Rumah Rehabilitasi Misterius di Batam Terungkap, Kelurahan Mengaku Tak Pernah Terbitkan Domisili
Batam–Resonansi.co - Sebuah rumah di Komplek Town House Palm View A11, depan Perumahan Centre View, Kelurahan Taman Baloi, Kecamatan Batam Kota, diduga telah lama beroperasi sebagai tempat rehabilitasi penyalahguna narkoba.
Namun, keberadaan fasilitas tersebut kini memunculkan tanda tanya besar setelah pihak lingkungan hingga kelurahan mengaku tidak mengetahui aktivitas yang berlangsung di lokasi itu.
Penelusuran yang dilakukan media mengungkap sejumlah fakta yang mengarah pada dugaan belum lengkapnya aspek administrasi maupun legalitas operasional tempat tersebut.
Saat dikonfirmasi, Lurah Taman Baloi, Harry Andriano, S.STP, mengaku belum pernah menerima laporan resmi terkait keberadaan tempat rehabilitasi yang diduga beroperasi di kawasan permukiman tersebut.
"Kami sudah menanyakan kepada RT setempat dan mereka juga menyatakan tidak mengetahui adanya tempat rehabilitasi tersebut," ujar Harry.
Pernyataan itu menimbulkan pertanyaan lanjutan. Sebab, sebuah lembaga rehabilitasi yang menangani penyalahguna narkoba umumnya memiliki aktivitas yang melibatkan tenaga pendamping, pasien, maupun keluarga pasien sehingga keberadaannya lazim diketahui oleh lingkungan sekitar maupun aparat wilayah setempat.
Tidak berhenti di situ, pihak kelurahan juga melakukan penelusuran terhadap data administrasi yang dimiliki.
Hasilnya, tidak ditemukan dokumen domisili yang pernah diterbitkan untuk lokasi yang diduga digunakan sebagai tempat rehabilitasi tersebut.
"Sudah kami cek dan cross check. Dari tahun 2020 sampai sekarang tidak ditemukan dokumen domisili yang kami keluarkan untuk tempat rehabilitasi itu," katanya.
Temuan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai status kelembagaan dan dasar operasional tempat yang diduga menjalankan layanan rehabilitasi tersebut.
Pasalnya, penyelenggaraan rehabilitasi bagi penyalahguna narkoba pada umumnya harus memenuhi sejumlah ketentuan, mulai dari legalitas badan penyelenggara, izin operasional, standar pelayanan, hingga pengawasan dari instansi terkait seperti Dinas Kesehatan maupun Badan Narkotika Nasional (BNN).
Meski demikian, hingga saat ini belum dapat dipastikan apakah lokasi tersebut benar beroperasi sebagai tempat rehabilitasi atau tidak. Pihak kelurahan menegaskan bahwa informasi yang diterima masih berupa laporan awal dan belum melalui pemeriksaan langsung di lapangan.
"Kami akan turun ke lapangan untuk memastikan apakah benar ada kegiatan rehabilitasi di lokasi tersebut dan bagaimana status administrasinya," ujar Harry.
Rencana pengecekan akan dilakukan bersama perangkat RT, unsur pimpinan kelurahan, serta Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM). Verifikasi tersebut dinilai penting untuk menjawab sejumlah pertanyaan yang berkembang di tengah masyarakat.
Apabila nantinya ditemukan adanya aktivitas rehabilitasi tanpa dokumen atau izin sesuai ketentuan yang berlaku, pihak kelurahan menyatakan akan berkoordinasi dengan instansi yang memiliki kewenangan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
"Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan maupun BNN Kota Batam terkait hal tersebut," katanya.
Hingga berita ini diterbitkan, pengelola lokasi yang diduga menjadi tempat rehabilitasi tersebut belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan untuk memperoleh penjelasan mengenai siapa pihak pengelola, sejak kapan fasilitas tersebut beroperasi, jumlah penghuni atau pasien yang ditangani, serta legalitas yang dimiliki.
Kasus ini menjadi perhatian karena menyangkut layanan rehabilitasi penyalahguna narkoba yang semestinya dijalankan secara terbuka, memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah, dan berada dalam pengawasan instansi berwenang.
Sejumlah pertanyaan pun masih menunggu jawaban, apakah tempat tersebut memiliki izin operasional, siapa yang bertanggung jawab atas pengelolaannya, dan sejauh mana pengawasan dilakukan selama ini. (HL)
Editor : Reza MF
Berita Terkait
Berita Terbaru
Pemprov Riau Dorong Sinergi dengan OJK, Perluas Akses Keuangan Masyarakat
- Riau
- 06 November 2026 18:53 WIB
Pemprov Riau Dukung Pengembangan Fakultas Kedokteran Gigi UIR, Perkuat SDM Kesehatan
- Pendidikan
- 06 November 2026 18:41 WIB
Puluhan Wartawan Riau Ikuti UKW JMSI, Perkuat Profesionalisme dan Kualitas Pers
- Riau
- 06 November 2026 18:32 WIB
Disdikbud Rohil Benahi Gedung Perkantoran, Progres Capai 30 Persen
- Rohil
- 06 November 2026 14:19 WIB
Pelaku UMKM Siap Banjiri Kenduri Rakyat HUT ke-27 Natuna, Kuliner Gratis Menanti Warga!
- Natuna
- 06 November 2026 12:24 WIB
Pemprov Riau Dukung Percepatan Musyawarah KONI
- Riau
- 05 November 2026 18:44 WIB
PLN Hijaukan Jalur Transmisi Bangkinang-Garuda Sakti, 200 Bibit Pohon Produktif Dukung Kesejahteraan Petani
- Nasional
- 05 November 2026 12:54 WIB
Komisi II DPRD Bersama Pemkab Kepulauan Meranti Bahas Penataan Aset Kelistrikan Desa, Keselamatan Warga Jadi Perhatian
- Kepulauan Meranti
- 05 November 2026 12:51 WIB
Pemprov Riau Matangkan Peringatan Hari Pahlawan 2026, Tiga Lokasi Upacara Disiapkan
- Riau
- 04 November 2026 19:36 WIB
PA Bangkinang dan JMSI Kampar Perkuat Kemitraan Strategis Tekait Keterbukaan Informasi
- Kampar
- 04 November 2026 17:37 WIB
Perkuat Pertahanan Negara, Pemko Batam Kirim 35 ASN Ikuti Seleksi Komcad
- Batam
- 04 November 2026 11:12 WIB
Pendaftaran Program Magang Nasional Kemnaker Batch III di PT Pelabuhan Karimun Resmi Dibuka, Ini Divisi Magang yang Dibutuhkan
- Karimun
- 04 November 2026 08:17 WIB
Di Balik Rimbunnya Hutan Perbatasan, Tiang PLN Berdiri Tegak Membawa Harapan
- Natuna
- 03 November 2026 20:53 WIB
Batam Luncurkan BATAMMAS, Perkuat Pengawasan dan Optimalisasi Aset Daerah
- Batam
- 03 November 2026 15:45 WIB
Ubed Bidik Hasil Lebih Baik di Korea Open 2026, Meski Persiapan Sangat Mepet
- Olahraga
- 02 November 2026 19:45 WIB

