MTQ Kampar Terjun ke Peringkat 7, DPRD Soroti Pembinaan hingga Dugaan Nepotisme Seleksi
KAMPAR – Prestasi Kabupaten Kampar pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Riau 2026 kembali menjadi sorotan. Setelah turun dari peringkat keenam menjadi ketujuh, DPRD Kabupaten Kampar meminta Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) dan pemerintah daerah melakukan evaluasi total terhadap sistem pembinaan dan seleksi peserta.
Anggota DPRD Kabupaten Kampar, Habiburrahman, menilai penurunan prestasi tersebut tidak boleh dianggap sebagai hal biasa. Menurutnya, hasil yang diraih tahun ini menjadi alarm bahwa pola pembinaan qari dan qariah di Kampar masih menyisakan banyak persoalan.
"Di satu sisi tentu kita mengapresiasi seluruh kontingen MTQ Kampar yang telah berjuang maksimal. Namun di balik itu, kita juga harus membuka mata. Tahun ini Kampar berada di peringkat ketujuh, padahal sebelumnya berada di peringkat keenam. Ini menjadi catatan besar bagi pembinaan MTQ di Kabupaten Kampar," ujarnya, Senin (13/7/2026).
Politisi PPP itu menilai pembinaan peserta belum berjalan optimal sehingga potensi qari dan qariah daerah belum tergarap secara maksimal. Bahkan, menurutnya, Kampar masih kehilangan putra-putri terbaik yang memilih memperkuat daerah lain karena dinilai memberikan penghargaan dan insentif yang lebih menarik.
"Mungkin reward atau penghargaan yang diberikan daerah lain lebih tinggi dibandingkan daerah kita. Ini harus menjadi perhatian. Jangan hanya mengharapkan prestasi mereka, tetapi juga harus memberikan penghargaan yang layak," katanya.
Habiburrahman juga mendesak agar pembinaan tidak lagi hanya bertumpu pada lulusan pondok pesantren atau madrasah yang sudah siap bertanding. Ia meminta pencarian bibit unggul dilakukan sejak tingkat kecamatan melalui pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan.
Tak hanya itu, ia turut menyoroti proses seleksi peserta MTQ yang harus benar-benar objektif dan bebas dari kepentingan tertentu.
"Kita harus jujur. Kalau memang mereka mampu, lanjutkan. Kalau tidak mampu, jangan dipaksakan, meskipun berasal dari keluarga tertentu atau memiliki kedekatan dengan pihak tertentu. Yang diutamakan harus tetap kualitas dan kemampuan peserta," tegasnya.
Ia berharap evaluasi menyeluruh segera dilakukan agar Kampar mampu kembali bersaing di papan atas MTQ Provinsi Riau pada penyelenggaraan mendatang.
Senada dengan itu, tokoh agama Kabupaten Kampar, Ustadz Iskandar, menilai penurunan prestasi MTQ merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, kepengurusan LPTQ saat ini sebenarnya telah melakukan sejumlah pembenahan, termasuk menggelar pembinaan rutin setiap akhir pekan.
"Di bawah kepengurusan LPTQ saat ini telah terjadi berbagai perubahan positif, termasuk pelaksanaan pembinaan rutin setiap akhir pekan bagi para calon peserta MTQ. Namun, hasil yang dicapai belum sesuai harapan karena mayoritas peserta Kampar hanya mampu meraih juara dua dan belum banyak yang berhasil menjadi juara pertama," ujarnya.
Ia menilai akar persoalan justru berada pada belum meratanya pembinaan hingga tingkat kecamatan. Menurutnya, penjaringan bibit qari dan qariah harus dimulai dari daerah melalui sinergi LPTQ, pondok pesantren, madrasah, dan pemerintah kecamatan agar pembinaan tidak hanya terpusat di tingkat kabupaten.
"Kalau pembinaan dari bawah berjalan baik, maka stok qari dan qariah berkualitas akan terus tersedia. Ini yang harus diperkuat jika Kampar ingin kembali menjadi daerah yang disegani di ajang MTQ Provinsi Riau," pungkasnya. HP
Editor : Nurdin Tambunan
Berita Terkait
Berita Terbaru
Identitas Korban Jatuh dari Jembatan Rantau Berangin Terungkap, Tim Gabungan Masih Lakukan Pencarian
- Kampar
- 04 Agustus 2026 17:42 WIB
Tinjau Hasil Pembangunan TMMD ke-129, Tim Wasev Mabesad Evaluasi Sasaran Fisik
- Pelalawan
- 04 Agustus 2026 17:40 WIB
Diduga Bunuh Diri, Seorang Pria Terjun dari Jembatan Rantau Berangin
- Kampar
- 04 Agustus 2026 09:57 WIB
Wujudkan Program TMAB, Satgas TMMD ke-129 Kodim 0313/KPR Rampungkan Pengecoran Fondasi Tower Air Bersih
- Pelalawan
- 04 Agustus 2026 09:23 WIB
Komisi I DPRD Karimun Dorong Percepatan SIMPATI DESA untuk Perkuat Layanan Adminduk di Kabupaten Karimun.
- Karimun
- 03 Agustus 2026 23:41 WIB
Indonesia Tertinggal 0-2 dari Vietnam dalam 15 Menit Pertama di Stadion Pakansari
- Olahraga
- 03 Agustus 2026 21:36 WIB
Ekonomi Batam Diproyeksikan Tumbuh hingga 7,4 Persen, Pemko Naikkan Target Pendapatan Daerah
- Batam
- 03 Agustus 2026 17:10 WIB
Amsakar: Sekolah Harus Menjadi Ruang Aman bagi Anak untuk Tumbuh dan Berprestasi
- Batam
- 03 Agustus 2026 14:12 WIB
Pemprov Riau Gelar Operasi Pasar Murah di Kampar dan Pekanbaru, Berikut Jadwalnya
- Ekonomi
- 03 Agustus 2026 13:08 WIB
Pemkab Kuansing Tunggu Kepastian Pejabat Pusat untuk Buka Festival Pacu Jalur 2026
- Traveliner
- 03 Agustus 2026 13:00 WIB
TMMD ke-129 Kodim 0313/KPR: Pembangunan MCK Masjid Al-Hijrah Capai 70 Persen
- Pelalawan
- 03 Agustus 2026 09:39 WIB
Leo/Daniel Juara Taipei Open 2026, Raih Gelar Kedua Musim Ini
- Olahraga
- 03 Agustus 2026 06:01 WIB
Dulux Raih Top Brand Award 2026, Perkuat Posisi sebagai Merek Cat Pilihan Masyarakat Indonesia
- Ekonomi
- 02 Agustus 2026 13:54 WIB
Di Balik Kesibukan Memimpin Batam, Amsakar Dapat Kejutan Hangat di Ulang Tahun ke-58
- Batam
- 02 Agustus 2026 11:15 WIB
Leo/Daniel Melaju ke Final Taipei Open 2026, Siap Tantang Ganda Malaysia
- Olahraga
- 02 Agustus 2026 10:34 WIB
Kemanunggalan TNI dan Rakyat, Pembangunan RTLH Milik Zaini dalam TMMD ke-129 Kodim 0313/KPR Terus Dikebut
- Pelalawan
- 02 Agustus 2026 10:29 WIB

