Jalan Rusak Hambat Perputaran Ekonomi Kampung Patin, Pemdes Koto Mesjid Dorong Perbaikan Infrastruktur

KOTO MESJID – Kondisi jalan rusak yang menghubungkan Desa Koto Mesjid dengan sejumlah wilayah di Kabupaten Kampar dinilai tidak hanya mengganggu kenyamanan pengendara, tetapi juga berpotensi menghambat aktivitas ekonomi masyarakat.

Menyikapi kondisi tersebut, Penjabat (Pj) Kepala Desa Koto Mesjid, Ahmad Alihanafia, telah mengusulkan perbaikan jalan kepada Pemerintah Kabupaten Kampar sebagai upaya mendukung kelancaran distribusi hasil produksi masyarakat dan mobilitas pelaku usaha.

Desa Koto Mesjid yang dikenal sebagai Kampung Patin merupakan salah satu sentra perikanan budidaya terbesar di Riau. Setiap hari, belasan ton ikan patin dipasarkan dari desa ini ke berbagai daerah. Selain ikan segar, masyarakat juga mengembangkan industri rumah tangga yang menghasilkan produk olahan seperti salai patin, abon, kerupuk, dan nugget patin.

Tidak hanya sektor perikanan, perekonomian masyarakat juga ditopang oleh perkebunan kelapa sawit dan karet yang membutuhkan akses transportasi memadai untuk mengangkut hasil produksi ke pasar maupun pabrik pengolahan.

"Jalan merupakan urat nadi perekonomian masyarakat. Jika akses transportasi terganggu, biaya distribusi bisa meningkat dan aktivitas usaha warga menjadi kurang efisien," ujar Alihanafia saat meninjau sejumlah titik kerusakan jalan, Rabu (3/6/2026).

Menurutnya, beberapa titik jalan yang rusak parah menyebabkan kendaraan pengangkut barang harus memperlambat perjalanan. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan biaya operasional, memperpanjang waktu distribusi, hingga menimbulkan risiko kerusakan kendaraan.

Selain menjadi jalur distribusi hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan, ruas jalan Silam–Koto Mesjid–Simpang Citra juga merupakan akses strategis yang menghubungkan Kabupaten Kampar dengan wilayah Sumatera Barat dan Rokan Hulu. Jalan tersebut turut menjadi akses menuju Exit Tol XIII Koto Kampar yang setiap hari dilalui kendaraan logistik maupun masyarakat umum.

Sekretaris Desa Koto Mesjid, Gennefer Sidik, menambahkan bahwa sektor pariwisata dan kunjungan studi juga terdampak oleh kondisi infrastruktur yang belum memadai. Sebagai desa wisata dan desa percontohan tingkat nasional, Koto Mesjid rutin menerima kunjungan dari berbagai daerah.

"Rata-rata setiap minggu ada sekitar 20 kendaraan minibus dan bus yang datang berkunjung. Jalan yang rusak tentu memengaruhi kenyamanan pengunjung dan dapat mengurangi daya tarik desa sebagai tujuan wisata edukasi maupun studi banding," katanya.

Pengamat pembangunan daerah menilai investasi infrastruktur jalan di kawasan produktif seperti Koto Mesjid memiliki efek berganda (multiplier effect) yang besar terhadap perekonomian. Selain memperlancar arus barang dan jasa, perbaikan jalan juga dapat meningkatkan daya saing produk lokal, memperkuat sektor UMKM, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata berbasis masyarakat.

Karena itu, masyarakat berharap usulan perbaikan jalan yang telah disampaikan pemerintah desa dapat menjadi prioritas pemerintah daerah. Dengan akses transportasi yang lebih baik, potensi ekonomi Kampung Patin diharapkan semakin berkembang dan mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian Kabupaten Kampar. REZA

Editor : Nurdin Tambunan
Tag : # Ekonomi



Bagikan

Berita Terbaru