Pemprov Riau Dorong Pengembangan UMKM Unggulan Berbasis Riset

PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau terus memperkuat pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui penelitian Komoditas/Produk/Jenis Usaha (KPJU) unggulan. Upaya tersebut diwujudkan melalui Focus Group Discussion (FGD) yang digelar bersama Bank Indonesia Perwakilan Riau dan Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau sebagai dasar penyusunan strategi pengembangan UMKM berbasis data dan riset guna meningkatkan daya saing ekonomi daerah.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Grand Central, Pekanbaru, Rabu (29/7/2026), dibuka oleh Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Helmi D. FGD tersebut diharapkan menghasilkan rekomendasi berbasis data untuk menentukan arah pengembangan UMKM di Provinsi Riau.

Dalam sambutannya, Helmi mengatakan sektor UMKM selama ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah karena memiliki kemampuan besar dalam menyerap tenaga kerja serta menggerakkan aktivitas ekonomi hingga ke pelosok.

"Untuk menjadikan potensi tersebut memiliki daya saing global, tidak bisa hanya berdasarkan asumsi, tetapi harus didukung penelitian yang komprehensif," kata Helmi.

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Riau menyambut baik pelaksanaan penelitian KPJU yang melibatkan berbagai pihak. Menurutnya, penelitian tersebut sangat penting sebagai dasar penyusunan kebijakan pengembangan UMKM.

"Kami mengapresiasi penelitian KPJU ini karena menjadi bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan kalangan akademisi dalam merumuskan kebijakan pengembangan UMKM," ujarnya.

Melalui FGD tersebut, para peserta diharapkan mampu mengidentifikasi berbagai potensi unggulan yang dimiliki kabupaten dan kota di Provinsi Riau. Hasil identifikasi itu nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan komoditas yang memiliki daya saing tinggi sekaligus mampu menyerap tenaga kerja secara optimal.

Selain memetakan komoditas unggulan, penelitian KPJU juga diharapkan menjadi rujukan dalam penyusunan kebijakan pengembangan UMKM yang berkelanjutan. Penelitian ini akan mendukung peningkatan pelayanan perizinan, pembinaan pelaku usaha, serta perluasan pemasaran produk melalui platform digital.

Helmi menegaskan, keberhasilan pengembangan UMKM tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, data yang akurat merupakan fondasi utama dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran.

"Data adalah instrumen paling penting dalam menentukan kebijakan. Karena itu, mari manfaatkan FGD ini untuk menyampaikan gagasan terbaik demi kemajuan UMKM di Bumi Lancang Kuning yang kita cintai," katanya.

Melalui penelitian KPJU unggulan UMKM ini, Pemerintah Provinsi Riau berharap lahir strategi pengembangan yang mampu meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus memperkuat struktur ekonomi daerah.

Menutup sambutannya, Helmi mengajak seluruh peserta untuk terus bersinergi memajukan sektor UMKM di Riau.

"UMKM kita kembangkan, ekonomi melesat tinggi," tutupnya. Adv

Editor : Nurdin Tambunan
Tag : # Ekonomi



Bagikan

Berita Terbaru