Sunardi DS Dorong Pemkab Kampar Soal Rumah Singgah Pasien Masuk Dalam Perencanaan Pembangunan Daerah
BANGKINANG – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kampar Sunardi DS menyoroti belum tersedianya rumah singgah bagi pasien asal Kampar beserta keluarga yang menjalani pengobatan di Kota Pekanbaru.
Ia menilai kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama dan perlu mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Kampar.
Politisi Partai Demokrat tersebut mengatakan, banyak warga Kampar yang harus berobat ke rumah sakit rujukan di Pekanbaru dengan kondisi ekonomi terbatas, sehingga terpaksa menginap di pendopo rumah sakit atau tempat seadanya.
“Kita berharap pemerintah daerah, khususnya OPD terkait, bisa membuat program kegiatan yang jelas, termasuk cantolan program dan penganggarannya. Kondisi ini cukup mengkhawatirkan,” ujar Sunardi, Kamis (15/1/2026).
Menurutnya, sejumlah kabupaten dan provinsi lain sudah lebih dahulu menyediakan rumah singgah bagi pasien rujukan, sehingga Kampar seharusnya bisa melakukan hal yang sama.
“Daerah lain sudah membuat rumah tinggal atau rumah singgah untuk pasien. Kita mengharapkan Pemerintah Kabupaten Kampar juga membuat program seperti itu,” tegasnya.
Sunardi mengungkapkan, DPRD sebenarnya siap mengalokasikan anggaran melalui aspirasi dewan. Namun hingga kini belum ada OPD yang memiliki program atau nomenklatur kegiatan yang secara khusus mengatur rumah singgah pasien.
“Anggaran bisa kita alokasikan sepenuhnya, tapi cantolan kegiatannya tidak ada. Kami sudah menghubungi beberapa OPD, baik sosial, kesehatan, hingga bagian umum, namun belum ada yang memiliki program tersebut,” jelasnya.
Ia menilai, kemungkinan selama ini persoalan rumah singgah tidak terpantau karena minimnya laporan dan informasi. Namun kini, informasi tersebut sudah mencuat dan bahkan disebut telah berlangsung lebih dari dua tahun.
“Sekarang informasinya sudah jelas, sudah satu sampai dua tahun kondisi ini terjadi. Tentu ini harus menjadi perhatian pemerintah daerah,” katanya.
Sunardi mendorong agar persoalan rumah singgah pasien dimasukkan dalam perencanaan pembangunan daerah, baik melalui RKPD maupun perubahan RKPD, mengingat hal ini berkaitan langsung dengan masalah kesehatan dan sosial masyarakat.
“Jangan sampai pasiennya diobati di rumah sakit, tapi keluarganya justru terdampak secara ekonomi dan kesehatan karena tidak memiliki tempat tinggal yang layak. Ini bukan hanya soal pasien, tapi juga keluarganya,” tegas Sunardi.
Sebelumnya NH, pasien kanker payudara asal Kampar dan warga Kampar lainnya menyuarakan harapan agar Pemerintah Kabupaten Kampar menyediakan rumah singgah bagi masyarakat miskin yang berobat di Pekanbaru.
Rumah singgah dinilai menjadi solusi realistis, terutama bagi pasien rujukan yang harus tinggal lama di ibu kota provinsi.
"Kalau ada rumah singgah, kami bisa istirahat dengan layak. Tidak perlu tidur di pendopo rumah sakit," pungkas NH. Adv
Editor : Herdi Pasai
Berita Terkait
Berita Terbaru
Perkuat Tulang Punggung Listrik Riau, PLN Lakukan Final Check Relokasi Tower SUTT 150 kV
- Nasional
- 18 April 2026 19:23 WIB
Kasusnya Dinyatakan SP2Lid, Ahmad Iskandar Tanjung Akan Laporkan Balik Pelapornya ke Polda Kepri
- Karimun
- 17 April 2026 22:28 WIB
Bukan Sekadar Urus Gizi, Mitra SPPG se-Inhil Turun Tangan Ringankan Luka Korban Kebakaran di Pulau Kijang
- Inhil
- 17 April 2026 16:24 WIB
Hendri Kampay Apresiasi Komisi III DPRD Kampar, Konflik Warga- Perusahaan di Kemang Indah Berakhir Damai
- Kampar
- 17 April 2026 13:15 WIB
STY FEST Sekolah Santo Yusup Karimun Meriah
- Karimun
- 17 April 2026 13:12 WIB
Polres Inhil Amankan Pengedar Sabu dan Ekstasi di Keritang
- Inhil
- 17 April 2026 12:51 WIB
Gercep, Pemprov Riau: Perbaikan Jalan Minas-Tualang Segera Dimulai
- Riau
- 17 April 2026 11:41 WIB
Warga Siak Korban Penipuan Kerja Akhirnya Dimakamkan di Kamboja
- Riau
- 17 April 2026 11:38 WIB
Pansus II DPRD Kampar Soroti LKPJ 2025, Rinaldo: Efisiensi Harus Tetap Pro Rakyat
- Kampar
- 17 April 2026 11:14 WIB
KTH Tak Bisa Sendiri, Bupati Siak Tegaskan Pentingnya Pendampingan
- Siak
- 17 April 2026 11:10 WIB
Lapas Tembilahan Gelar Bakti Sosial, Salurkan 17 Paket Sembako untuk Keluarga Warga Binaan
- Inhil
- 17 April 2026 10:34 WIB
