumbuh dan Berprestasi
- Batam
- 03 Agustus 2026 14:12 WIB
Pemprov Riau Gelar Operasi Pasar Murah di Kampar dan Pekanbaru, Berikut Jadwalnya
- Ekonomi
- 03 Agustus 2026 13:08 WIB
Pemkab Kuansing Tunggu Kepastian Pejabat Pusat untuk Buka Festival Pacu Jalur 2026
- Traveliner
- 03 Agustus 2026 13:00 WIB
TMMD ke-129 Kodim 0313/KPR: Pembangunan MCK Masjid Al-Hijrah Capai 70 Persen
- Pelalawan
- 03 Agustus 2026 09:39 WIB
Leo/Daniel Juara Taipei Open 2026, Raih Gelar Kedua Musim Ini
- Olahraga
- 03 Agustus 2026 06:01 WIB
Dulux Raih Top Brand Award 2026, Perkuat Posisi sebagai Merek Cat Pilihan Masyarakat Indonesia
- Ekonomi
- 02 Agustus 2026 13:54 WIB
Di Balik Kesibukan Memimpin Batam, Amsakar Dapat Kejutan Hangat di Ulang Tahun ke-58
- Batam
- 02 Agustus 2026 11:15 WIB
Leo/Daniel Melaju ke Final Taipei Open 2026, Siap Tantang Ganda Malaysia
- Olahraga
- 02 Agustus 2026 10:34 WIB
Kemanunggalan TNI dan Rakyat, Pembangunan RTLH Milik Zaini dalam TMMD ke-129 Kodim 0313/KPR Terus Dikebut
- Pelalawan
- 02 Agustus 2026 10:29 WIB

