Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Seluruh Indonesia
BANJARBARU - Presiden Prabowo Subianto meresmikan 166 Sekolah Rakyat (SR) yang tersebar di seluruh Wilayah Indonesia, dipusatkan di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/26).
Sekolah Rakyat yang diresmikan Presiden Prabowo ini merupakan program pendidikan inklusif berasrama yang menyasar anak-anak dari keluarga miskin ekstrem, sehingga menjadi harapan baru bagi anak kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
Adapun dari 166 SR tersebut terdapat 70 titik di Pulau Jawa, 35 titik di Pulau Sumatera, 28 titik di Pulau Sulawesi, 13 titik di Pulau Kalimantan, 7 titik di Pulau Maluku, 7 titik di Pulau Bali dan Nusa Tenggara, serta 6 titik di Pulau Papua.
Presiden Prabowo mengaku terhadu dan bangga atas diresmikan Sekolah Rakyat tersebut, serta mengapresiasi peran kementerian lembaga, pemerintah daerah dan semua pihak atas terselenggaranya program tersebut.
Menurut Presiden, hadirnya Sekolah Rakyat ini merupakan salah satu terobosan dan langkah berani dalam membangun pendidikan hingga menyasar ke masyarakat kurang mampu.
"Saya hari ini sangat bahagia, saya ucapan terim kasih kepada semua unsur, kementerian/lembaga dan semua lembaga yang telah bekerja mewujudkan suatu langkah terobosan (membangun SR). Terima kasih semuanya kita telah mewujudkan upaya ini," ujarnya.
Prabowo mengungkapkan, ia merasa terharu dengan kehadiran Sekolah Rakyat di tengah masyarakat karena melihat dampak dari sekolah tersebut.
Sebab katanya, belum lama berdiri tapi siswa Sekolah Rakyat telah mampu menggoreskan prestasi, mulai dari adanya siswa yang jago empat bahasa, bahkan ada juga yang menjadi pemenang olimpiade.
"Saya terharu melihat dampak dari upaya kita. Untuk negara seperti kita yang merdeka karena perjuangan, kita harus melihat pertumbuhan ini benar-benar dirasakan nggak oleh rakyat yang paling bawah," ucapnya.
Terakhir, Presiden berharap dengan hadirnya SR dapat menjadi wadah sekaligus harapan baru bagi anak-anak yang sulit untuk sekolah dan tidak mempunyai biaya.
Dengan demikian, diharapkan Sekolah Rakyat yang dirancang sebagai ruang belajar yang layak, terjangkau, dan inklusif, sekaligus instrumen penting untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.
"Kita bernegara untuk memperbaiki kehidupan seluruh rakyat Indonesia bukan segelintir rakyat, itu tujuan bernegara. Dan untuk itu saya berterima kasih kepada semua untuk hadirnya Sekolah Rakyat," tutupnya. **
Editor : Herdi Pasai
Berita Terkait
Berita Terbaru
Perkuat Tulang Punggung Listrik Riau, PLN Lakukan Final Check Relokasi Tower SUTT 150 kV
- Nasional
- 18 April 2026 19:23 WIB
Kasusnya Dinyatakan SP2Lid, Ahmad Iskandar Tanjung Akan Laporkan Balik Pelapornya ke Polda Kepri
- Karimun
- 17 April 2026 22:28 WIB
Bukan Sekadar Urus Gizi, Mitra SPPG se-Inhil Turun Tangan Ringankan Luka Korban Kebakaran di Pulau Kijang
- Inhil
- 17 April 2026 16:24 WIB
Hendri Kampay Apresiasi Komisi III DPRD Kampar, Konflik Warga- Perusahaan di Kemang Indah Berakhir Damai
- Kampar
- 17 April 2026 13:15 WIB
STY FEST Sekolah Santo Yusup Karimun Meriah
- Karimun
- 17 April 2026 13:12 WIB
Polres Inhil Amankan Pengedar Sabu dan Ekstasi di Keritang
- Inhil
- 17 April 2026 12:51 WIB
Gercep, Pemprov Riau: Perbaikan Jalan Minas-Tualang Segera Dimulai
- Riau
- 17 April 2026 11:41 WIB
Warga Siak Korban Penipuan Kerja Akhirnya Dimakamkan di Kamboja
- Riau
- 17 April 2026 11:38 WIB
Pansus II DPRD Kampar Soroti LKPJ 2025, Rinaldo: Efisiensi Harus Tetap Pro Rakyat
- Kampar
- 17 April 2026 11:14 WIB
KTH Tak Bisa Sendiri, Bupati Siak Tegaskan Pentingnya Pendampingan
- Siak
- 17 April 2026 11:10 WIB
Lapas Tembilahan Gelar Bakti Sosial, Salurkan 17 Paket Sembako untuk Keluarga Warga Binaan
- Inhil
- 17 April 2026 10:34 WIB
