Memaknai Hari Lahir Pancasila di Tengah Tantangan Zaman
Setiap tanggal 1 Juni, bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah momentum penting yang bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan kesempatan untuk kembali merenungkan nilai-nilai dasar yang menjadi fondasi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pancasila lahir dari pergulatan pemikiran para pendiri bangsa yang menyadari bahwa Indonesia terdiri dari beragam suku, agama, bahasa, budaya, dan latar belakang sosial. Di tengah keberagaman itu, mereka berhasil merumuskan sebuah dasar negara yang mampu menjadi rumah bersama bagi seluruh rakyat Indonesia.
Hari ini, lebih dari delapan dekade setelah Pancasila diperkenalkan, tantangan yang dihadapi bangsa tidak lagi sama. Jika dahulu ancaman datang dari penjajahan fisik, kini ancaman hadir dalam berbagai bentuk yang lebih kompleks. Polarisasi sosial, penyebaran informasi palsu, intoleransi, radikalisme, hingga menurunnya semangat gotong royong menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi bersama.
Di era digital, masyarakat dibanjiri informasi dalam hitungan detik. Sayangnya, tidak semua informasi membawa manfaat. Banyak informasi yang justru memecah belah, menebarkan kebencian, dan memperuncing perbedaan. Dalam situasi seperti ini, nilai-nilai Pancasila menjadi semakin relevan.
Sila pertama mengajarkan penghormatan terhadap keyakinan dan toleransi. Sila kedua mengingatkan pentingnya kemanusiaan yang adil dan beradab. Sila ketiga menegaskan bahwa persatuan harus berada di atas kepentingan kelompok. Sila keempat mengajarkan musyawarah dan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan. Sedangkan sila kelima menjadi pengingat bahwa keadilan sosial harus dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia.
Sebagai insan pers, saya memandang Pancasila bukan hanya dasar negara yang tertulis dalam dokumen kenegaraan. Pancasila adalah panduan moral dalam menjalankan profesi jurnalistik. Pers memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan informasi yang benar, mencerahkan masyarakat, menjaga persatuan, serta menjadi jembatan bagi berbagai aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat.
Media massa tidak boleh menjadi alat yang memperkeruh suasana atau memperlebar jurang perbedaan. Sebaliknya, media harus hadir sebagai ruang dialog yang sehat, tempat bertemunya berbagai gagasan untuk kepentingan bangsa yang lebih besar.
Memaknai Hari Lahir Pancasila juga berarti menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun golongan. Semangat gotong royong yang menjadi ruh Pancasila harus terus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, tempat kerja, hingga ruang publik.
Pada akhirnya, Pancasila tidak akan pernah kehilangan relevansinya selama bangsa Indonesia masih berdiri. Tantangan boleh berubah mengikuti perkembangan zaman, tetapi nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila tetap menjadi kompas yang menuntun arah perjalanan bangsa.
Hari Lahir Pancasila hendaknya tidak berhenti sebagai peringatan seremonial. Momentum ini harus menjadi pengingat bahwa masa depan Indonesia sangat bergantung pada kesediaan seluruh elemen bangsa untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan nyata.
Karena sesungguhnya, Indonesia yang kuat bukan hanya dibangun oleh kemajuan ekonomi dan teknologi, melainkan juga oleh karakter bangsa yang tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila.**
Penulis: Herdi Yulian, Pimpinan Redaksi Resonansi.co
Editor : Reza MF
Berita Terkait
Berita Terbaru
Hari Lahir Pancasila 2026, Generasi Muda Diajak Jadikan Pancasila Pedoman Hidup
- Nasional
- 01 Juni 2026 12:44 WIB
Pemprov Riau Gelar Empat Operasi Pasar Murah pada Pekan Pertama Juni
- Ekonomi
- 01 Juni 2026 11:44 WIB
Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia, Wabup Bagus Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026
- Bengkalis
- 01 Juni 2026 11:37 WIB
Beruang Madu Muncul di Permukiman Warga Kerumutan, BBKSDA Riau Pasang Kandang Jebak
- Pelalawan
- 01 Juni 2026 11:29 WIB
Memaknai Hari Lahir Pancasila di Tengah Tantangan Zaman
- Opini
- 01 Juni 2026 11:25 WIB
Piknik Dadakan, Menikmati Libur Panjang Tanpa Harus Pergi Jauh
- Traveliner
- 01 Juni 2026 11:13 WIB
Lapas Tembilahan Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026
- Inhil
- 01 Juni 2026 11:09 WIB
Veda Ega Finis Kedelapan di Mugello, Akui Belum Temukan Setelan Motor Terbaik
- Olahraga
- 01 Juni 2026 10:04 WIB
Fajar/Fikri Raih Runner-up Singapore Open 2026, Bidik Hasil Terbaik di Indonesia Open
- Olahraga
- 01 Juni 2026 09:47 WIB
Perumdam Tirta Siak Soroti Pemborosan Air Tanah pada Produksi Air Minum Isi Ulang
- Pekanbaru
- 01 Juni 2026 08:50 WIB
Polda Riau Gagalkan Peredaran Etomidate Cair dan 933 Butir Ekstasi, Dua Tersangka Ditangkap
- Hukrim
- 31 Mei 2026 20:43 WIB
Bupati Karimun Iskandarsyah Hadiri Wisuda Santri TPQ Angkatan XXI se-Kecamatan Kundur Barat
- Karimun
- 31 Mei 2026 20:35 WIB
Perkuat Stabilitas Harga Pangan, Pasar Murah dan Pengawasan Distribusi Jadi Andalan
- Ekonomi
- 31 Mei 2026 19:55 WIB
DPPI Riau Siapkan Edukasi Pancasila ke Sekolah, Perkuat Karakter dan Wawasan Kebangsaan Pelajar
- Pendidikan
- 31 Mei 2026 19:19 WIB
Buka MTQ Selat Gelam, Bupati Karimun Iskandarsyah Paparkan Masa Depan Pulau Tulang
- Karimun
- 31 Mei 2026 12:42 WIB
Polsek Keritang Hadir Lewat Sentuhan: Mendengar, Menanam Harapan di Lintas Utara
- Inhil
- 31 Mei 2026 12:13 WIB
