Program Zulpakar Dapat Sambutan Positif, Warga Nilai Menjawab Kebutuhan Bagan Jawa

BAGAN JAWA – Berbagai program yang ditawarkan Calon Penghulu Bagan Jawa, Zulpakar, mulai mendapat perhatian dan respons positif dari masyarakat. Sejumlah gagasan yang disampaikannya dinilai menyentuh kebutuhan dasar warga serta menawarkan arah pembangunan yang lebih jelas bagi Kepenghuluan Bagan Jawa ke depan.

Dalam berbagai kesempatan bertemu masyarakat, Zulpakar menegaskan komitmennya untuk tidak menerima gaji maupun tunjangan selama menjabat sebagai penghulu apabila diberikan amanah oleh masyarakat. Komitmen tersebut, menurutnya, akan dituangkan dalam surat pernyataan bermeterai sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada warga.

Selain itu, Zulpakar juga menawarkan sejumlah kebijakan yang dinilai berpihak kepada masyarakat. Di antaranya pengurusan Surat Keterangan Tanah dan Rumah (SKTR) serta Surat Keterangan Ganti Rugi (SKGR) secara gratis, mempertahankan seluruh perangkat kepenghuluan yang ada saat ini tanpa pemberhentian maupun rotasi, serta memberikan bantuan pendidikan bagi anak-anak berprestasi dari keluarga kurang mampu.

Di sektor pembangunan, ia mengusung berbagai program yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Program tersebut meliputi pembangunan sumur bor untuk mendukung ketersediaan air bersih, pemasangan lampu penerangan jalan, pembangunan jalan semenisasi, pembangunan drainase di lingkungan permukiman, hingga penyediaan lahan perkebunan yang akan dikelola secara berkelompok guna meningkatkan perekonomian masyarakat.

Sejumlah warga menilai program yang ditawarkan tersebut merupakan jawaban atas berbagai persoalan yang selama ini dihadapi masyarakat Bagan Jawa.

Amiruddin, salah seorang warga, mengatakan Zulpakar memiliki pengalaman dan kapasitas yang memadai untuk memimpin Kepenghuluan Bagan Jawa.

“Kami melihat beliau memiliki pengalaman yang cukup serta kemampuan yang baik. Dengan bekal itu, saya yakin beliau mampu membawa Bagan Jawa menjadi lebih maju, mandiri, dan berkembang,” ujarnya, Kamis (11/6/2026).

Hal senada disampaikan Sutrisno. Menurutnya, program yang dipaparkan tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga realistis dan dapat diwujudkan.

“Apa yang disampaikan sangat masuk akal dan bisa direalisasikan. Programnya jelas, menyentuh kebutuhan masyarakat, dan memang dibutuhkan saat ini,” katanya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Junaidi Abdurrahman memberikan perhatian khusus terhadap komitmen Zulpakar yang menyatakan tidak akan menerima gaji dan tunjangan selama menjabat sebagai penghulu.

“Ini merupakan komitmen yang cukup berani dan jarang ditemukan dalam kontestasi pemilihan penghulu. Apalagi akan dituangkan dalam surat pernyataan bermeterai. Artinya ada tanggung jawab moral yang besar kepada masyarakat. Jika tidak ditepati, tentu akan menjadi penilaian masyarakat. Bagi saya, ini menunjukkan keseriusan seorang calon pemimpin untuk mengabdi,” ungkapnya. Indra Sarip

Editor : Nurdin Tambunan



Bagikan

Berita Terbaru