Pemkab Luncurkan BAAS, Kadiskes Kampar: Mari Tegakkan Nilai Gotong Royong
SIAK HULU- Pemerintah Kabupaten Kampar bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) luncurkan program BAAS (Bapak Asuh Anak Stunting) di Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar.
Kepala Dinas Kesehatan Kampar, dr. Asmara Fhitra Abadi mengatakan format BAAS ini merupakan program memotivasi bagi pihak ke-tiga untuk untuk ikut serta dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Kampar.
"Ini nantinya akan memancing kita untuk peduli kepada sesama, jangan semua dibebankan kepada negara, mari tegakkan nilai gotong royong," ujarnya di Bangkinang, Senin (19/2/2024.
Saat ini, Ia mengatakan sudah ada berbagai pihak yang ikut andil sebagai BAAS, seperti Dandim 0313/KPR Kapolres Kampar, PKK Kabupaten Kampar, DWP Kabupaten Kampar, LK2S kabupaten Kampar, PT. EMP Bentu, PT Pertamina Hulu Rokan, PT. RAPP, BAZNAS Kampar , KUD, Camat dan Kepala Desa, Tokoh Agama, Ninik Mamak serta pengusaha Individu.
"Pada kegiatan ini bersumber pembiayaan dibiayai oleh Perusahaan EMP Bentu pada lokasi desa yang telah ditetapkan ini dapat menurunkan angka stunting kemudian hari," ujarnya.
Sementara itu Hambali, selaku Penjabat (Pj) Bupati Kampar mengatakan program ini telah berperan dalam penurunan angka stunting di Kabupaten Kampar.
"Kami masih berharap BAAS ini tidak hanya berjalan untuk 6 bulan kedepan, namun berlanjut hingga anak stunting tuntas dan anak stunting Zero di kabupaten Kampar," ujarnya saat peluncuran BAAS di Puskesmas Siak Hulu, Jumat (16/2/2024) lalu.
Ia berharap dengan kegiatan tersebut dapat mempengaruhi asupan gizi, status kesehatan serta mampu mengurangi faktor resiko penyebab Stunting terhadap keluarga konvergensi pencegahan stunting bersama seluruh stakeholder terkait.
Pj Bupati Kampar juga menjelaskan bahwa pencegahan stunting menjadi prioritas nasional yang juga harus menjadi prioritas dari setiap tingkat pemerintahan Daerah Kabupaten, Kecamatan dan Desa dalam penyusunan anggaran pembangunan nasional maupun daerah.
Dengan demikian untuk mencapai hasil yang optimal berdasarkan prinsip efisien dan efektif dalam pencegahan stunting, dipandang perlu dilakukan kerjasama dengan mitra kerja.
"Khususnya perusahaan Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Akademisi, Media, Individu, Koperasi dan Pihak lainnya yang tergabung dalam peta pentahelik yang ada di kabupaten Kampar," pungkasnya. Adv
Editor : Herdi Pasai
Berita Terkait
Berita Terbaru
Merasa Dirugikan, PT Sasando Akhirnya Buka Suara soal Central Hill
- Batam
- 16 Mei 2026 06:19 WIB
Korban Tenggelam di Sungai Kampar Ditemukan Setelah 30 Jam Pencarian
- Kampar
- 15 Mei 2026 22:30 WIB
Jelang Idul Adha, Sekda Kepri Misni Pantau Harga Bahan Pokok di Pasar Bintan Center
- Kepri
- 15 Mei 2026 21:07 WIB
Beralasan Ekonomi, Seorang Ibu di Bengkalis Nekat Jajakan Sabu
- Hukrim
- 15 Mei 2026 18:14 WIB
PKS Riau Dorong DPRD Bantu Pemda Genjot PAD di Tengah Pemangkasan Dana Pusat
- Ekonomi
- 15 Mei 2026 17:07 WIB
Bupati Bintan Terbitkan SK Pendataan Ulang Bangunan di Atas Lahan TNI AL
- Bintan
- 15 Mei 2026 16:42 WIB
Libur Panjang, Homestay Danau Tajwid Jadi Pilihan Wisata Alam Favorit
- Traveliner
- 15 Mei 2026 16:28 WIB
Hakim Danish Tercepat di FP1 Moto3 Catalunya, Veda Ega Pratama Tercecer
- Olahraga
- 15 Mei 2026 15:30 WIB
Pendampingan Ketahanan Pangan Bergizi Di Lintas Utara: Aiptu Hendrik, Petani Tidak Boleh Jalan Sendiri
- Inhil
- 15 Mei 2026 12:22 WIB
Ombudsman Riau: 11.856 Ijazah SMA-SMK Masih Tertahan di Sekolah
- Pendidikan
- 15 Mei 2026 11:30 WIB
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Merbau Cek Tanaman Jagung Pipil
- Kepulauan Meranti
- 15 Mei 2026 11:22 WIB
