Selamatkan Laut Bintan, Pokmaswas Dapat Pelatihan Pantau Ekosistem Lamun
BINTAN, RESONANSI.CO — Sebanyak puluhan anggota kelompok masyarakat pengawas (Pokmaswas) dari enam kelompok lokal, mengikuti pelatihan pemantauan ekosistem lamun di Taman Wisata Perairan (TWP) Timur Pulau Bintan selama dua harga 14–15 Oktober 2025.
Keenam kelompok yakni Pokmaswas Dugong, Srikandi, Usat Berkumis, Camar Laut, Perisai Mapur, dan Bintang Laut, menjalani pelatihan tersebut dengan dampingan langsung dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau (DKP Kepri), yang bekerja sama dengan Konservasi Indonesia, dan mendapatkan materi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH).
Kepala Bidang Konservasi Kelautan dan Pengawasan DKP Provinsi Kepri, R. Taufik, menilai keberadaan Pokmaswas sangat penting sebagai penjaga terdepan ekosistem perairan setempat.
”Ekosistem lamun berfungsi sebagai pelindung pesisir dan penyerap karbon biru. Pokmaswas ini menjadi ujung tombak pengawasan agar ekosistem tetap lestari. Kegiatan ini menjadi langkah bersama dalam memperkuat pengawasan berbasis masyarakat di TWP Timur Pulau Bintan,” kata R Taufik, Selasa (21/10/2025).
Padang lamun di TWP Timur Pulau Bintan terhampar hingga 2.416 hektare. Kawasan ini berperan penting sebagai habitat dugong, penyu hijau, dan penyu sisik, pelindung garis pantai, hingga penyerap karbon biru. Kawasan konservasi seluas 138.561 hektare ini juga menghadapi tekanan tinggi akibat dari sedmentasi, pencemaran, alih fungsi lahan, dan praktik perikanan yang tidak berkelanjutan.
Pelatihan selama dua hari tersebut mengombinasikan teori, praktik lapangan, dan diskusi kelompok. Peserta terlibat dalam identifikasi jenis lamun, pemahaman tentang tutupan habitat, penilaian kualitas air, serta mengenali ancaman dari aktivitas manusia.
Peserta juga diperkenalkan dengan Seagrass Monitoring Kit sebuah alat bantu sederhana namun ilmiah untuk mencatat data lamun, kondisi habitat, ancaman pesisir, dan biota berasosiasi.
Susan Lusiana, Blue Carbon Senior Manager Konservasi Indonesia, mendorong agar kegiatan pemantauan lamun menjadi bagian dari rencana kerja Pokmaswas.
“Kami berkomiten dalam menyempurnakan Seagrass Monitoring Kit untuk Pokmaswas dan menindaklanjutinya dimulai dengan penentuan titik dan pelaksanaan monitoring pertama,” ucap Susan.
Ke depannya KI bersama DKP Kepri dan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelola Kawasan Konservasi Perairan Provinsi Kepri akan mendorong kegiatan pemantauan dapat diintegrasikan dalam alokasi dana desa melalui Musyawaran Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), sehingga selaras dengan rencana pengelolaan TWP Timur Pulau Bintan.
Sementara itu, di level nasional, BRIN tengah menjajaki integrasi Seagrass Monitoring Kit ke dalam platform digital Seagrass Connect untuk memperkuat sistem pemantauan lamun nasional yang lebih terpadu dan berkelanjutan.
Hal ini diharapkan akan berkontribusi bagi operasionalisasi jejaring karbon biru yang tengah dikembangkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Perwakilan Pokmaswas Camar Laut, Nursyahadat, yang mengikuti kegiatan ini mengaku mendapat lebih banyak pengetahuan. Terlebih, hasil diskusi nantinya akan digunakan untuk menyusun rencana pengawasan rutin dan berkelanjutan di wilayah masing-masing Pokmaswas.
“Dari pelatihan ini kami bisa lebih memahami kondisi padang lamun, dan semakin siap untuk menjalani pemantauan rutin dua kali setahun,” kata Nursyahadat. AAL
Editor : Herdi Pasai
Berita Terkait
Berita Terbaru
Veda Ega Pratama Jelaskan Insiden dengan David Munoz, Jalani Long Lap Penalti Dua Kali
- Olahraga
- 21 September 2026 08:49 WIB
TNI AU Pulihkan Senyum Anak Natuna Lewat Operasi Bibir Sumbing dan Langit-langit
- Natuna
- 21 September 2026 08:34 WIB
Pembinaan Teritorial Terintegrasi di Kepri Dorong Sinergi Pertahanan dan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir
- Kepri
- 20 September 2026 20:03 WIB
Veda Ega Pratama Tampil Impresif di Moto3 Austria
- Olahraga
- 20 September 2026 18:05 WIB
Gowes 2.500 Peserta Jadi Penggerak Ekonomi Lokal Kampar
- Ekonomi
- 20 September 2026 16:28 WIB
Enjoy Karimun Event 2026 Hadirkan Perayaan Budaya, Dorong Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
- Karimun
- 20 September 2026 14:03 WIB
Bupati Karimun Pimpin Peringatan HUT Ke-81 PMI, Serukan Kolaborasi dan Kepedulian Kemanusiaan
- Karimun
- 20 September 2026 14:00 WIB
Jelang Musda XI Golkar Kampar, Lokasi Mendadak Pindah ke Stanum
- Kampar
- 20 September 2026 12:41 WIB
Asian Games 2026: Tim Putri Indonesia Libas Mongolia, Siap Hadapi Chinese Taipei
- Olahraga
- 20 September 2026 11:20 WIB
Sopir Truk Dikeroyok di Tol Permai, PJR Kejar Terduga Pelaku hingga KM 20
- Hukrim
- 20 September 2026 11:12 WIB
Rumah Warga di Selatpanjang Kota Terbakar, Sejumlah Barang Berharga Tak Terselamatkan
- Kepulauan Meranti
- 20 September 2026 11:07 WIB
Antonio Gamaroni Borong Dua Gol, PSPS Raih Kemenangan Perdana di Kandang
- Olahraga
- 20 September 2026 08:15 WIB
Buka Porsadin VI Kampar, Ahmad Yuzar Dorong Lahirnya Generasi Berakhlakul Karimah
- Pendidikan
- 20 September 2026 08:12 WIB
Veda Ega Pratama Start dari P19 di Moto3 Austria, Gagal Tembus Q2
- Olahraga
- 20 September 2026 08:03 WIB
Menaker: Transisi Hijau Buka Peluang Baru bagi Tenaga Kerja
- Nasional
- 20 September 2026 07:59 WIB
Batik Kampar Tembus Panggung Internasional, Jadi Daya Tarik Wisata Budaya
- Traveliner
- 20 September 2026 07:05 WIB

