Pembinaan Teritorial Terintegrasi di Kepri Dorong Sinergi Pertahanan dan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir

TANJUNGPINANG, RESONANSI- Sebagai Provinsi Kepulauan dan wilayah perbatasan, Kepulauan Riau (Kepri) memiliki tantangan sekaligus potensi besar dalam penguatan pertahanan, pembangunan maritim dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kondisi geografis tersebut menjadi salah satu konteks penting dalam pelaksanaan Pembinaan Teritorial Terintegrasi di wilayah kerja Kodaeral IV, Sabtu (19/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Pelataran Gedung Dekranasda Provinsi Kepulauan Riau itu dihadiri Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Republik Indonesia Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, S.E., M.M., M.Tr.Opsla.

Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau Misni yang mewakili Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyampaikan apresiasinya kepada KASAL, Pusteral, Koarmada I dan Kodaeral IV atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, kami menyampaikan ucapan selamat datang kepada Bapak KASAL di Negeri Segantang Lada. Kami juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas terselenggaranya kegiatan Pembinaan Teritorial Terintegrasi di wilayah Kepulauan Riau,” kata Misni.

Menurutnya, kehadiran KASAL menunjukkan perhatian terhadap penguatan stabilitas keamanan dan tata kelola wilayah perbatasan.

“Bagi Kepulauan Riau, kegiatan ini memiliki makna yang sangat strategis. Posisi Kepri sebagai wilayah kepulauan menjadikan aspek pertahanan dan pembangunan masyarakat pesisir perlu berjalan secara beriringan,” ujarnya.

Lanjut Misni menegaskan, bahwa laut memiliki fungsi yang luas bagi masyarakat Kepulauan Riau.

“Laut bukanlah pemisah antarpulau. Laut merupakan ruang kehidupan, ruang ekonomi, ruang budaya, sekaligus bagian penting dari pertahanan dan kedaulatan negara,” tegasnya.

Karena itu, ia menilai pembinaan teritorial perlu melibatkan berbagai unsur agar tidak hanya berfokus pada aspek pertahanan, tetapi juga mendukung pemberdayaan potensi wilayah.

“Pembinaan teritorial yang dilaksanakan secara terintegrasi menjadi penting untuk membangun keterhubungan antara kekuatan pertahanan, pemerintah daerah dan masyarakat, khususnya masyarakat pesisir,” kata Misni.

Ia menambahkan, potensi kemaritiman dapat dikembangkan untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kami melihat bahwa pembinaan teritorial hari ini tidak hanya berbicara mengenai aspek pertahanan, tetapi juga bagaimana potensi wilayah dapat diberdayakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Misni mengaitkan semangat tersebut dengan pelaksanaan Festival Bahari Kepri 2026 yang mencakup kemaritiman, pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, kebudayaan dan kegiatan sosial masyarakat.

“Semangat kegiatan ini sejalan dengan Festival Bahari Kepri 2026 yang mempertemukan berbagai potensi kemaritiman, pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, kebudayaan, serta kegiatan sosial masyarakat," katanya.

Terakhir Ia berharap sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas dan masyarakat dapat terus diperkuat.

“Kekuatan maritim akan semakin kokoh apabila dibangun bersama oleh TNI, pemerintah, dunia usaha, komunitas dan masyarakat,” tutupnya. (Red/Ky)

Editor : Reza MF
Tag : # kepri



Bagikan

Berita Terbaru