Warga Tapung Murka Jalan Rusak, F-PDIP DPRD Kampar Desak Pemkab Jangan Lepas Tangan
BANGKINANG – Gelombang protes masyarakat atas kerusakan parah jalan di kawasan Tapung Raya terus meluas. Di tengah derasnya kritik di media sosial hingga munculnya gerakan warga, Fraksi PDI Perjuangan (F-PDIP) DPRD Kampar mengingatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar agar tidak lepas tangan meski sebagian besar ruas jalan tersebut berstatus jalan provinsi dan nasional.
Sekretaris F-PDIP DPRD Kampar, Azhari Nardi, menyampaikan peringatan tersebut saat membacakan pandangan umum fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Kampar Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna DPRD Kampar, Senin (6/7/2026) sore.
Menurut Azhari, status jalan bukan alasan bagi pemerintah daerah untuk mengabaikan keluhan masyarakat yang setiap hari merasakan dampak kerusakan infrastruktur tersebut.
"Jangan menjadi alasan dan lepas tangan. Bagaimanapun yang tinggal di sana adalah masyarakat Kampar. Tolong dicari solusi jangka pendek maupun jangka panjang," tegasnya.
Ia menilai kondisi jalan di Tapung sudah sangat memprihatinkan sehingga masyarakat tidak bisa terus diminta bersabar menunggu proses perbaikan.
Karena itu, Azhari mendorong Pemkab Kampar segera berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Riau dan Kementerian Pekerjaan Umum agar ruas jalan tersebut diusulkan menjadi jalan nasional.
Selain itu, ia meminta pemerintah daerah memperjuangkan masuknya ruas jalan Tapung ke dalam Program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah sebagai salah satu skema percepatan pembangunan dan peningkatan konektivitas jalan.
"Hendaknya itu dilakukan tanpa harus menunggu perubahan status jalan menjadi jalan nasional," ujarnya.
Menanggapi masukan tersebut, Bupati Kampar Ahmad Yuzar mengakui bahwa kondisi ruas jalan di Tapung Hulu dan Tapung Hilir yang merupakan jalan provinsi maupun nasional memang banyak mengalami kerusakan.
Ia mengatakan Pemkab Kampar telah berupaya meminta perhatian Pemerintah Provinsi Riau dan pemerintah pusat, termasuk menjalin komunikasi dengan anggota DPR RI agar perbaikan jalan di Tapung Raya menjadi prioritas.
"Kami sudah berupaya meminta bantuan kepada pemerintah pusat, khususnya melalui Komisi V DPR RI, agar perbaikan jalan nasional di Tapung Raya dapat segera direalisasikan. Kami berusaha membangun Kampar secara gotong royong," kata Ahmad Yuzar.
Sementara itu, keresahan masyarakat terus bermunculan di media sosial. Berbagai unggahan berisi keluhan, kritik, hingga hujatan terhadap pemerintah daerah, Pemerintah Provinsi Riau, dan para wakil rakyat ramai mewarnai berbagai platform dalam beberapa pekan terakhir.
Tidak hanya menyampaikan protes secara daring, sejumlah warga juga melakukan aksi simbolis. Di antaranya meletakkan sofa di tengah jalan yang dipenuhi genangan air sebagai bentuk sindiran terhadap kondisi jalan rusak. Warga juga menggalang bantuan berupa kerikil dan pasir untuk menimbun ruas jalan secara swadaya melalui kegiatan gotong royong.
Di media sosial juga beredar ajakan dari Aliansi Masyarakat Tapung Murka untuk menggelar konsolidasi masyarakat yang resah terhadap kerusakan jalan. Selain itu, muncul pula deklarasi pembentukan Front Aksi Jalan Rakyat (FAJAR) yang menyuarakan tuntutan agar pemerintah segera membangun jalan rigid beton di Tapung dan tidak lagi sekadar memberikan janji tanpa realisasi. Hp
Editor : Nurdin Tambunan
Berita Terkait
Berita Terbaru
Identitas Korban Jatuh dari Jembatan Rantau Berangin Terungkap, Tim Gabungan Masih Lakukan Pencarian
- Kampar
- 04 Agustus 2026 17:42 WIB
Tinjau Hasil Pembangunan TMMD ke-129, Tim Wasev Mabesad Evaluasi Sasaran Fisik
- Pelalawan
- 04 Agustus 2026 17:40 WIB
Diduga Bunuh Diri, Seorang Pria Terjun dari Jembatan Rantau Berangin
- Kampar
- 04 Agustus 2026 09:57 WIB
Wujudkan Program TMAB, Satgas TMMD ke-129 Kodim 0313/KPR Rampungkan Pengecoran Fondasi Tower Air Bersih
- Pelalawan
- 04 Agustus 2026 09:23 WIB
Komisi I DPRD Karimun Dorong Percepatan SIMPATI DESA untuk Perkuat Layanan Adminduk di Kabupaten Karimun.
- Karimun
- 03 Agustus 2026 23:41 WIB
Indonesia Tertinggal 0-2 dari Vietnam dalam 15 Menit Pertama di Stadion Pakansari
- Olahraga
- 03 Agustus 2026 21:36 WIB
Ekonomi Batam Diproyeksikan Tumbuh hingga 7,4 Persen, Pemko Naikkan Target Pendapatan Daerah
- Batam
- 03 Agustus 2026 17:10 WIB
Amsakar: Sekolah Harus Menjadi Ruang Aman bagi Anak untuk Tumbuh dan Berprestasi
- Batam
- 03 Agustus 2026 14:12 WIB
Pemprov Riau Gelar Operasi Pasar Murah di Kampar dan Pekanbaru, Berikut Jadwalnya
- Ekonomi
- 03 Agustus 2026 13:08 WIB
Pemkab Kuansing Tunggu Kepastian Pejabat Pusat untuk Buka Festival Pacu Jalur 2026
- Traveliner
- 03 Agustus 2026 13:00 WIB
TMMD ke-129 Kodim 0313/KPR: Pembangunan MCK Masjid Al-Hijrah Capai 70 Persen
- Pelalawan
- 03 Agustus 2026 09:39 WIB
Leo/Daniel Juara Taipei Open 2026, Raih Gelar Kedua Musim Ini
- Olahraga
- 03 Agustus 2026 06:01 WIB
Dulux Raih Top Brand Award 2026, Perkuat Posisi sebagai Merek Cat Pilihan Masyarakat Indonesia
- Ekonomi
- 02 Agustus 2026 13:54 WIB
Di Balik Kesibukan Memimpin Batam, Amsakar Dapat Kejutan Hangat di Ulang Tahun ke-58
- Batam
- 02 Agustus 2026 11:15 WIB
Leo/Daniel Melaju ke Final Taipei Open 2026, Siap Tantang Ganda Malaysia
- Olahraga
- 02 Agustus 2026 10:34 WIB
Kemanunggalan TNI dan Rakyat, Pembangunan RTLH Milik Zaini dalam TMMD ke-129 Kodim 0313/KPR Terus Dikebut
- Pelalawan
- 02 Agustus 2026 10:29 WIB

