Pelabuhan Dumai Resmi Terapkan Transaksi Non Tunai, Perkuat Ekonomi Digital dan Layanan Lintas Negara

PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau mengapresiasi peluncuran Pelabuhan Penumpang Dumai sebagai Kawasan Non Tunai yang diinisiasi Bank Indonesia. Langkah tersebut dinilai menjadi tonggak penting dalam mempercepat digitalisasi layanan publik sekaligus memperkuat ekosistem pembayaran digital di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.

Apresiasi tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto yang diwakili Asisten II Setdaprov Riau, Helmi, saat menghadiri peluncuran Kawasan Non Tunai di Pelabuhan Penumpang Dumai, Kamis (2/7/2026).

Helmi mengatakan Kota Dumai memiliki peran strategis dalam perekonomian Riau dengan kontribusi sekitar 8,6 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) provinsi. Karena itu, penguatan sistem pembayaran digital dinilai sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik yang lebih modern, efisien, transparan, dan akuntabel.

"Pertumbuhan ekonomi yang kuat harus diimbangi dengan peningkatan kualitas layanan publik yang modern, efisien, transparan, dan akuntabel. Kami mengapresiasi Bank Indonesia yang terus mendorong perluasan digitalisasi sistem pembayaran melalui QRIS sebagai instrumen transaksi yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal," ujar Helmi.

Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Riau terus memperkuat elektronifikasi penerimaan pajak dan retribusi daerah melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) bersama Bank Indonesia, pemerintah kabupaten/kota, perbankan, serta berbagai pemangku kepentingan.

Upaya tersebut diharapkan mampu memperluas kanal pembayaran, meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat, memperkuat transparansi dan akuntabilitas penerimaan daerah, sekaligus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Perkembangan penggunaan QRIS di Riau juga menunjukkan tren positif. Hingga Mei 2026, jumlah pengguna QRIS telah mencapai sekitar 1,25 juta orang dengan lebih dari satu juta merchant yang tersebar di seluruh wilayah Riau.

"QRIS telah menciptakan inklusivitas transaksi bagi seluruh masyarakat serta memberikan keamanan dan kenyamanan dalam setiap transaksi," jelas Helmi.

Keberhasilan digitalisasi tersebut turut mengantarkan Riau meraih berbagai penghargaan nasional. TP2DD Provinsi Riau menjadi Juara I Provinsi Terbaik Sumatera pada 2024 dan Juara III pada 2025. Sementara TP2DD Kabupaten Kampar berhasil meraih Juara I Kabupaten Terbaik Sumatera pada 2024 dan Juara II pada 2025.

Helmi menambahkan, Dumai memiliki posisi strategis sebagai pusat industri, perdagangan, logistik, transportasi, sekaligus pintu gerbang internasional Provinsi Riau melalui rute pelayaran Dumai–Melaka, Dumai–Port Dickson, dan Dumai–Muar, Malaysia.

Dengan diterapkannya transaksi non tunai di Pelabuhan Penumpang Dumai, kualitas pelayanan publik diyakini akan semakin meningkat. Selain memberikan kemudahan bagi penumpang, sistem ini juga diharapkan mampu memperkuat sektor pariwisata, memperluas peluang usaha bagi pelaku UMKM, serta meningkatkan daya saing ekonomi digital Riau.

Bank Indonesia juga menghadirkan layanan QRIS Antarnegara yang memungkinkan pembayaran tiket kapal feri internasional, terminal penumpang, hingga layanan pelabuhan dilakukan secara digital.

"Inovasi QRIS Antarnegara sangat relevan bagi Kota Dumai sebagai pintu gerbang menuju Malaysia. Kemudahan transaksi ini akan memberikan pengalaman yang lebih praktis bagi wisatawan mancanegara sekaligus memperluas peluang usaha bagi pelaku UMKM lokal," kata Helmi.

Berdasarkan data Triwulan I 2026, jumlah wisatawan mancanegara yang masuk melalui Pelabuhan Penumpang Dumai mencapai 15.177 orang, meningkat 11,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sebanyak 87 persen di antaranya merupakan wisatawan asal Malaysia.

Pemerintah Provinsi Riau berharap Pelabuhan Penumpang Dumai dapat menjadi model kawasan layanan publik berbasis transaksi non tunai yang selanjutnya diterapkan di kawasan wisata, pasar rakyat, sentra UMKM, pusat perdagangan, layanan transportasi, hingga berbagai pelayanan publik lainnya di seluruh kabupaten dan kota di Riau.

"Dari Dumai, bersama Bank Indonesia dan seluruh pemangku kepentingan, kita ingin menunjukkan bahwa Riau siap menjadi bagian penting dari ekosistem pembayaran digital lintas negara yang modern, inklusif, dan berdaya saing," tutup Helmi. Mila

Editor : Nurdin Tambunan
Tag : # Ekonomi



Bagikan

Berita Terbaru